The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 26 - Tempat persembunyian



Walaupun mengerti dengan penjelasan Jungdai, namun Narenqai tetap merasa khawatir melihat pria itu berada di tempat seperti itu.


“Narenqai… Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja…” Ucap Jungdai, meyakinkan perempuan itu agar tidak terlalu mengkhawatirkan tentang keadaannya.


Perempuan bernama Narenqai itu pun sedikit tersenyum mendengar penjelasan dari Jungdai, dia kemudian perlahan-lahan pergi dari tempat itu, meninggalkan pangeran negeri Tengal tersebut.


***


Berpindah ke kawasan paling timur Briseria dari negeri Pavonas, yang sering disebut sebagai wilayah Timur Jauh karena telah saling berbatasan dengan benua yang berada disebelahnya.


Tepat di wilayah Timur Jauh bagian selatan, terdapat sebuah kota bernama Lavodikvost. Tampak sebuah rumah dipinggiran hutan yang berada di dekat kota tersebut, terlihat seorang pria yang tidak lain merupakan Yermo sedang mempersiapkan sebuah ramuan di depan rumah tersebut, yang kemungkinan akan digunakannya kepada Gudov.


Ketika selesai mempersiapkan hal tersebut, pria itu kemudian masuk ke dalam rumah itu.


**


“Eh… Gudov…”


Yermo seketika terkejut melihat remaja yang dibawanya tersebut tiba-tiba telah tersadar kembali.


Dengan cepat Yermo menaruh ramuan obat yang dibuatnya di luar sebelumnya ke atas sebuah meja, kemudian memeriksa keadaan dari remaja tersebut.


“Akhirnya kau sudah sadar…” Yermo tampak senang melihat remaja itu telah tersadar dengan keadaan baik-baik saja.


“Ini minumlah terlebih dahulu, agar kondisimu menjadi lebih baik…” Yermo mengambil ramuan yang ditaruhnya lalu memberikan kepada Gudov untuk diminum oleh remaja itu.


Setelah selesai meminum ramuan yang diberikan oleh Yermo, Gudov terlihat masih terdiam akibat mengingat kejadian yang dialaminya saat berada di kota Vegoblashchenks.


“Maaf Gudov… Aku terlambat menyelamatkan ibumu… Aku juga tidak menyangka bahwa orang yang lebih kuat dibandingkan denganku serta yang lain akan datang menyerang.” Karena remaja tersebut tampak berdiam, Yermo lantas membuka pembicaraan dengan meminta maaf karena tidak sempat untuk menyelamatkan ibunya.


“Tidak perlu meminta maaf tuan Yermo, aku mengerti bahwa kau sudah berusaha keras untuk melindungi kami,” balas Gudov sambil memperlihatkan ekspresi sedih setelah kini dirinya sudah kehilangan ibunya.


“Entah apa aku harus bersyukur bisa mendapatkan kekuatan yang kini berada di dalam diriku, namun karena kekuatan ini aku harus kehilangan keluargaku,” ucap Gudov mengeluh karena memiliki kekuatan yang diincar oleh banyak Venerate, baik dari negerinya sendiri serta negeri lain, yang menjadi alasan mengapa dirinya bisa kehilangan kedua orangtuanya.


Mendengar hal tersebut, Yermo pun tidak bisa berkata apa-apa, karena dirinya juga berpikir hal yang sama seperti remaja itu.


“Tuan Yermo… Aku memiliki sebuah permintaan kepadamu.”


“Apa itu Gudov?” Tanya Yermo, penasaran.


“Tolong latih aku menjadi seorang Venerate yang kuat,” jawab remaja itu, memberitahukan megenai keinginannya.


“Kau mau menjadi Venerate? Apa kau yakin dengan itu?” Tanya Yermo sekali lagi, ingin memastikan bahwa remaja itu benar-benar serius mengatakan hal tersebut.


“Iya… Aku ingin menjadi Venerate yang kuat untuk bisa melindungi diriku sendiri… Aku mohon tuan Yermo, tolong latih aku…” Jawab Gudov sambil memohon pada pria tersebut.


Yermo sedikit tersenyum mendengar pernyataan dari remaja itu, dia pun seketika menganggukkan kepalanya, menyetujui bahwa dirinya tentu saja akan melatih Gudov menjadi Venerate yang kuat.


Gudov pun tampak senang mendengar pernyataan dari Yermo, namun setidaknya dirinya merespon dengan ekspresi biasa saja karena mengingat bahwa keadaannya yang saat ini mash tidak memungkinkan untuk mengekspresikan rasa senangnya tersebut.


“Baiklah… Turuti kata-kataku. Kau harus beristirahat total hari ini agar bisa menjalani latihan yang cukup keras mulai esok hari.”


“Baik tuan Yermo…” Gudov pun menyetujui hal tersebut dan sontak kembali berbaring di tempat tidurnya.


Setelah hal itu, Yermo pun lantas pergi keluar dari ruangan tersebut untuk membiarkan remaja itu beristirahat sejenak.


***


Yermo pergi keluar dari rumah tersebut, kemudian berjalan ke kota untuk pergi menuju ke suatu tempat yang masih belum diketahui.


***


Setelah beberapa saat kemudian, pria itu datang memasuki salah satu bangunan yang berada di kota Lavodikvost.


Di dalam pria itu lantas memasuki salah satu ruangan, menemui seseorang yang ternyata merupakan Alesov, salah satu Continent Venerate Pavonas yang sebelumnya berada di kota Vegoblashchenks, serta merupakan pemimpin dari wilayah negeri Pavonas tempat mereka berada saat ini.


“Tuan Yermo…” Ucap Alesov, melihat pria itu menemuinya.


“Bagaimana keadaan dari anak itu?” Lanjut Alesov, bertanya mengenai Gudov.


“Syukurlah dia sekarang sudah sadar…” Jawab Yermo.


“Benarkah… Syukurlah kalau begitu…” Mendengar hal tersebut, Alesov pun nampak ikut merasa senang.


“Ngomong-ngomong tuan Alesov… Karena kau sudah mengetahui bahwa anak itu merupakan pemegang dari kekuatan kekangan surgawi, apa mungkin kau akan melakukan sesuatu, seperti memberitahukannya pada para Venerate yang loyal kepada pemimpin agung kita?” Tanya Yermo dengan ekspresi wajah serius, karena tidak menganggap bahwa pria yang berada di depannya tersebut sama seperti para Venerate Pavonas yang lain, serta para Venerate negeri Tengal yang memang mau mengincar Gudov.


“Aku tahu bahwa kau tidak mempercayaiku, namun satu hal yang harus kau ketahui bahwa aku adalah salah satu Venerate Pavonas yang sebenarnya menentang pemimpin agung negeri ini…”


“Aku mengenal Venerate pemegang kekuatan suci sebelumnya anak itu… Aku juga mendukung bahwa Venerate itu tidak akan mau menggunakan kekuatannya itu untuk menghancurkan negeri lain, karena hal tersebut akan berdampak kepada orang-orang yang tak berdosa…” Ucap Alesov, menjelaskan kepada Yermo bahwa dirinya bisa dipercaya oleh pria itu.


Mendengar hal tersebut Yermo pun sedikit mempercayai salah satu Continent Venerate Pavonas itu. Dirinya merasa bahwa tidak semua Venerate yang berada di negeri tersebut akan mengincar kekuatan dari Gudov untuk menggunakannya demi untuk menyerang negeri lain, karena beberapa diantara mereka sebenarnya hanya ingin sebuah kedamaian.


“Baiklah tuan Alesov, untuk sekarang aku akan mempercayaimu… Lagipula aku juga tidak bisa memikirkan tempat lain untuk bersembunyi,” ucap Yermo, kini percaya bahwa pria itu memiliki pemikiran yang sama dengannya.


“Terima kasih tuan Yermo… Jangan khawatir, kalian akan aman ditempat ini karena energi yang terpancar dari sesosok makhluk suci yang mendiami wilayah ini akan membuat kekuatan observasi dari patung emas yang digunakan oleh para Venerate Tengal untuk mencari keberadaan pemegang kekuatan kekangan surgawi akan menjadi kacau,” Alesov lantas berterima kasih karena telah mempercayainya, serta menjelaskan bahwa wilayah tersebut merupakan tempat yang aman bagi Gudov serta Yermo untuk bersembunyi.


“Aku pikir anak itu… Siapa namanya?”


“Gudov Aliksnov…”


“Iya… Kurasa Gudov harus dilatih untuk menjadi Venerate yang kuat, karena sepertinya kita mendapat sebuah harapan untuk menggulingkan pemimpin agung Pavonas sekarang,” ucap Alesov, memberikan sebuah saran.