The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 7 - Berlari dari kejaran makhluk buas



“Barusan kemarin aku kami saling kenal,” jawab Gudov.


“Apa? Beruntungnya kau bisa berkenalan dengan murid paling terkenal disekolah kita.” Mendengar jawaban tersebut, Tseydle pun merasa iri hingga membuatnya langsung mencengkram kerah baju Gudov.


“Hei bodoh, apa rasa irimu penting dibandingkan keadaan kita sekarang?” Gudov sontak membentak temannya itu karena membahas hal tersebut, karena tidak membaca situasi bahwa mereka sedang dikejar oleh para petugas penyidik.


Karena terlalu lama berdiam di tempat itu, mereka pun akhirnya dapat dikejar oleh para petugas penyidik.


“Ternyata kalian bertiga… Kupikir tadi hanya berdua,” ucap salah satu petugas.


Gudov, Tseydle dan Velana pun panik melihat petugas tersebut, dengan cepat mereka berbalik ke belakang untuk melarikan diri, namun para petugas yang lain tiba-tiba sudah berada di depan mereka.


“Mau kemana? Kalian harus ikut dengan kami sekarang? Anak-anak jaman sekarang yang selalu penasaran hanya akan membuat tugas kami menjadi berantakan saja,” ucap salah satu petugas.


Para petugas penyidik kemudian menarik ketiga remaja itu. Tak berapa lama, mereka dibawa masuk ke dalam kendaraan dari para petugas tersebut.


“Tunggu dulu pak, aku sebenarnya hanya mengikuti mereka saja,” ucap Velana, memohon karena sebenarnya tidak bersama dengan dua remaja itu sebelumnya.


“Sudahlah, tak usah mengelak… Kau sudah tertangkap basah.” Namun, salah satu petugas tidak memperdulikan permohonan dari gadis tersebut.


Mereka pun akhirnya dibawa pergi oleh para petugas penyidik menggunakan kendaraan dari tempat tersebut.


***


Gudov, Tseydle dan Velana nampak heran, ternyata mereka bertiga hanya dibawa kembali ke sekolah mereka saja.


“Ini masih jam sekolah… Kenapa juga kalian berada disana?”


Karena hal tersebut, Gudov, Tseydle dan Velana pun akhirnya diberikan hukuman untuk membersihkan ruangan kegiatan yang luas ketika jam pelajaran telah usai.


***


Di dalam ruangan kegiatan, Velana nampak kesal karena secara tidak sengaja harus mendapatkan hukuman akibat mengikuti mereka.


“Gudov Aliksnov… Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus mengantarku pulang,” ucap Velana.


“Baiklah aku mengerti… Kalau begitu cepat kita selesaikan ini sebelum hari mulai gelap,” balas Gudov.


***


Karena terlalu lama menyelesaikan hukuman mereka, ketiga remaja itu pun harus pulang dari sekolah itu pada malam hari.


“Maaf aku duluan…” Ucap Tseydle, berpamitan lebih dulu dari mereka berdua karena arah rumahnya berlawanan dengan mereka.


Tseydle pun berjalan ke arah kiri sembari Gudov dan Velana berjalan pulang ke arah yang berlawanan.


Selama perjalanan pulang Gudov merasa canggung berjalan bersama dengan seorang gadis yang sebenarnya disukainya.


“Apa kau sebenarnya menyukaiku?” Tanya Velana.


“Apa?” Mendengar hal tersebut Gudov terkejut hingga membuatnya salah tingkah.


“Tunggu dulu…” Tiba-tiba Velana menahan Gudov untuk berhenti karena ada yang ingin disampaikannya.


“Ada yang ingin kukatakan juga… Sebenarnya aku juga sering memperhatikanmu,” ucap Velana.


Gudov menjadi lebih terkejut mendengar pernyataan dari Velana, membuat wajahnya tiba-tiba memerah.


**


Akan tetapi tanpa mereka sadari, dari kejauhan nampak si pemilik tokoh sedang memperhatikan mereka.


**


“Kau ini sangat tidak pekah… Sudah kubilang bahwa aku juga sering memperhatikanmu…” Ucap Velana.


“Aku sebenarnya…”


Ucapan Velana terpotong ketika mereka berdua tiba-tiba mendengar suara layaknya seekor hewan buas dari dalam hutan yang berada di dekat mereka.


Ketika suara tersebut menampakan wujudnya, yang ternyata merupakan sang pemilik toko, yang kini dalam penampilan menyeramkan, dimana di kepalanya telah tumbuh sepasang tanduk yang meruncing ke depan, kuku jarinya pun tampak meruncing, serta memiliki sepasang gigi taring panjang pada bagian atas serta bawah yang keluar dari dalam mulutnya.


“Aahh…!” Saking terkejutnya melihat sosok menyeramkan itu, Velana pun lantas berteriak kekuatan.


Akan tetapi, Gudov yang tidak mau terlalu lama merasa terkejut ataupun takut dengan cepat menggenggam tangan gadis itu kemudian lari secepat mungkin dari tempat tersebut.


Karena mereka berdua lari, sang pemilik toko dengan wujud menyeramkan itu lantas langsung mengejar mereka, layaknya sesosok predator yang sedang mengejar mangsanya.


**


Pemilik toko itu tiba-tiba melompat ke arah Gudov dan Velana hendak menerkam mereka, namun dengan sigap Gudov menarik Velana kemudian melompat ke arah samping untuk menghindari serangan dari pemilik toko itu.


Karena hal tersebut, kedua remaja itu lantas tersungkur, hingga membuat pemilik toko itu memiliki kesempatan untuk menyerang mereka.


Gudov pun mengambil beberapa batu yang berada di sekitarnya lalu melempar tepat pada wajah pria tersebut, namun layaknya telah kebal, pria itu tidak merasakan sakit ketika Gudov melemparkan batu dengan kuat ke arahnya.


Disaat genting, remaja itu pun tidak kehabisan akal, dia seketika mengambil sebuah botol kecil dari dalam sakunya kemudian menyiram air yang berada di dalam botol.


“Argh…!” Pria itu sontak menjerit kesakitan hingga membuat kulitnya mengeluarkan asap.


Hal itu dikarenakan, air yang disiramkan oleh Gudov merupakan sebuah air suci untuk menangkal kekuatan jahat, yang pernah diberikan oleh Yermo ketika remaja itu sedang mengalami mimpi buruk berkelanjutan.


“Ayo cepat berdiri…” Sadar bahwa hal tersebut tidak akan berlangsung lama, Gudov dengan sigap menarik Velana berdiri lalu lari dari jangkauan pria itu.


**


Mereka terus berlari sekencang mungkin dari kejaran pria itu tanpa sekalipun menengok ke belakang.


“Akh…” Sialnya Gudov yang tengah fokus berlari tiba-tiba tersandung sebuah kayu hingga membuatnya jatuh tersungkur bersama Velana yang tangannya sedang dipegang oleh remaja itu.


Gudov pun mengalami cidera pada kakinya yang membuat sulit untuk berdiri.


“Velana, cepat pergi dari sini.” Ketika pria itu mendekat, Gudov lantas menahan kaki pria tersebut sekuat-kuatnya untuk membiarkan Velana kabur dari tempat itu.


“Tapi, bagaimana denganmu?” Tanya Velana, nampak khawatir, tidak rela harus meninggalkan remaja itu.


“Sudah, cepat pergi saja…” Gudov pun sontak memaksa Velana, hingga gadis itu tidak memiliki pilihan selain meninggalkannya.


“Akh…” Ketika Velana telah lari meninggalkan Gudov, tiba-tiba pria pemilik toko itu menggunakan kekuatannya, mengibaskan tangannya hingga Gudov pun seketika terhempas.


Pria itu lantas langsung mengincar Velana yang belum lama berlari meninggalkan tempat tersebut.


Dalam sekejap pria pemilik toko itu kembali melompat ke arah Velana, hendak menerkam gadis tersebut.


“Velana…!” Teriak Gudov.


“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Tiba-tiba sebuah serangan proyeksi cahaya meluncur diterima oleh pria pemilik toko itu hingga langsung menghempaskannya.


Disaat yang bersamaan, Yermo muncul tepat di depan Velana.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Yermo kepada gadis itu.


Velana menganggukan kepalanya, merepson kepada Yermo bahwa dia tidak apa-apa karena pria pemilik toko itu belum sempat menyerangnya.


“Baiklah, waktunya melakukan pekerjaan yang sebenarnya,” ucap Yermo merentangkan sejenak kedua tangannya kemudian meluncur dengan cepatnya tanpa bisa diperhatikan oleh Gudov dan Velana.