
Kedua mata Gundai tiba-tiba memancarkan cahaya terang, yang bersamaan pemimpin negeri Tengal itu sontak menyerap energi milik Rodelmpt yang dicekiknya tersebut.
Akibat hal itu, Rodelmpt pun kehilangan kesadaran, dan langsung dijatuhkan oleh Gundai ke tanah dengan keadaan tidak berdaya.
“Sial…” Umpat Vahal, seketika menghentikan langkahnya bersama dengan Alesov karena tidak menyangka bahwa rekan mereka yang merupakan sesama Venerate Pavonas, dengan mudah dibuat tak berdaya oleh pria itu.
“Ada apa? Kupikir kalian ingin menghentikan apa yang akan kulakukan sebelumnya,” ucap Gundai.
“Majulah, dan lawan aku sekarang…” Lanjut Gundai, menantang kedua Continent Venerate Pavonas itu.
Akan tetapi, baik Vahal maupun Alesov, nampak ragu untuk menyerang Gundai kali ini, akibat melihat rekan mereka yang dengan mudah dikalahkan oleh pria tersebut.
“Baiklah… Jika kalian tidak mau menyerang, maka aku yang akan menyerang kalian saja…”
Gundai pun langsung meluncur ke arah Vahal serta Alesov untuk mencoba menyerang mereka, namun tiba-tiba Yermo muncul dan langsung melancarkan serangan tebasan proyeksi energi dari kedua belati yang dipegangnya.
“Ukh…” Karena tidak memperkirakan kedatangan serta serangan dari pria itu, Gundai pun sontak menerimanya dan terhempas ke jarak yang cukup jauh.
“Sepertinya kau masih bisa bertarung melawanku,” ucap Gundai memperlihatkan ekspresi senyuman menyeringai sambil kembali berdiri.
Disamping Vahal serta Alesov nampak ragu untuk menyerang Gundai, Yermo pun terlihat bersiap untuk bertarung kembali dengan Gundai, walaupun mengetahui bahwa kekuatannya tidak akan cukup untuk mengalahkan pemimpin negeri Tengal tersebut.
“Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan pelepasan kedua…” Gumam Yermo, memikirkan sebuah cara untuk bisa mengimbangi kemampuan dari pemimpin negeri Tengal tersebut.
Yermo pun berkonsentrasi meingkatkan kekuatannya, hingga membuat tubuh pria itu memancarkan proyeksi energi dalam jumlah yang besar.
Sementara itu Gundai pun berdiam, menunggu pria yang berada di depannya tersebut mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua yang mampu membuatnya mendapatkan kekuatan lebih untuk berhadapan dengan pemimpin negeri Tengal itu.
“I defteri ekdosi… Arnya the Briserian elk king…” Seketika proyeksi energi yang memancar tersebut menjadi lebih besar, hingga menyelimuti tubuh pria itu.
Yermo kemudian mengalami perubahan wujud, dimana dirinya kini tampak berubah menjadi sesosok manusia yang memiliki sepasang kaki, serta sepasang tanduk bercabang di kepalanya, layaknya seekor rusa.
Tidak lupa juga Yermo yang kini berada dalam wujud pelepasan kedua, tidak hentinya memancarkan proyeksi elemen petir berwarna merah dari tubuhnya.
“Hahaha… Kurasa kau sudah siap… Kalau begitu, majulah dan serang aku…” Ucap Gundai, menantang Yermo untuk bertarung, melihat pria itu berada dalam wujud kekuatan pelepasan kedua, yang tentu saja membuat kekuatan dari pria itu meningkat dibandingkan sebelumnya.
Mendengar hal tersebut, Yermo dalam sekejap menghilang dari tempatnya berdiri, membuat Gundai pun terkejut dengan pergerakan pria itu, yang ternyata telah meningkat pesat.
“Apa-apaan ini? Kau tidak bilang kalau kecepatanmu telah meningkat… Kalau seperti ini, aku mungkin akan kesulitan melawanmu,” ucap Gundai, sambil berkonsentrasi menatap ke sekitaran untuk mencoba memperkirakan kemunculan dari Yermo.
“Akh…” Tiba-tiba Yermo muncul tepat di belakang Gundai, dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir merah bertegangan tinggi, hingga membuat pria Tengal itu pun terhempas ke jarak yang jauh.
Belum puas dengan serangannya, Yermo meluncur mendekati Gundai yang tengah terhempas, kemudian melancarkan serangannya secara bertubi-tubi, membuat Gundai terhempas ke arah yang berbeda-beda, sampai membuatnya terkapar di tanah.
Yermo sekali lagi muncul tepat di depan Gundai sambil melancarkan serangan proyeksi elemen petir merah kembali, namun kini Gundai dengan sigap kembali berdiri kemudian mengakses kekuatannya.
“Tekhnika ekzortsista… Holy shield protector…” Dengan cepat, Gundai sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan dari Yermo.
“Apa?” Akan tetapi, dalam sepersekian detik Gundai pun terkejut karena serangan proyeksi elemen petir dari Yermo dapat dengan mudah menembus perisai proyeksi yang diciptakan olehnya.
“Sial…” Umpat Gundai, tidak menyangka bahwa teknik Venerate pembasmi ternyata tidak akan mempan menahan serangan Yermo yang telah berada dalam wujud kekuatan pelepasan kedua.
Gundai pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga tubuhnya memancarkan proyeksi energi dalam jumlah yang besar.
Ketika Yermo menghilang dengan pergerakan yang sangat cepat, pemimpin negeri Tengal itu pun sontak mengikutinya dengan kecepatan tinggi juga.
Yermo kembali melancarkan serangan proyeksi elemen petir, yang langsung dibalas oleh Gundai dengan memproyeksikan energinya dalam jumlah yang besar. Kedua serangan tersebut sontak saling bertabrakan, hingga menciptakan serbuah ledakan yang besar, membuat bangunan-bangunan yang berada di sekitar merekapun sontak hancur berkeping-keping.
Yermo dan Gundai terus-terusan saling menyarang satu sama lain, namun perlahan-lahan Gundai pun mulai merasakan bahwa kemampuannya tampak kurang mendominasi akibat sebelumnya sempat menerima serangan dari salah satu Continent Venerate Pavonas, yang sempat membuatnya kembali berubah ke wujud semula.
Ketika mereka secara bersamaan kembali melancarkan serangan satu sama lain, tiba-tiba serangan milik Gundai lenyap diterjang serangan proyeksi elemen petir dari Yermo. Hal tersebut lantas membuat Gundai pun menerimanya, dan kembali menghempaskannya hingga terkapar.
Yermo perlahan mendekati Gundai yang sudah berada dalam keadaan lemah sambil memproyeksi pancaran elemen petir merah dari salah satu tangannya untuk mencoba menyerang pemimpin negeri Tengal itu sekali lagi.
“Ukh…” Tiba-tiba Yermo terhentak ketika Galshu seketika muncul tepat dihadapannya sambil melancarkan serangan proyeksi energi.
“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…” Untuk yang ketiga kalinya, pria Tengal itu menggunakan tekniknya, hingga Yermo tiba-tiba berubah kewujud semulanya.
“Akh…” Akibat efek teknik tersebut, Yermo pun jatuh terkapar dengan keadaan lemah.
“Yang mulia… Biar kali ini aku yang menanganinya,” ucap Galshu.
Pria itu kemudian menarik Yermo yang telah terkapar kembali berdiri, kemudian berkonsentrasi memfokuskan energi pada salah satu tangannya.
**
“Sial…”
Melihat hal tersebut, Vahal serta alesov lantas berlari untuk mencoba menghentikan Continent Venerate Tengal tersebut.
Akan tetapi, mereka berdua tiba-tiba dihalangi oleh Gundai yang dengan cepat kembali berdiri.
Karena mengetahui bahwa mereka tidak bisa mengalahkan Gundai, Vahal serta Alesov pun hanya bisa terdiam sambil bersiaga terhadap serangan yang akan dilancarkan oleh World Venerate Tengal tersebut.
“Breaking spatial...”
“Akh…” Sementara Galshu yang telah siap dengan serangannya, sontak melancarkan energi yang memancar dari tangannya pada Yermo hingga membuat pria itu pun terhempas.
Disaat yang bersamaan, akibat menerima serangan tersebut, tiba-tiba beberapa benda, termasuk patung emas yang dipegang oleh Yermo muncul berjatuhan.
Ternyata serangan yang dilancarkan oleh Galshu, dapat membuat semua benda yang telah disimpan di dalam ruang spasial milik seorang Venerate tingkat atas dapat keluar dengan mudahnya.
Melihat patung emas yang diincar mereka, Galshu pun meluncur dan kemudian menangkapnya.
“Akhirnya…” Pria itu pun tersenyum, karena berhasil mendapatkan benda yang diincar oleh mereka.