The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 42 - Kota Brinaroz



“Selamat di kota Brinaroz tuan-tuan dan nona…”


Beberapa saat kemudian, Gudov, Aryuna serta Bergen bertemu dengan beberapa Venerate pembasmi yang masih tersisa, dimana salah satunya lantas menyapa mereka bertiga.


“Ngomong-ngomong, apa kalian datang kemari menyusul dua Land Venerate dari kota Lavodikvost?” Tanya salah satu Venerate di kota tersebut.


“Dua Land Venerate… Oh, benar… Kami datang kemari untuk menyusul dua Land Venerate yang sudah tiba lebih dulu…” Jawab Gudov, megetahui bahwa dua Land Venerate yang dibahas merupakan para Venerate yang pernah berpapasan dengannya, serta diperintahkan oleh Alesov ke wilayah perbatasan tersebut.


“Kalau begitu, lebih baik ikut kami terlebih dahulu… Biar kami ceritakan secara detail mengenai kejadian hilangnya rekan-rekan kita selama beberapa hari sebelumnya…” Ucap salah satu Venerate, mengajak Gudov dan yang lain pergi ke suatu tempat untuk membahas mengenai para Venerate yang menghilang, sebelum mereka mencari kebenarannya.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov, Aryuna, Bergen serta Venerate pembasmi yang lain kini berada di sebuah ruangan pertemuan, dimana salah satu Venerate menceritakan mengenai kejadian yang terjadi di wilayah perbatasan tersebut.


“Memang baru akhir-akhir ini para Venerate yang sementara berjaga di garis perbatasan, khususnya pertemuan tiga titik perbatasan wilayah diinformasikan telah hilang tanpa sebab yang jelas…” Ucap salah satu Venerate.


Dia kemudian menjelaskan bahwa para Venerate yang setelahnya menghilang sebenarnya merupakan orang-orang yang sementara mencari para Venerate pembasmi yang pertama kali menghilang, namun entah kenapa mereka juga tidak kembali setelah setelahnya, hingga para Venerate yang tersisa memutuskan untuk memberitahukan ini ke kota Lavodikvost, yang merupakan kota utama di daerah tersebut.


Venerate yang sedang menjelaskan tersebut juga mengatakan bahwa mereka kini hanya hanyalah para Venerate yang berada dibawah tingkatan Regional Venerate, hingga membuat mereka lantas merasa ragu untuk mendekati garis perbatasan, dikarenakan pemimpin yang bertanggung jawab diantara mereka semua yaitu Ernan Bulchayev juga dinyatakan telah menghilang.


Mendengar pernyataan mengenai salah satu Venerate bernama Ernan, Aryuna lantas menundukkan kepalanya, merasa sedih karena pria yang memiliki hubungan dengannya tersebut ternyata sampai sekarang masih belum ditemukan.


“Terima kasih atas informasinya, tapi sepertinya aku harus segera pergi ke tempat perbatasan sekarang juga...” Melihat Aryuna nampak sedih, Gudov pun lantas berinisiatif untuk segera menuju ke garis perbatasan.


“Aryuna… Bergen… Apakah kalian siap?” Tanya Gudov mengenai kesiapan dari dua rekan yang datang bersamanya tersebut.


Aryuna dan Bergen lantas menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, merespon bahwa mereka siap untuk menuju ke tempat perbatasan negeri, walaupun sedikit merasa ragu bahwa para Venerate yang hilang bisa ditemukan lagi, termasuk Aryuna yang berharap bahwa tunangannya Bergen masih bisa selamat.


“Kalian akan pergi kesana?” Tanya salah satu Venerate, ingin memastikan bahwa Gudov bersama dengan kedua rekannya memang ingin memutuskan untuk berusaha mencari para Venerate yang hilang.


“Tentu saja… Aku pasti bisa menemukan mereka… Jika kalian masih ragu, biarkan kami bertiga yang pergi,” jawab Gudov, dengan percaya diri akan menemukan Venerate yang menghilang, serta menyuruh para Venerate yang masih tersisa untuk tinggal saja di kota tersebut karena mengatahui bahwa mereka kemungkinan untuk pergi ke tempat hilangnya rekan-rekan mereka.


***


Gudov beserta dua rekannya diberikan sebuah kendaraan oleh para Venerate di kota tersebut untuk menuju ke wilayah perbatasan yang masih berada beberapa kilometer dari tempat tersebut.


“Kalau begitu kami pergi dulu…” Ucap Gudov, berpamitan kepada para Venerate.


“Hati-hatilah… Semoga kalian bisa menemukan mereka…” Balas salah satu Venerate sambil memberikan nasehat kepada Gudov dan yang lain.


***


Sementara di wilayah perbatasan, lebih tepat pada sisi antara garis wilayah negeri Tengal serta negeri Chundo, terlihat Yermo bersama dengan para Venerate Tengal yang berasal dari organisasi sekte hendak mencoba untuk menyebrang garis perbatasan daratan yang dibatasi oleh sebuah pagar besi setinggi sepuluh meter yang berdiri di sepanjang batas wilayah kedua negeri tersebut.


“Cukup tinggi… Tapi kurasa ini sedikit mendingan untuk kalian kan…”


Baru saja mengatakan hal tersebut kepada para Venerate Tengal, tiba-tiba saja mereka dengan cepat langsung melompat dengan ketinggian sekitar lima belas meter, melewati pagar besi tersebut.


“Tuan… Jika kau tidak bisa melompatinya, kami hancurkan saja pagar ini… Lagipula yang membangunnya dari negeri Tengal…” Ucap salah satu Venerate Tengal, menyarankan agar menghancurkan pagar tersebut untuk bisa dilewati oleh Yermo karena pagar besi tersebut merupakan property yang dibangun oleh negeri Tengal.


“Tidak perlu sampai seperti itu…” Ucap Yermo kemudian perlahan-lahan mengakses kekuatannya, melayang melewati pagar besi setinggi sepuluh meter tersebut dan menghampiri para Venerate Tengal.


“Aku lupa bahwa Venerate tingkat atas memiliki ilmu meringankan tubuh dengan sempurna,” ucap salah satu dari Venerate Tengal, melihat kemampuan melayang Yermo yang dalam sekejap sebenarnya mampu melewati pagar yang bahkan memiliki ukuran puluhan kali dari tinggi pagar besi tersebut.


“Karena sudah berada di wilayah negeri lain, kurasa kita memang harus bekerja sama disini…” Ucap Yermo.


“Baik tuan…”


Para Venerate Tengal lantas menyetujui ucapan Yermo karena sebelum datang ke tempat perbatasan tersebut mereka bahkan sudah memutuskan bekerja sama dengan pria itu, dengan alasan bukan meras takut kepadanya, melainkan karena memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari para Venerate Pavonas serta Tengal yang menghilang.


Yermo dan para Venerate Tengal berjalan lebih dalam ke wilayah negeri Chundo sambil terus bersiaga dengan suatu kemungkinan yang buruk setelah memasuki wilayah tersebut.


***


Kembali pada Gudov dan yang lain, dimana kini mereka telah berada di wilayah perbatasan yang memang sudah tidak terlihat sebuah pemukiman apapun disekitarnya, bahkan jalan yng dilewati oleh kendaraan mereka perlahan-lahan sudah mulai untuk tidak bisa dilewati lagi.


“Kurasa kita harus berjalan kaki mulai dari sini…” Ucap Bergen, merasa bahwa kendaraan yang dinaiki mereka sudah tidak bisa melewati jalan yang ada, sementara tepat di depan mereka tampak sebuah hutan yang memang tidak mungkin bisa dilewati oleh kendaraan manapun.


Karena hanya pilihan tersebut yang ada, Gudov bersama dengan kedua rekannya tersebut lantas turun dari kendaraan mereka, kemudian melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki dan masuk ke dalam hutan.


***


Beberapa saat kemudian, setelah berjalan lebih dalam di tengah hutan tersebut, Gudov lantas tidak bisa merasakan pancaran tekanan kekuatan setidaknya dari makhluk astral yang kemungkinan menjadi penunggu hutan tersebut.


“Aneh sekali… Kenapa tidak ada hawa keberadaan makhluk-makhluk astral di dalam hutan ini? Padahal jika melihat ke sekitaran hutan ini memang sedikit mencekam dan bahkan jika kita bukan Venerate pembasmi, aku rasa kita akan mulai ketakutan,” ucap Gudov lantas merasa heran dengan keadaan yang ada.