The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 13 - Pasukan Pavonas datang membantu



“Gudov… Kau harus selamat bagaimanapun juga…” Ucap ayahnya Gudov, melihat anaknya, istrinya kabur dari tempat tersebut.


Karena sudah tidak kuat lagi untuk menahan keadaannya yang sudah sangat parah akibat mendapatkan luka tusukan sebelumnya, pria itu pun perlahan menutup kedua matanya dan akhirnya meninggal.


**


“Tunggu…”


Sementara itu, para prajurit Tengal yang hendak mengejar Gudov berserta ibunya, tiba-tiba langsung dihentikan oleh Galshu.


“Biar aku yang mengejar mereka…” Ternyata Galshu memerintahkan para bawahannya untuk tidak mengejar Gudov berserta ibunya, adalah karena Venerate Tengal itu ingin dengan sendirinya mengejar mereka.


“Kalian urus pria ini…” Ucap Galshu, menunjuk Yermo yang tidak sadarkan diri, kemudian pergi dari tempat tersebut.


***


Di sisi lain, Gudov terlihat merasa sedih akibat harus meninggalkan ayahnya pergi kabur dari jangkauan para Venerate negeri Tengal.


Disamping itu, remaja itu masih merasa heran akibat ibunya ternyata merupakan seorang Venerate, yang selama ini tidak pernah diketahuinya.


“Ibu… Apakah kau sama seperti tuan Yermo, yang mereka sebut sebagai Venerate itu?” Tanya Gudov, penasaran sambil berlari mengikuti ibunya.


“Akan ibu jelaskan mengenai hal itu jika kita berhasil kabur dari tempat ini,” jawab ibunya, masih enggan untuk menjelaskan bagaimana dirinya merupakan seorang Venerate.


Gudov pun mengerti dengan penjelasan ibunya tersebut, dan lebih memilih untuk tetap fokus kabur dari jangkauan prajurit negeri Tengal yang kemungkinan sedang mengajar mereka.


“Akh…” Tiba-tiba, sebuah serangan proyeksi energi meluncur ke arah mereka, membuat Gudov serta ibunya seketika terhempas, walaupun efek hempasan angin dari serangan tersebut.


Ketika terkapar, ibunya seketika menghampiri Gudov, untuk melhat keadaan dari anaknya tersebut.


“Kau baik-baik saja nak?” Tanya ibunya.


“Iya… Jangan khawatir…” Jawab Gudov, menyatakan bahwa dirinya masih baik-baik saja, karena serangan yang meluncur tersebut tidak mengenai dirinya secara langsung.


“Benar… Aku melancarkan serangan tersebut setidaknya hanya untuk membuat pergerakan kalian terhenti.”


Akan tetapi, Galshu tiba-tiba muncul dihadapan Gudov beserta ibunya sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.


“Gudov… Pergi dari sini, biar ibu yang menahan orang itu,” ucap ibunya Gudov, menyuruh anaknya untuk pergi sembari dirinya akan menahan Galshu.


“Tidak ibu… Aku tidak mau…” Namun, Gudov lantas menolak perintah dari ibunya tersebut.


“Gudov… Ibu mohon, cepat lari dari sini…” Ucap ibunya, kembali menyuruh anaknya untuk pergi.


“Akh…”


“Apa kalian sudah selesai?”


Disaat yang bersamaan, Galshu yang terlihat muak dengan sekejap meluncur ke depan, lalu mencekik leher ibunya Gudov. Dengan menggunakan satu tangannya, pria Tengal itu perlahan-lahan mengangkat ibu Gudov ke atas, sampai membuat wanita itu sulit untuk bernafas.


Saat mengalami kesulitan, ibu dari Gudov mengakses kekuatannya, menyalurkan proyeksi energi pada senjata tajam yang masih dipegang olehnya.


Dengan cepat, ibu Gudov langsung mengayunkan senjata tajam yang dilapisi oleh proyeksi energi miliknya, menyerang Galshu, namun dengan sigap Venerate Tengal itu langsung menghindarinya sambil melepaskan wanita yang dicekiknya tersebut.


Setelah cengkraman tanga Galshu terlepas, ibunya Gudov kemudian degan sigap meluncur ke arah Venerate Tengal itu sambil melancarkan serangan.


Akan tetapi, Galshu yang merupakan Venerate tingkat atas, dengan mudah mampu menghindari serangan tersebut tanpa merasa kesulitan sama sekali.


“Akh…” Karena merasa bahwa serangan tersebut percuma saja, Galshu seketika mengibaskan tangannya, membuat ibu dari Gudov sontak terhempas.


Ketika wanita tersebut terkapar dengan keadaan lemah, Galshu perlahan-lahan mendekatinya, namun tiba-tiba Gudov dengan sigap langsung menghalangi pria itu, walaupun tahu bahwa hal itu tidak akan berarti bagi Venerate Tengal tersebut.


Tanpa pikir panjang, Galshu langsung mencekik leher Gudov, kemudian mengangkat remaja itu, sama seperti yang dilakukan pada ibunya pada sebelumnya.


“Gudov…” Teriak ibunya, melihat remaja tersebut dicekik oleh Galshu.


Walaupun dalam keadaan yang lemah, ibunya dengan berusaha kembali berdiri, lalu berlari mendekati anaknya.


“Tekhnika ekzortsista…”


“Ukh…” Dengan cepat, ibunya Gudov melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah, hingga membuat pria Tengal itu terhentak ke belakang, serta membuat cengkraman tangannya lantas terlepas dari leher Gudov.


Ibunya kemudian mendekati Galshu sambil kembali melapisi senjata tajam yang dipegangnya dengan proyeksi energi miliknya.


“Sudah cukup…”


Ketika hendak menyerang Galshu, dengan sigap Venerate Tengal itu langsung menepis serangan ibu Gudov dengan hanya menggunakan tangan kosong.


“Akh…” Dengan cepat Galshu merebut senjata tajam yang dari tangan wanita itu, kemudian tanpa pikir panjang langsung menusuknya.


“Ibu…!” Teriak Gudov, melihat ibunya ditusuk oleh Galshu.


Remaja itu pun langsung berlari, kemudian menangkap ibunya ketika hendak jatuh terkapar.


“Ibu…” Ucap Gudov dengan perasaan khawatir melihat luka tusukan yang diterima ibunya tampak terlihat parah.


Entah apa yang harus dilakukan olehnya kini, dimana dalam situasi tersebut Gudov tidak bisa berpikir dengan jernih. Ditambah, kemungkinan Galshu yang berada di hadapannya tersebut akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya kepada ibu dari remaja tersebut.


“Kenapa kalian melakukan ini? Setidaknya jika kau meginginkan patung itu, kau tidak perlu melakukan hal ini…” Ucap Gudov pada Galshu, karena telah melakukan hal yang kejam terhadap para warga kota tersebut, serta kepada kedua orangtuanya, hanya untuk mencari patung emas yang masih berada di tangan Yermo.


“Uakh…” Tidak merasa ibah dengan ucapan dari Gudov, tanpa pikir panjang Galshu langsung menendang remaja itu hingga tersungkur ke tanah.


Venerate Tengal itu kemudian mengakses kekuatan miliknya, melapisi senjata tajam yang direbutnya dari tangan ibunya Gudov sebelumnya, dengan proyeksi energinya.


Ketika hendak menyerang Gudov yang tengah terkapar, tiba-tiba sebuah serangan proyeksi cahaya meluncur ke arahnya, membuat Galshu pun langsung melompat ke belakang untuk menghindarinya.


Tiba-tiba seseorang pria turun dari arah atas, mendarat tepat di depan Gudov serta ibunya yang sedang sekarat.


“Ternyata kau Galshu yah… Lama tidak bertemu…” Ucap pria tersebut, mengetahui Galshu, dan lantas menyapanya.


“Kau…” Galshu pun lantas terkejut melihat kedatangan pria itu, yang kemungkinan juga dikenal olehnya.


***


Sementara itu, di tempat para warga yang sedang kerasukan, seketika pasukan negeri Pavonas yang sebelumnya sempat dipanggil oleh Yermo, akhirnya datang ke tempat tersebut.


Dengan sigap, beberapa dari mereka mengakses kekuatan mereka masing-masing, menggabungkannya, menciptakan sebuah diagram proyeksi sama seperti yang dilakukan oleh Yermo sebelumnya untuk berusaha melenyapkan makhluk-makhluk astral yang masih merasuki tubuh para warga yang berada disekitar situ.


Sedangkan beberapa pasukan lain, mencoba menghalangi para warga yang kerasukan serta prajurit Tengal yang hendak mengagalkan teknik dari beberapa prajurit Pavonas tersebut.


**


Melihat hal tersebut, Salkhishu nampak sedikit merasa senang karena hal kejam yang dilihatnya itu akan segera berakhir, walaupun sebenarnya dia berada di pihak Tenngal yang melakukan penyerangan ke kota tersebut.