The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 46 - Identitas para penculik diketahui



Gudov pun sontak tidak bisa melakukan apa-apa lagi setelah menerima serangan sebelumnya, hingga membuatnya hanya bisa terkapar dalam keadaan lemah, sementara Venerate yang membuatnya terkapar sontak mengakses kekuatan hingga memancarkan proyeksi energi dalam skala yang cukup besar, bertujuan untuk mengakhiri pemuda tersebut.


“Tekhnika ekzortsista... Evil exterminator light...”


Untung saja dengan tepat waktu, Badkil, salah satu Land Venerate yang ditugaskan di wilayah tersebut, datang dan langsung menyerang Venerate dari negeri Chundo tersebut hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Setelah Badkil muncul, tak berapa lama rekan Lan Venerate lain yaitu Kharcana dengan muncul, dan seketika mengakses kekuatan miliknya, menciptakan sebuah diagram proyeksi bercahaya tepat di bawahnya Venerate Chundo yang masih terkapar.


“Tekhnika ekzortsista... Light of purge...”


Diagram proyeksi tersebut seketika memunculkan efek pancaran elemen cahaya ke arah atas, namun dengan sigap langsung dihindari oleh Venerate Chundo tersebut.


Venerate Chundo yang masih belum diketahui oleh Gudov dan yang lain itu dengan sigap memproyeksikan energi menjadi sebuah serangan tebasan energi ke arah Badkil dan Kharcana.


Kedua Land Venerate itu pun dengan sigap menghindar, akan tetapi serangan tersebut sontak merobohkan pohon yang langsung mengarah pada Gudov, yang sulit untuk berdiri akibat berada dalam keadaan yang lemah.


Badkil dan Kharcana pun dengan cepat mengantisipasi pohon yang roboh tersebut ke arah Gudov dengan melancarkan beberapa serangan proyeksi elemen cahaya, hingga pohon tersebut hancur berkeping-keping, dan tidak sempat menimpa Gudov yang berada dibawahnya.


“Sial...” Badkil pun mengumpat ketika mengetahui bahwa Venerate misterius yang belum diketahui mereka berasal dari Chundo tiba-tiba sudah tidak berada di tempat itu, karena sebenarnya memanfaatkan serangan sebelumnya untuk bisa melarikan diri.


Badkil mengakses kekuatan observasinya untuk mencari keberadaan Venerate tersebut sambil, namun hasilnya nihil karena dirinya tidak bisa menemukan keberadaan dari Venerate tersebut di sekitar hutan yang luas itu.


Walaupun para Venerate misterius itu telah melarikan diri, namun mereka telah berhasil kembali membawa Aryuna yang sebelumnya tidak sadarkan diri setelah menerima serangan pertama kalinya.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov pun tersadar telah berbaring di salah satu pohon pada hutan tersebut, dan pertama kali melihat dua Land Venerate yang datang menolongnya.


“Tuan Badkil... Nyonya Kharcana...”


“Ternyata kalian Venerate yang sebelumnya menggunakan memberikan isyarat...” Ucap Badkil, membahas mengenai serangan yang dilakukan oleh Gudov ketika tersesat, dan sontak dilihat oleh Badkil dan Kharcana, serta membuat para Venerate Chundo terpancing.


“Maaf kami sebelumnya tersesat dan hanya bisa mengingat cara itu...” Ucap Gudov.


Setelah menjelaskannya pada Badkil dan Kharcana, pemuda itu pun melihat rekannya Bergen yang berada di depan telah sadarkan diri juga, namun tampak memasang ekspresi wajah khawatir.


Saat itulah Gudov pun menyadari bahwa Aryuna memang tidak ada disekitar tempat itu, membuatnya terkejut karena mengetahui arti dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Bergen.


“Dimana Aryuna?” Tanya Gudov dengan ekspresi panik.


“Sepertinya dia dibawah oleh orang-orang misterius itu,” jawab Bergen.


“Apa?” Gudov pun terkejut mendengar pernyataan dari Bergen.


“Apa kalian tahu kemana arah pergi orang-orang misterius itu?” Tanya Gudov sekali lagi, ingin memastikan arah melarikan diri para Venerate Chundo yang masih belum diketahuinya.


Bergen yang tidak mengetahui hal tersebut akibat terlebih dahulu tidak sadarkan diri, sontak langsung menggelengkan kepalanya.


“Sial...” Gudov mengumpat dengan kesal karena tidak menyangka bahwa rekannya akan menjadi korban penculikan dari pihak yang sampai saat ini masih belum diketahui oleh mereka.


“Kita tidak tahu kemana membawa Aryuna bahkan Venerate yang tertangkap sebelumnya... Entah mereka berasal dari negeri Tengal ataupun Chundo,” ucap Badkil merasa kesulitan untuk menentukan siapa pihak yang menculik Venerate mereka.


“Mereka adalah anak buah dari Hwanghon...”


Tiba-tiba saat kebingungan mengenai informasi para orang misterius tersebut, mereka seketika terkejut melihat makhluk astral berwujud seorang perempuan muncul di dekat mereka. Terlebih lagi, Gudov yang mampu mendengar suara dari makhluk astral tersebut sontak lebih terkejut lagi.


“Hei... Lebih baik kau pergi sebelum kami menyerap habis tubuh jiwamu...” Melihat makhluk astral tersebut, dengan sigap Badkil pun memperingatinya, sambil hendak melancarkan sebuah serangan ke arah makhluk astral tersebut.


“Tunggu tuan Badkil... Aku bisa mendengar dia mengatakan sesuatu...” Gudov pun langsung menghentikan Badkil yang hendak menyerang makhluk astral tersebut, karena informasi mengenai para penculik diketahui olehnya.


“Apa maksudmu?” Tanya Badkil, tidak mengerti karena tidak mengetahui bahwa Gudov memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk astral.


“Tolong jangan serang dia... Aku akan berkomunikasi agar dia bisa mengatakan siapa pihak yang menculik Aryuna dan yang lain...” Jawab Gudov, memperingati Badkil maupun Kharcana yang belum mengetahui tujuan mereka sebelumnya untuk tidak mencoba menyerang makhluk astral tersebut.


Sedikit percaya bahwa pemuda tersebut akan mendapatkan informasi, Badkil maupun Kharcana lantas mengurungkan niat mereka untuk menyerang.


“Apa yang barusan kau katakan?” Tanya Gudov dengan ekspresi wajah serius pada makhluk astral tersebut.


“Orang-orang yang menculik teman kalian... Adalah bawahan dari Hwanghon...” Jawab makhluk suci itu.


“Hwanghon...” Respon Gudov, tidak mengetahui seseorang yang dibahas oleh makhluk astral tersebut.


“Hei tunggu...” Baru saja mengatakan mengenai Hwanghon yang tidak dimengerti oleh Gudov, makhluk astral itu lantas dengan sekejap langsung menghilang.


“Barusan kau mengatakan Hwanghon, Gudov?” Tanya Badkil, sedikit terkejut mendengar ucapan Gudov, yang dimana Badkil pun nampak mengetahui siapa Hwanghon yang dibahas oleh pemuda itu.


“Iya, makhluk astral itu mengatakan bahwa orang-orang misterius yang menyerang adalah bawahan dari Hwanghon,” jawab Gudov.


“Berarti bukan negeri Tengal... Melainkan negeri Chundo-lah yang menculik para Venerate kita...” Ucap Badkil.


“Hwanghon yang barusan kau bahas adalah salah satu pemimpin negeri Chundo, yang bahkan wilayah kekuasaannya memang berbatasan dengan Pavonas,” lanjut Badkil, menjelaskan mengenai Hwanghon.


“Jadi negeri Chundo yang menculik mereka semua...” Ucap Gudov.


“Ini gawat... Jika memang benar bahwa orang-orang misterius itu dari negeri Chundo, maka Venerate kita sedang dalam bahaya,” ucap Badkil dengan ekspresi khawatir.


“Ada apa tuan Badkil? Apa kau mengetahui sesuatu?” Tanya Gudov penasaran, begitu juga dengan Bergen dan Kharcana.


Badkil pun menjelaskan mengenai sesuatu yang baru diingatnya, dimana kejadian ini hampir sama persis dengan kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu, pada saat itu para Venerate Pavonas hilang secara misterius dan tidak tahu penyebabnya.


Menurut sebuah mitos yang pernah didengarnya, kemungkinan kejadian ini berhubungan dengan dua kejadian yang terjadi dulu maupun sekarang, dimana ada sesosok makhluk suci di semenanjung Chundo yang sering menyerap energi spirit para Venerate.