The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 16 - Para Venerate tingkat atas Pavonas



“Apa jika mereka adalah Venerate, aku juga begitu?” Tanya Gudov, penasaran.


“Kau…” Tiba-tiba baru saja hendak mengatakan sesuatu, Yermo pun terdiam karena merasa bahwa Gudov masih belum bisa untuk mengetahui yang sebenarnya.


“Tentu saja kau adalah Venerate… Tapi, karena selama ini tidak melatih dirimu, kau tetap akan sulit menguasai kekuatan kami.” Tak berapa lama Yermo sontak mengatakan kebenaran tersebut kepada Gudov.


*


“Setidaknya itu saja yang harus kukatakan…” Ucap Yermo dalam hati, ternyata masih menyimpan kebenaran lain yang tidak mau diberitahukannya kepada Gudov.


**


“Jadi seperti itu yah…” Gudov tampak biasa-biasa saja mendengar pernyataan dari Yermo, karena walaupun dirinya ingin membalas dendam terhadap Venerate yang membuat ayahnya tiada, dirinya tetap tidak bisa melakukan hal tersebut akibat masih tidak diketahui apakah dirinya memiliki sebuah kekuatan, dan ditambah juga bahwa Venerate Tengal, yang tidak lain adalah Galshu, merupakan Venerate tingkat atas yang memang memiliki kekuatan yang besar.


***


Beberapa saat kemudian, di kota Vegoblashcensk terlihat beberapa Venerate tingkatan atas dari wilayah lain akhirnya sampai di kota tersebut.


Para Venerate tingkat atas tersebut diantaranya adalah Rodelmpt Viardzis dari wilayah Briseria Barat Laut, Verzikyn Krycnan dari wilayah Briseria Timur Laut, Filarev Wrokiewicz dari wilayah Far East Utara, dan Alesov Jarawski dari wilayah Timur Far East Selatan, dimana wilayah-wilayah tersebut berbatasan dan paling dekat dengan wilayah dari kota Vegoblashcensk, yaitu Briseria Tenggara.


“Selamat datang tuan-tuan… Seperti yang kalian lihat, kota ini sedikit hancur akibat penyerangan pasukan Tengal sebelumnya,” ucap Vahal, menyapa para Venerate tingkat atas yang merupakan pemimpin dari wilayah-wilaayah yang berada di negeri Pavonas, serta membahas mengenai keadaan dari kota dimana mereka berada tersebut.


“Bagaimana dengan pasukan Tengal?” Tanya pria bernama Verzikyn, sambil memperhatikan ke sekitaran kota yang nampak terlihat tenang, walaupun memang terlihat kacau balau.


“Mereka telah mundur, namun aku masih ragu bahwa pasukan negeri seberang itu akan melakukan penyerangan mereka dalam waktu terdekat,” jawab Vahal.


“Benar… Aku juga yakin mereka pasti akan melakukan penyerangan kembali…” Respon pria tersebut.


“Tetapi, apa tujuan mereka ingin menyerang kota ini? Aku rasa pasukan Tengal memiliki sebuah tujuan selain menguasai wilayah ini.” Disamping itu salah satu Venerate Pavonas lain yang bernama Rodelmpt, nampak merasa curiga dengan penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Tengal, dimana negeri tersebut tidak akan mau mencari gara-gara dengan Pavonas jika melihat kekuatan tempur Tengal yang lebih lemah dibandingkan dengan negeri Pavonas.


Namun sebaliknya, walaupun kekuatan tempur dari negeri Pavonas lebih kuat dibandingkan dengan negeri Tengal, pasukan Pavonas sulit mengakses wilayah luas mereka ketika mendapatkan serangan, maka karena itu pasukan Pavonas harus membutuhkan waktu lebih untuk bisa sampai ke wilayah yang mendapatkan serangan, yang memang beresiko bahwa para warga yang berada di daerah tersebut akan berada dalam bahaya untuk waktu yang sedikit lama.


“Benar sekali… Aku juga merasakan bahwa mereka memiliki tujuan lain, karena Venerate tingkat atas Tengal yang datang menyerang hanya Galshu Shuurga’ur saja,” ucap Vahal.


“Galshu Shuurga’ur… Sialan dengan Venerate itu… Aku yakin pasti dia tidak akan menyerah, dan akan melanjutkan penyerangannya sebelum mendapatkan apa yang dia mau,” respon Venerate bernama Filarev, mengetahui sifat Venerate dari negeri Tengal tersebut.


“Aku masih ingat bagaimana penyerangan wilayah Far-East oleh pasukan Tengal yang dipimpin oleh pria itu, serta dibantu pasukan Chundo… Untung saja waktu itu, mereka sempat dihentikan, jika tidak mereka kini sudah menguasai wilayah penyebrangan kita ke benua Aizolica,” sambung Venerate bernama Alesov tersebut berkata, menjelaskan mengenai penyerangan pada masa lalu yang pernah dipimpin oleh Galshu.


“Bukankah kau tuan Balaunouski dari wilayah Pavonov Barat Daya bagian barat?” Tanya Venerate bernama ???, terkejut melihat Yermo.


“Kurasa kau sudah salah mengira seseorang…” Jawab Yermo.


“Tidak mungkin… Kau tidak pernah berubah setelah menghilang beberapa tahun yang lalu,” ucap Venerate bernama ???, sangat yakin bahwa pria yang datang menemui mereka itu memang merupakan Venerate yang mereka kenal.


“Tentu saja dia adalah Yermo Balanouski, Continent Venerate yang menghilang setelah kekalahannya dari bangsa Friedenic beberapa tahun yang lalu,” sambung Vahal, meyakinkan bahwa pria itu memanglah Yermo yang mereka kenal.


“Aku lupa bahwa tidak sebelumnya tidak menyangkal identitasku padamu…” Ucap Yermo pada Vahal.


“Ngomong-ngomong… Terima kasih karena sudah mau datang untuk membantuku datang ke wilayah ini tuan-tuan,” lanjut pria itu berkata, megucapkan terima kasih kepada para pemimpin dari wilayah-wilayah di negeri Pavonas.


“Sama-sama tuan Yermo… Kami juga masih menjadi bagian negeri Pavonas, karena sudah menjadi kewajiban kami untuk datang membantu mengatasi penyerangan yang terjadi di wilayah Pavonas,” respon salah satu Venerate tingkat atas Pavonas.


***


Sementara itu, di wilayah negeri Tengal, Gundai, Jungdai, serta Galshu masuk ke sebuah bangunan tua yang berada di pinggiran kota yang bersebrangan dengan wilayah negeri Pavonas.


“Kenapa kita datang kemari ayah?” Tanya Jungdai penasaran, ketika mereka memasuki bangunan tersebut, dan sontak mengarah mereka ke sebuah tangga yang panjang menuju ke bawah tanah.


“Lihat dan perhatikan saja kemana kita akan pergi,” jawab Gundai, tidak mau memberitahukan tujuannya memasuki bangunan tua tersebut.


Dengan berbekal sebuah lentera sebagai penerang, Gunda serta dua Venerate negeri Tengal yang lain, akhirnya berhasil melewati tangaa yang pantang tersebut, dan sampai di depan sebuah pintu misterius.


Gundai menaruh lentera yang dipegangnya, kemudian berkonsentrasi mengakses kekuatannya. Saat pemimpin negeri Tengal itu mengucapkan sebuah kalimat panjang yang sulit dimengerti, sontak pintu misterius itu memancarkan sebuah cahaya, layaknya memilki sebuah kekuatan.


Pintu misterius itu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, dan memperlihatkan sebuah lorong yang panjang berada di dalamnya, yang hampir di setiap bagian dipenuhi oleh bongkahan-bongkahan kristal, yang memancarkan sebuah cahaya yang terang.


“Kita berada sekitar semil dibawah permukaan, dan tentu saja berada dibawah dasar sungai perbatasan Tengal dan Pavonas,” ucap Gundai.


“Jadi maksudmu kita akan menyebrang ke negeri Pavonas melewati lorong yang panjang ini… Kenapa kita tidak menyebrang melewati permukaan saja?” Mendengar pernyataan dari Gundai, pangeran negeri Tengal itu pun lantas mengerti, dan sontak bertanya mengapa tidak melewati rute yang biasa.


“Walaupun aku bisa membumihanguskan kota Pavonas itu, namun aku baik negeri Tengal tetap akan sulit melawan amarah dari para Venerate tingkat atas Pavonas, termasuk sang pemimpin agung mereka…”


“Akan lebih baik jika kita masuk secara diam-diam untuk mencari patung keramat itu…” Ucap Gundai menjelaskan kepada putranya bahwa mereka melakukan cara tersebut untuk menghindari peperangan dengan negeri Pavonas.