The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 12 - Venerate diantara para warga



“Uakh…” Galshu pun seketika terhempas menerima serangan tebasan proyeksi yang dilancarkan oleh Yermo, ketika dirinya kesulitan untuk menangani kobaran api yang membakar tubuhnya.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”


Ketika Yermo melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, Galshu yang sedang terkapar dengan sigap memutar tubuhnya, menghindari serangan tersebut.


Venerate Tengal itu dengan cepat kembali berdiri, kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari tombak kapak miliknya.


“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…”


Akan tetapi, Yermo telah lebih dulu mengakses kekuatannya, menciptakan sebuah proyeksi diagram bercahaya, tepat dibawah kaki Galshu.


“Akh…” Ketika diagram proyeksi itu dalam sekejap memunculkan efek proyeksi elemen cahaya, Galshu yang berada di dalamnya sontak terhempas ke atas, kemudian jatuh kembali ke permukaan dengan kerasnya.


Galshu terkapar dengan keadaan lemah, sembari Yermo datang mendekatinya, lalu mengacungkan kedua belati yang memancarkan proyeksi energi ke arahnya.


“Sial… Kau cukup hebat juga,” ucap Galshu, tidak menyangka bahwa kemampuan dari Yermo nampak lebih unggul darinya, walau memiliki tingkatan kekuatan yang setara.


Sejenak Galshu menatap para warga yang kedua tangan mereka masih terbelenggu. Dia lantas memasang ekspresi senyuman menyeringai ketika mendapatkan sebuah cara untuk melawan Venerate yang berada di depannya tersebut.


“Kalau begitu aku juga akan menggunakan kemampuan yang sama sepertimu,” ucap Galshu, tetap memasang ekspresi senyuman menyeringai.


“Tekhnika ekzortsista… Soul release…”


Dalam sekejap, Galshu mengakses kemampuan yang sama seperti Yermo. Dia mengangkat tangannya ke arah pria tersebut, kemudian melepaskan makhluk-makhluk astral dalam jumlah yang banyak.


Dengan sigap, Yermo pun langsung melompat ke belakang menghindari terjangan makhluk-makhluk astral yang dilepaskan oleh Venerate Tengal itu.


“Ternyata kalian sering mengurung arwah-arwah penasaran ini rupanya…” Ucap Yermo sambil melancarkan serangan, melenyapkan beberapa makhluk astral yang terbang ke arahnya.


Tiba-tiba Galshu mengakses kekuatannya kembali, mengendalikan makhluk-makhluk astral yang dilepaskannya menuju ke arah para warga yang masih tertawan.


Yermo pun merasakan firasat buruk akan hal tersebut, dan seketika langsung meluncur mendahului makhluk-makhluk astral tersebut.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”


“Sial…” Walau beberapa makhluk astral bisa dilenyapkan olehnya, akan tetapi beberapa diantara mereka masih bisa selamat, dan seketika masuk ke dalam tubuh para warga.


Akibat hal tersebut, beberapa dari warga tersebut menjadi brutal, dan dengan sendirinya melepaskan belenggu yang mengikat tangan mereka. Para warga tersebut sontak menyerang warga-warga lain, yang masih tidak berada dibawah pengaruh makhluk-makhluk astral yang dilepaskan oleh Galshu.


Sementara itu, para Venerate Tengal yang dikalahkan oleh Yermo, yang sebelumnya sempat tidak sadarkan diri, sontak pergi menjauh, enggan membantu karena mengetahui bahwa hal tersebut dilakukan oleh atasan mereka sendiri.


Akibat berada di bawah pengaruh makhluk-makhluk astral yang merasuki mereka, mereka pun menyerang para warga lain dengan membabi buta, hingga satu per satu mulai meregang nyawa.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Dengan sigap, Yermo pun melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya secara beruntun ke arah para warga yang sedang dirasuki tersebut, hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Akan tetapi, berbeda ketika masih belum merasuki tubuh manusia, makhluk-makhluk astral yang kini merasuki para warga tetap tidak bisa dilenyapkan menggunakan teknik yang dilancarkan oleh Yermo.


Tidak mau membiarkan keadaan semakin buruk, Yermo seketika berkonsentrasi mengakses kekuatan yang lebih besar, memunculkan sebuah diagram proyeksi yang besar pada permukaan disekitarnya.


Pria itu mulai mengucapkan kata-kata yang sulit dimengerti, hingga membuat para warga yang dirasuki oleh makhluk-makhluk astral sontak meronta-ronta, layaknya sedang tersiksa oleh pancaran cahaya dari diagram proyeksi tepat dibawah mereka.


**


Melihat Yermo kini sedang sibuk menangani para warga yang sedang dirasuki, Galshu pun kembali memasang ekspresi senyuman menyeringai.


Dengan cepat Venerate Tengal itu meluncur mendekati Yermo yang sedang berkonsentrasi melakukan tekniknya.


“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…”


Hal tersebut lantas membuat para warga yang sedang kerasukan kembali bergerak menyerang warga-warga yang lain.


**


“Aku terkejut… Seharusnya kau sudah tiada ketika menerima serangan itu… Tapi jangan khawatir, karena aku tidak terlalu hebat menggunakan teknik itu… Setidaknya ini bisa membuatmu menjadi tidak berdaya untuk sekarang,” ucap Galshu.


“Sial…” Yermo pun mengumpat kesalnya karena tidak memperkirakan bahwa Venerate Tengal itu menguasai teknik tersebut.


Ketika efek dari teknik itu mulai terasa olehnya, pandangan pria itu perlahan-lahan mulai menjadi kabur, hingga membuat akhirnya jatuh terkapar dan tidak sadarkan diri.


**


Sementara itu, para warga yang kerasukan masih tetap saja menyerang para warga yang lain.


Disamping para yang kerasukan menyerang dengan membabi buta, baik Galshu, Salkhishu, maupun para prajurit negeri Tengal hanya melihat ssatu per satu para warga kota Vegoblashcensk meregang nyawa.


Melihat hal tersebut, ayah Gudov pun seketika melepaskan belenggu yang mengikat kedua tangannya untuk berusaha untuk berusaha melindungi istrinya serta anaknya.


“Akh…” Akan tetapi, entah darimana salah satu warga yang kerasukan memiliki sebuah senjata tajam, dan seketika hendak menyerang Gudov, namun sempat dihalangi oleh ayahnya tersebut, hingga akhirnya ayahnya itu pun langsung tertusuk.


Ayah dari Gudov sontak mencabut senjata tajam yang menancap pada tubuhnya kemudian langsung mengayunkannya ke arah warga yang menyerangnya, akan tetapi setelah hal tersebut ayah dari Gudov tersebut jatuh terkapar dengan keadaan yang parah.


“Ayah…!”


“Sulaysen…!”


Gudov beserta ibunya lantas datang menghampiri pria tersebut dengan perasaan khawatir.


“Sepertinya aku tidak bisa bertahan…” Ucap Ayah Gudov yang bernama Sulaysen tersebut, dimana keadaannya mulai melemah akibat mendapatkan luka yang sangat serius.


“Jangan katakan itu ayah… Kau harus bertahan…” Ucap Gudov.


“Maaf nak… Ayah rasa kau dan ibumu harus lari sekarang juga…”


“Tidak… Aku tidak mau…” Gudov pun lantas menolak ucapan ayahnya tersebut.


“Kydanys… Bawa Gudov pergi dari sini sebisamu… Setidaknya kau harus menjaga anak ini sesuai yang dikatakan oleh pendahulu kita,” ucap ayah Gudov.


“Baiklah… Aku mengerti…”


“Ayo pergi Gudov…” Walaupun merasa sedih harus meninggalkan suaminya tersebut, namun ibunya Gudov langsung menarik anaknya tersebut untuk pergi dari tempat itu.


“Tidak ibu… Jangan tinggalkan ayah…”


Sambil menarik Gudov pergi dari tempat itu, ibunya mengambil senjata tajam yang sebelumnya digunakan oleh ayahnya Gudov.


Tiba-tiba ibunya Gudov mampu mengakses sebuah kekuatan, membuat senjata tajam yang dipegangnya memancarkan sebuah proyeksi energi.


Dengan sigap, wanita itu menebas para warga yang kerasukan, saat hendak untuk menyerang mereka.


**


Galshu serta Salkhishu lantas terkejut, bahwa ternyata ada seorang Venerate diantara para warga biasa.


**


Disamping sedang kabur, Gudov tampak terkejut mengetahui bahwa ibunya tersebut bisa menggunakan sebuah kekuatan layaknya seorang Venerate. Remaja itu tampak bingung serta bertanya-tanya bagaimana mungkin ibunya menyembunyikan hal tersebut selama ini.