The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 24 - Kekuatan yang belum sempurna



“Apa-apaan ini? Apa mungkin kekuatan kekangan surgawi?” Ucap Galshu, bertanya-tanya bahwa kekuatan yang berada pada diri remaja itu telah bangkit.


Tiba-tiba Gudov meluncur dan hendak menyerang Galshu, namun dengan sigap Continent Venerate Tengal itu langsung menghindar dengan melompat ke atas.


Akan tetapi, Gudov pun lantas melompat dan langsung menyerang Galshu. Walaupun masih dengan mudah menghindari serangan dari Gudov, namun Galshu tetap merasa terkejut mengetahui bahwa pergerakan dari remaja yang dalam keadaan pengaktifan kekuatan tersembunyinya, tampak lebih gesit serta cepat.


Sekali lagi Gudov meluncur ke arah Galshu, ketika pria Tengal itu baru saja mendarat ke permukaan. Gudov seketika memancarkan proyeksi energi putih dari tubuhnya hingga meluas, membuat Galshu tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh, dan sontak dengan sigap melompat ke belakang untuk menghindari pancaran energi tersebut.


“Aku memang belum paham kekuatan seperti apa yang berada padamu, namun aku merasa bahwa akan sangat berbahaya jika harus diterima olehku,” ucap Galshu, sedikit menduga efek yang akan terima olehnya ketika menerima pancaran energi yang sebelumnya dipancarkan oleh Gudov.


Setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba Gudov kembali meluncur ke depan, yang membuat Galshu pun langsung memasang sebuah kuda-kuda untuk hendak menyerang remaja tersebut.


“Swirling tension…”


Dalam sepersekian detik, Galshu seketika memancarkan proyeksi energi yang cukup besar dari tubuhnya, hingga ketika pria tersebut menggerakkan salah satu tangannya ke depan, proyeksi energi yang memancar dari tubuhnya sontak meluas ke segala arah, dan langsung diterima oleh Gudov, yang tengah mendekatinya dari arah depan.


Hal tersebut lantas membuat Gudov langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh, hingga menghantam bangunan yang berada di jalurnya dengan keras.


**


“Tidak kusangka ternyata pertahananmu meningkat drastis setelah kekuatan yang berada pada dirimu bangkit.” Galshu sedikit terkejut ketika Gudov baik-baik saja setelah keluar dari puing-puing bangunan yang sebelumnya hancur dihantamnya.


Dengan keadaan yang nampak tidak sadarkan diri, serta memperlihatkan ekspresi wajah yang datar, Gudov pun kembali meluncur mendekati Galshu untuk mencoba menyerangnya sekali lagi.


“Baiklah… Aku akan mempermainkanmu dengan teknikku kembali,” ucap Galshu sambil kembali memasang kuda-kuda yang sebelumnya dilakukannya.


“Swirling tension…” Galshu pun menggunakan kembali teknik pancaran proyeksi energinya, dengan skala yang lebih besar.


“Eh…” Namun, dalam sepersekian detik Galshu tiba-tiba terkejut ketika Gudov yang berada di depannya juga memancarkan proyeksi energi putih yang lebih besar, hingga membuat remaja itu tidak bisa terhempas menerima tekanan kekuatan dari teknik pria Tengal tersebut.


Gudov terus meluncur melewati pancaran proyeksi energi dari teknik milik Galshu, hingga dengan cepatnya telah berada tepat dihadapan Continent Venerate itu.


“Ukh…” Dengan sigap, Gudov langsung mencekik pria tersebut kemudian membantingnya dengan keras ke tanah.


“Akh…” Gudov kemudian melempar Galshu, lalu dengan cepat berlari mendekatinya kembali, kemudian langsung melancarkan tendangan yang kuat, sampai membuat pria itu pun tersungkur ke tanah.


Galshu yang tersungkur, nampak tidak percaya bahwa remaja biasa dengan kekuatan tersembunyi dapat membuatnya yang merupakan Venerate tingkat atas tersudut seperti itu.


Galshu dengan cepat kembali berdiri kemudian mengacungkan salah satu tangannya ke depan, untuk hendak menyerang remaja tersebut.


“Apa?” Namun, pria itu lantas terkejut tiba-tiba energinya tidak bisa terproyeksikan.


“Tekhnika ekzortsista…”


“Apa?” Galshu pun kembali terkejut ketika mencoba menggunakan teknik yang lain, namun hal tersebut tetap sama saja.


*


“Kekangan surgawi… Apa mungkin artinya mengekang kekuatan dari para Venerate?” Sembari Gudov masih terdiam tepat di depannya, Galshu pun lantas menduga mengenai efek kekuatan yang dimiliki oleh remaja tersebut.


“Sial…” Galshu pun mengumpat dari dalam hati karena mengetahui bahwa dirinya saat ini hanya layaknya seperti manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan Venerate.


**


“Ukh…”


Gudov mendekati Galshu yang terkapar, kemudian melancarkan pukulan bertubi-tubi dengan kuat, hingga Continent Venerate Tengal itu tidak bisa berbuat apa-apa akibat kehilangan kekuatannya.


Sampai pada akhirnya Galshu pun hanya bisa terkapar dengan keadaan yang lemah setelah menerima serangan bertubi-tubi dari Gudov.


Gudov seketika memfokuskan pancaran energi berwarna putih dari tubuhnya pada salah satu tangannya, berniat menyerang pria Tengal itu sekali lagi.


Namun tiba-tiba, Gundai datang dan dengan tepat waktu melancarkan sebuah tendangan yang keras hingga Gudov pun terhempas menabrak bangunan.


Sekali lagi Galshu pun dibuat terkejut melihat remaja itu masih dalam keadaan baik-baik saja setelah menerima serangan yang kuat dari pemimpin negeri Tengal.


“Yang mulia… Jangan sampai kau menerima pancaran energi putih itu…” Ucap Galshu, memperingati Gundai.


“Aku tahu…” Respon Gundai, memang sudah mengetahui hal tersebut sebelum pria itu.


Sembari Gudov perlahan-lahan mendekati mereka, Gundai pun membantu Galshu berdiri, kemudian bersiaga dengan pergerakan dari remaja itu.


Namun, Gudov tiba-tiba saja kehilangan kekuatan dan langsung jatuh tak sadarkan diri di depan Gundai dan Galshu.


“Apa-apaan ini?” Ucap Galshu, nampak kebingungan serta bertanya-tanya dengan apa yang terjadi kepada remaja itu.


“Sepertinya kekuatan kekangan surgawi miliknya masih belum sempurna… Dia pasti sudah kehabisan energi akibat mengaktifkan kekuatan itu dalam tingkatan yang masih rendah…” Ucap Gundai, menjelaskannya kepada Galshu.


“Dan untukmu yang kehilangan kekuatan akibat menerima serangannya... Jangan khawatir, kekuatanmu akan kembali setelah beberapa hari lagi,” lanjut Gundai.


Pemimpin negeri Tengal itu kemudian berjalan mendekati Gudov yang tidak sadarkan diri, lalu mengangkat remaja tersebut.


“Ukh…” Tiba-tiba sebuah serangan proyeksi elemen cahaya meluncur ke arah Gundai, hingga membuatnya terhempas, serta membuat Gudov terlepas dari cengkraman tangan pria Tengal itu.


Disaat yang bersamaan, muncul seorang pria tepat berada di depan Gudov yang tengah tak sadarkan diri.


“Gundai… Sepertinya kau memang tidak bisa dibiarkan setelah mengacau di wilayah Pavonas,” ucap pria itu.


**


“Sial…” Umpat Gundai, melihat pria itu dan lantas langsung memperlihatkan ekspresi khawatir karena mengetahui dengan pasti bahwa pria yang kemungkinan merupakan Venerate Pavonas itu memiliki kekuatan yang setara dengannya.


Gundai pun meluncur ke arah pria itu, untuk mengincar Gudov yang berada di dekat pria tersebut.


“Akh…” Namun, pria tersebut dengan cepat melancarkan serangan hingga membuat Gundai kembali terhempas.


Dengan cepat, pria tersebut meluncur ke arah Gundai kemudian melancarkan serangannya kembali. Tidak mau berdiam saja, Gundai pun langsung membalasnya hingga keduanya terlibat sebuah pertarungan.


“Galshu… Cepat bawa anak itu dan pergi dari sini…” Ucap Gundai, memerintahkan Galshu sambil dirinya akan menahan pria Pavonas yang sedang dilawannya tersebut.


**


Mendengar hal tersebut, Galshu dengan sigap pergi menghampiri Gudov, kemudian mengangkat remaja itu.


“Ukh…” Namun, tiba-tiba Yermo datang dan langsung melepaskan pegangan Galshu dari Gudov, serta menyerang pria itu hingga terhentak ke tanah.