
“Aku sedang mencoba mengaktifkan kekuatan kekangan surgawi... Tapi tetap saja aku tidak berhasil… Alasanku tidak sadar karena membuang percuma energi Spirit milikku…”
“Namun, setelah itu aku bermimpi bertemu dengan makhluk suci pemilik dari kekuatan itu…” Ucap Gudov, menjelaskan bagaimana dia bisa terkapar di dalam hutan, serta memberitahukan kepada perempuan itu mengenai pertemuannya dengan sang makhluk suci.
“Bagaimana rupanya?” Tanya Aryuna, menjadi penasaran dengan wujud makhluk suci yang dilihat pemuda itu di dalam mimpinya.
“Sesuai dengan cerita yang biasa kita dengar bahwa bangsa Slivanic percaya bahwa dulunya terdapat makhluk suci berwujud seekor burung dengan memiliki kepala seorang wanita, makhluk itulah yang kulihat di dalam mimpiku,” jawab Gudov.
“Benarkah… Aku tidak menyangka bahwa makhluk suci itu merupakan pemilik kekuatan kekangan surgawi,” respon Aryuna, menunjukkan ekspresi terkejut ketika mengetahui mengenai hal tersebut.
Setelah menjelaskannya pada Aryuna, Gudov pun berjalan hendak meninggalkan ruangan kamarnya, membuat perempuan itu lantas langsung menahannya.
“Kau mau kemana?”
“Menemui tuan Alesov… Ada yang ingin aku katakan setelah menyadari bahwa aku memiliki kemampuan khusus.”
“Kemampuan khusus… Apa itu?” Tanya Aryuna sambil mengikuti Gudov, meninggalkan ruangan tersebut.
***
Beberapa saat kemudian, Gudov dan Aryuna datang menemui Alesov di ruangan yang sama tempat mereka biasa menemui pria tersebut.
“Gudov… Aryuna… Ada apa?” Tanya Alesov, melihat kedatangan mereka.
“Tuan Alesov… Aku ingin memberitahukan sesuatu…”
“Apa itu?” Tanya Alesov lagi.
“Kau tahu selama ini bahwa para Venerate pembasmi selalu menggunakan benda khusus untuk mampu berkomunikasi dengan makhluk astral kan… Entah bagaimana caranya, tiba-tiba aku memiliki kemampua untuk bisa berkomunikasi dengan mereka secara langsung,” jawab Gudov, yang lantas membuat Alesov serta Aryuna yang berada di dalam ruangan tersebut terkejut.
“Berkomunikasi secara langsung… Bagaimana bisa?” Ucap Alesov, nampak tidak percaya dengan ucapan pemuda itu.
“Iya… Aku bisa mendengarkan secara langsung makhluk astral berbicara kepadaku…”
Gudov kemudian menjelaskan mengenai kejadian sebelumnya ketika seorang pria dan wanita datang menghampirinya di depan kuil untuk bertanya sesuatu, yang tiba-tiba membuatnya dapat mengetahui kebenaran bahwa sang pria merupakan orang yang bermaksud jahat dari ucapan roh gentayangan yang tiba-tiba berada di dekat mereka.
“Tuan Alesov… Aku bisa mengetahui kebenaran dari pria yang menemuiku itu akibat roh gentayangan yang merupakan korbannya dapat dengan jelas berkomunikasi denganku,” ucap Gudov.
Alesov pun memikirkan penjelasan dari Gudov bahwa dirinya nampak percaya bahwa kemungkinan kemampuan tersebut bisa dimiliki oleh pemuda itu karena merupakan pemegang kekuatan dari makhluk suci.
“Kemungkinan ini berhubungan dengan kekuatanmu… Apa mungkin sebelum kekuatanmu aktif secara tiba-tiba, kau tidak pernah bisa berkomunikasi dengan roh astral?” Respon Alesov, kemudian bertanya kepada pemuda itu.
Gudov pun langsung menganggukkan kepalanya, merespon kepada Alesov bahwa sebelumnya kemampuan tersebut memang tidak dimiliki olehnya.
“Mungkin ini merupakan sebuah keuntungan bagimu, karena selama ini tidak ada Venerate pembasmi yang memang bisa berkomunikasi secara langsung dengan para makhluk astral,” ucap Alesov.
“Ini juga merupakan sebuah keuntungan bagi kita…” Sambung Gudov.
Hal tersebut lantas membuat Alesov mengkerutkan dahinya karena tidak paham dengan ucapan pemuda tersebut.
“Jadi karena itu kau ingin menemuiku untuk menjelaskan hal tersebut,” ucap Alesov, sedikit terkejut, mengetahui bahwa tujuan utama Gudov memberitahukan hal tersebut agar bisa mendapatkan ijin pergi mencari kebenaran dari hilang para Venerate Pavonas di perbatasan wilayah Timur Jauh bagian selatan.
“Tentu saja… Aku yakin bisa memecahkan masalah ini jika aku bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk astral yang tersebar di wilayah itu… Aku mohon tolong ijinkan aku tuan Alesov…” Ucap Gudov, memohon kepada pria itu, serta menjelaskan bahwa mereka kemungkinan bisa mendapatkan kebenaran yang lebih mudah untuk mengatasi permasalahan yang masih mengganggu para Venerate di wilayah tersebut.
Mendengar hal tersebut, Alesov pun tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya, tidak menyangka bahwa pemuda itu akhirnya akan tetap bersikeras untuk pergi ke wilayah perbatasan mencari kebenaran yang ada.
“Kau tidak bisa pergi sendirian, jika ingin kesana…” Ucap Alesov, mengijinkan pemuda itu untuk pergi dengan sebuah syarat.
“Tenang saja… Kalau soal itu, aku sudah memiliki salah satu rekan disini… Aryuna… Ekh…” Baru saja akan menyarankan Aryuna untuk ikut dengannya, tiba-tiba saat pemuda tersebut menoleh, perempuan yang berada di dalam ruangan itu telah menghilang.
“Tuan Alesov… Tolong tunggu, aku pasti akan membawa beberapa rekan kemari…”
Gudov pun keluar dari ruangan tersebut untuk menyusul Aryuna yang tiba-tiba sudah pergi tanpa diketahui oleh mereka.
***
Tak berapa lama kemudian, Gudov lantas kebingungan tidak menemui Aryuna berada di dalam bangunan tersebut, dimana telah beberapa kali pemuda tersebut telah berulang kali mencari di dalam lorong-lorong bangunan, serta melihat ke dalam ruangan-ruangan yang ada tetap saja perempuan tersebut tidak bisa ditemukan olehnya.
“Haah… Dimana perempuan itu?” Gumam Gudov, bertanya-tanya mengenai keberadaan dari Aryuna.
***
Karena tidak menemukan Aryuna berada dimana, beberapa saat kemudian Gudov keluar dari bangunan tempatnya berada pergi menuju ke sebuah taman, kemudian duduk sambil memasang ekspresi murung.
Baru saja ingin bersantai di taman tersebut, tiba-tiba saja pemuda itu mendengar suara tangisan seorang perempuan.
Sontak suasana yang berada di taman tersebut menjadi mencekam ketika pemuda itu tidak melihat satupun orang yang lalu-lalang di tempat itu.
“Sepertinya aku harus membuka jasa memecahkan masalah untuk para roh gentayangan karena memiliki kemampuan ini…” Gumam pemuda itu.
“Maaf nona… Jika ingin mengatakan sesuatu, kau bisa mengatakannya kepadaku…” Ucap Gudov sambil berjalan mendekati sumber suara tangisan yang dikiranya merupakan sesosok roh gentayangan.
“Ekh…”
Gudov pun terkejut ketika sampai di sisi lain taman, melihat seseorang yang tidak lain merupakan Aryuna sedang menangis sambil menatap foto seseorang yang dipegangnya.
“Aryuna… Ternyata kau sedang berada disini…”
“Eh… Kakak… Apa ada sesuatu yang salah?” Tanya Gudov sambil duduk disamping Aryuna, kemudian melihat foto yang sedang dipegang oleh perempuan tersebut.
“Bukankah dia Ernan, tunanganmu yang pergi bertugas ke… Apa dia juga merupakan salah satu Venerate yang menghilang?” Ucapan Gudov tiba-tiba terhenti ketika menyadari bahwa pria yang berada di dalam foto tersebut diketahuinya bertugas ke wilayah perbatasan dan kemungkinan merupakan salah satu korban yang hilang.
Aryuna pun lantas menganggukkan kepalanya dengan ekspresi sedih, merespon pertanyaan dari pemuda itu.
Seorang pria yang berada di dalam foto yang sedang dipegang oleh Aryuna, merupakan Venerate yang terakhir kali bertahan dibandingkan rekan-rekannya sebelum ditangkap oleh pasukan negeri Chundo beberapa hari yang lalu.
“Malam hari sebelum aku mendapatkan informasi mengenai hilangnya dia, aku sempat bermimpi tentangnya, dan di dalam mimpi itu dia tiba-tiba meninggalkanku entah kemana,” ucap Aryuna.