
“Hei… Ada apa dengamu anak muda?” Tanya Galshu dengan menunjukan ekspresi kesal, ketika melihat Gudov berdiri menghalanginya.
“Maaf tuan, tapi aku akan mengaku bahwa aku mengetahui benda yang kalian cari itu,” jawab remaja tersebut.
“Akh…” Namun, Galshu tiba-tiba menampar Gudov hingga jatuh terkapar ke tanah.
“Gudov…” Melihat hal tersebut ayah Gudov lantas menjadi khawatir, dan berusaha untuk menolong anaknya tersebut.
“Ukh…” Akan tetapi, ayahnya Gudov seketika langsung ditendang oleh salah satu prajurit negeri Tengal yang berada di belakangnya, membuatnya jatuh terkapar, lalu diinjak oleh prajurit tersebut.
**
“Bagaimana mungkin aku bisa percaya bahwa anak sepertimu mengetahui benda yang kami cari itu?” Ucap Galshu, tidak mempercayai pernyataan daru Gudov.
“Aku tidak berbohong tuan… Aku mengetahui siapa yang memegang benda itu… Aku mohon tuan, untuk tidak menyakiti ayahku dan yang lain, karena mereka tidak tahu apa-apa mengenai benda itu.” Namun, Gudov tetap bermohon kepada Venerate Tengal tersebut untuk tidak menyakiti ayahnya, serta orang-orang yang tidak bersalah, karena dirinya mengetahui dimana patung emas itu berada.
Mendengar hal tersebut, Galshu seketika menarik Gudov berdiri, kemudian langsung mencengkram leher remaja itu.
“Gudov…!” Teriak ayahnya Gudov.
Tuan aku mohon jangan sakiti anakku.” Melihat putrinya dicekik oleh Galshu, ayahnya Gudov lantas bermohon kepada Venerate Tengal itu untuk mengampuni anaknya tersebut.
Akan tetapi, Galshu tidak mengubris permohonan dari ayahnya Gudov, dan malah terus mencekik leher Gudov sambil memasang tatapan yang tajam.
“Baiklah… Aku bisa mempercayaimu… Kalau begitu, dimana patung emas itu?” Galshu pun percaya dengan ucapan Gudov, dan sontak langsung bertanya mengenai keberadaan dari patung emas tersebut pada remaja itu.
“Patung itu dipegang oleh seseorang yang merupkan orang suci di kota ini… Aku tidak berbohong, kemungkinan dia juga adalah seorang Venerate,” jawab Gudov, dengan ekspresi ketakutan memberitahukan hal tersebut kepada Galshu.
“Orang suci… Tentu saja, patung itu memang harus dipegang oleh seorang Venerate, jika tidak maka orang itu akan langsung terpengaruh oleh kekuatan benda tersebut,” respon Galshu.
“Beritahukan aku tempat orang suci itu berada sekarang…”
Baru saja Galshu hendak menyeret Gudov untuk memberitahukan keberadaan orng suci yang tidak lain merupakan Yermo, tiba-tiba Salkhishu bersama dengan beberapa prajurit negeri Tengal terhempas di dekat Venerate Tengal tersebut.
Hal tersebut lantas membuat Galshu, serta semua prajurit Tengal lain, yang berada di tempat itu langsung terkejut.
“Tuan Galshu… Orang suci yang berada di kota ini adalah seorang Continent Venerate…” Ucap Salkhishu yang tengah terkapar dengan keadaan lemah.
Mendengar hal tersebut, Galshu pun terkejut, dan lantas menatap seseorang yang barusan datang di tempat tersebut.
“Kau… Yermo Balaunoski kan…” Ucap Galshu nampak mengenali Yermo sebagai salah satu Venerate dari negeri Pavonas.
“Maaf tuan… Kau sedang mencari benda ini kan…” Balas Yermo sambil mengeluarkan patung emas dari saku bajunya, kemudian memperlihatkannya kepada Galshu dan para prajurit negeri Tengal.
Galshu pun sontak terkejut hingga membuatnya langsung melempar Gudov sampai terkapar di tanah.
Pada saat itu pun, kedua orang tua dari Gudov langsung datang menghampirinya untuk melihat keadaan dari anak mereka.
“Gudov… kau baik-baik saja?” Tanya ayah Gudov.
“Jangan khawatir… Aku baik-baik saja…” Jawab Gudov, sambil menganggukkan kepalanya.
**
Dengan serentak, para prajurit Tengal pun langsung meluncur hendak menyerang Yermo untuk merebut patung emas yang dipegangnya tersebut.
“Tekhnika ekzortsista… Light of purge…”
Yermo mengangkat salah satu tangannya ke arah para prajurit negeri Tengal, dan seketika menciptakan sebuah proyeksi elemen cahaya yang cukup besar.
“Uakh…” Dalam sekejap, proyeksi elemen cahaya yang diciptakan oleh priia itu, pecah menjadi beberapa bagian, sontak langsung menghempaskan semua prajurit negeri Tengal yang hendak menyerangnya.
Hal tersebut membuat para prajurit Tengal pun terkapar dalam keadaan tak sadarkan diri.
“Sial… Sepertinya ini tidak akan mudah…” Melihat hal tersebut, Galshu pun langsung mengumpat karena merasa bahwa dialah yang harus melakukan sendiri untuk merebut patung tersebut dari tangan Yermo.
Venerate Tengal itu pun mengakses kekuatannya, memunculkan sebuah tombak kapak, kemudian langsung meluncur ke arah Yermo.
Ketika berada satu titik di hadapan Venerate Pavonas itu, Galshu mengayunkan tombak kapaknya, melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, namun dengan sigap langsung dihindari oleh Yermo.
Galshu dengan cepat bergerak mendekati Yermo, kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dari tombak kapaknya.
Beberapa kali serangan dari Galshu itu mampu dihindari oleh Yermo, namun secara perlahan-lahan Yermo sontak mulai merasa kesulitan karena pergerakan Venerate Tengal itu sebenarnya jauh lebih lincah dibandingkan dengan dirinya sendiri.
Hal tersebut lantas membuat Yermo pun langsung melompat jauh ke belakang, untuk menjeda pertarungan mereka, sekaligus memikirkan cara yang lain untuk melawan Venerate Tengal itu.
“Sepertinya kau lebih menonjolkan kemampuan dari para bangsa Tian dibandingkan dengan kemampuan dari para pembasmi,” ucap Yermo.
“Tentu saja… Karena kemampuan ini lebih efektif melawan para Venerate dibandingkan harus menggunakan teknik-teknik dari para pembasmi,” balas Galshu.
“Kalau begitu, aku juga akan mulai serius sekarang,” ucap Yermo, sambil mengakses kekuatannya, memunculkan dua buah belati.
Dalam sekejap, Yermo langsung meluncur ke depan, berhadapan dengan Galshu, kemudian ambil secara bergantian melancarkan serangan proyeksi energi dari masing-masing senjata mereka.
Ketika mendapatkan sebuah kesempatan, Yermo dengan cepat langsung mengibaskan kedua belati yang dipegangnya, membuat Galshu pun langsung terhempas.
Yermo pun meluncur mendekati Galshu, kemudian melanjutkan pertarungan mereka di tempat yang cukup jauh, karena bertujuan untuk menghindari potensi serangan mereka yang luas agar tidak berefek kepada para warga yang kini sedang ditawan oleh para prajurit Tengal.
*
“Sial… Kenapa bala bantuannya masih belum datang juga…”
Sembari bertarung dengan Galshu, Yermo nampak khawatir karena memikirkan para warga yang masih ditahan oleh para prajurit Tengal, dimana dirinya kini sulit untuk menolong mereka karena sedang bertarung dengan Venerate setingkat dengannya.
**
Ketika Galshu mengayunkan tombak kapaknnya, Yermo dengan cepat melempar sebuah botol kaca yang berisi air di dalamnya.
Botol kaca itu sontak hancur berkeping-keping diterjang oleh tombak kapak Galshu, membuat air yang berada di dalamnya sontak memancar keluar.
Melihat hal tersebut, Yermo dengan sigap memutar-mutar kedua belatinya, menciptakan hempasan angin, hingga pancaran air yang keluar dari botol kaca sebelumnya membasahi Galshu.
“Ukh…” Tiba-tiba air yang membasahi Galshu berubah menjadi kobaran api, membakar tubuh Venerate Tengal itu.
Melihat Galshu kesulitan menangani dirinya yang diterjang kobaran api, Yermo pun mengambil kesempatan tersebut dengan langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari kedua belatinya.