The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 44 - Penyerangan tiba-tiba



“Gudov… Bergen… Lihat kesana…” Ucap Aryuna dengan suara berbisik, sambil menunjuk sebuah kabut putih bercahaya tepat di depan, yang diyakini oleh Aryuna sendiri merupakan sesosok makhluk astral.


Ketika Gudov dan Bergen menoleh ke arah yang ditatap oleh Aryuna, mereka pun kini yakin bahwa kabut tersebut merupakan makhluk astral, pasalnya dengan jelas mereka pun kini menyaksikan kabut tersebut berubah menjadi tubuh jiwa dari sesosok perempuan cantik.


“Itu dia…” Tanpa pikir panjang, Gudov pun meluncur mendekati makhluk astral tersebut sambil mengakses kekuatannya hingga memancarkan proyeksi elemen cahaya pada kedua tangannya dengan tujuan agar mampu menyentuh tubuh jiwa makhluk astral itu, karena jika saja mereka membiarkan kesempatan tersebut, makhluk astral yang dilihat mereka dengan cepat akan mencoba melarikan diri.


“Sial…” Benar saja, Gudov yang telah berada satu titik di hadapan sang makhluk astral dengan ancang-ancang hendak menangkapnya, seketika gagal ketika makhluk astral tersebut dengan cepat menghilang.


“Kau mungkin bisa menghilang… Tapi, tetap tidak bisa pergi jauh dari sini…” Gudov pun meningkatkan kekuatannya, mengakses kemampuan observasi untuk merasakan keberadaan dari makhluk astral yang walaupun telah menghilang, namun tetap masih berada di sekitar hutan tersebut.


Dengan cepat Gudov pun dapat merasakan keberadaan makhluk astral tersebut, dimana pemuda itu lantas menoleh ke arah lain yang langsung membuatnya menoleh pada posisi makhluk astral tersebut.


“Disana kau rupanya…” Tanpa pikir panjang, Gudov pun meluncur, kembali mendekati makhluk astral tersebut untuk mencoba menangkapnya.


“Tekhnika ekzortsista… Spirit chain…”


“Ekh…” Tiba-tiba Gudov kebingungan sambil menghentikan langkahnya ketika sebuah proyeksi elemen cahaya berbentuk layaknya sebuah rantai, menjerat makhluk astral tersebut, hingga kesulitan bergerak atau pun mencoba menghilang.


Gudov pun menoleh ke arah Aryuna dan Bergen, yang ternyata teknik tersebut dilakukan oleh Aryuna agar pemuda itu tidak perlu melakukan hal yang sia-sia untuk menangkap makhluk astral tersebut.


“Kau sudah selesai dengan olahragamu itu?” Ucap Aryuna.


“Eh… Aku tidak tahu jika kau memiliki teknik seperti ini,” balas Gudov.


“Kalau begitu cepat interogasi hantu itu,” ucap Aryuna, menyuruh Gudov untuk berkomunikasi dengan makhluk suci yang sudah dijerat olehnya.


“Eh, baiklah…”


“Apa kau bisa mendengarkanku?” Tanya Gudov pada makhluk astral tersebut.


Dengan cepat sang makhluk astral berwujud seorang perempuan cantik itu lantas menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia mendengar ucapan dari Gudov.


**


Melihat respon sang makhluk astral, Aryuna dan Bergen pun saling menatap dengan ekspresi kebingungan, tidak menyangka bahwa selama ini memang benar ada Venerate pembasmi yang mampu berkomunikasi dengan makhluk astral.


**


“Oke, aku ingin menanyakan sesuatu padamu… Jika benar maka kau harus menganggukkan kepalamu… Dan jika pertanyaanku harus dijelaskan maka kau harus berbicara…” Ucap Gudov.


“Apa kau menghuni hutan ini?” Lanjut Gudov, bertanya pada makhluk astral tersebut.


Mendengar pertanyaan tersebut, sang makhluk astral pun langsung menganggukkan kepalanya.


“Baiklah… Mungkin kau menghuni hutan karena sebelumnya Venerate pembasmi sering berjaga di tempat ini… Kalau begitu, pasti kau mengetahui apa yang terjadi kepada para Venerate pembasmi yang tempat ini? Mungkinkah mereka diculik atau sebagainya?” Tanya Gudov.


Makhluk astral itu pun kembali menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia mengetahui apa yang terjadi kepada para Venerate Pavonas yang menghilang di wilayah perbatasan tersebut.


“Aku mengerti… Waktunya kau berbicara kepadaku… Apakah mereka diculik? Itu yang ingin kami ketahui… Tenang saja, kami tidak akan mengincarmu,” Tanya Gudov sambil meyakinkan pada makhluk astral tersebut bahwa Gudov serta rekan-rekannya tidak akan berbuat macam-macam yang bisa membuat sang makhluk astral lenyap.


Gudov pun langsung memperlihatkan ekspresi wajah terkejut, bukan karena mengetahui fakta bahwa para Venerate pembasmi diculik oleh sekawanan orang-orang misterius mengenakan jubah hitam, namun sangat terkejut ketika mendengar suara dari sang makhluk astral yang seperti suara dari seorang pria dewasa, padahal perawakannya seperti seorang perempuan yang berumur sekitar dua puluh tahunan.


“Baik… Jadi mereka diculik oleh orang-orang berjubah hitam,” respon Gudov sambil memperlihatkan ekspresi wajah yang aneh karena tidak menyangka suara dari makhluk suci tersebut sangat berbeda dengan penampilannya.


“Orang-orang berjubah itu... Membawa mereka...”


Saat hendak menjawab pertanyaan Gudov, tiba-tiba makhluk astral itu menunjuk ke arah depannya, membuat Gudov pun lantas menoleh, dan sontak terkejut melihat sesuatu di belakang Aryuna dan Bergen.


“Awas...!” Teriak Gudov, memperingati Aryuna serta Bergen, dimana pemuda itu lantas terkejut melihat sebuah serangan proyeksi energi dalam skala besar, yang bahkan tidak disadari olehnya, serta kedua rekannya tersebut.


**


Mendengar peringatan dari Gudov, Bergen pun dengan sigap menghindar ke arah samping, walau tidak tahu hal yang diperingatkan oleh rekannya tersebut.


“Akh...”


Akan tetapi, Aryuna yang tidak mengerti dengan penjelasan tersebut, sontak menghantam serangan proyeksi energi yang meluncur ke arahnya, hingga langsung membuatnya terhempas, kemudian terkapar tak sadarkan diri.


“Aryuna...”


Melihat rekan mereka terkapar tak berdaya menerima serangan yang meluncur entah dari siapa, Gudov serta Bergen pun langsung menghampiri Aryuna untuk mengecek keadaan perempuan tersebut.


“Dia masih bertahan...” Ucap Bergen, menyatakan bahwa Aryuna hanya tidak sadarkan diri setelah menerima serangan yang barusan.


Setelah memeriksa keadaan dari Aryuna, Gudov dan Bergen pun langsung bersiaga terhadap serangan selanjutnya, serta pada seseorang yang meluncurkan serangan tersebut, karena mereka yakin bahwa serangan tersebut merupakan sebuah teknik serangan dari seorang Venerate.


**


Sementara makhluk astral yang telah terbebas dari jeratan teknik rantai cahaya milik Aryuna, seketika menghilang dari tempat itu.


**


“Bergen...” Gudov pun memanggil rekannya ketika merasakan sesuatu datang ke arah mereka.


Gudov serta Bergen pun terus menatap ke depan merasakan kehadiran tekanan kekuatan Venerate yang lebih dari satu dari arah depan, yang bahkan setara dengan tekanan kekuatan mereka sendiri.


“Apa kalian yang selama ini mengacau di wilayah kami?” Tanya Bergen, ketika melihat beberapa orang misterius muncul tepat di depannya serta Gudov.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Bergen, orang-orang berjubah hitam yang merupakan para Venerate dari negeri Chundo itu dengan serentak meluncur ke depan untuk menyerang Gudov serta Bergen.


“Tekhnika ekzortsista…” Secara bersamaan, Gudov dan Bergen langsung melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah orang-orang misterius itu, namun dengan lincah mampu dihindari oleh mereka.


“Ukh...” Tanpa harus membalas serangan proyeksi dari Gudov serta Bergen, orang-orang misterius itu menggunakan serangan fisik denfan secara bergantian meluncur kepalan tangan mereka, serta tendangan hingga Gudov maupun Bergen terhentak ke belakang, dan tidak mempunyai kesempatan untuk membalas serangan mereka.


“Uakh...” Salah satu orang berjubah hitam seketika melancarkan kepalan tangannya ke arah Gudov, hingga membuat pemuda itu terhempas akibat sebuah tekanan dorongan yang kuat muncul dari serangan tersebut.