
Beberapa saat kemudian, Gudov membawa pria tersebut ke kepada pihak yang berwajib, dan memberitahukan mengenai letak bukti-bukti mengenai kejahatan dari pria tersebut yang pernah dikumpulkan serta disimpan oleh korban pria itu.
Sementara wanita yang menjadi korban dari pria yang melakukan kejahatan tersebut, nampak sangat sedih karena tidak menyangka bahwa saudaranya akan meninggal akibat perbuatan dari pasangannya sendiri yang berniat jahat, bahkan sedari dulu memang telah menargetkannya juga.
Gudov nampak ibah melihat kesedihan wanita itu, namun pemuda tersebut mengerti bahwa itu bukanlah menjadi urusannya, karena tugasnya tersebut untuk membantu roh gentayangan yang meminta tolong kepadanya telah selesai sampai disitu saja.
***
Malam harinya, Gudov kembali duduk di depan kuil sambil menghisap sebatang rokok lagi. Ketika sedang melakukan hal tersebut, tiba-tiba roh gentayangan yang sebelumnya muncul tepat di hadapan pemuda tersebut, hingga langsung membuatnya lantas berdiri.
“Terima kasih...” Ucap roh astral tersebut, kemudian perlahan-lahan lenyap dari hadapan Gudov.
“Sama-sama...” Balas Gudov, walaupun roh gentayangan tersebut sepenuhnya telah menghilang.
Setelah berurusan dengan masalah yang tidak dikira sebelumnya, Gudov pun akhirnya menyadari bahwa baru kali ini dirinya bisa berkomunikasi dengan roh astral secara langsung, hal tersebut lantas membuatnya mendapatkan kesimpulan bahwa kemampuan tersebut kemungkinan besar memang berhubungan dengan kekuatan dari makhluk suci yang berada di dalam dirinya.
Tiba-tiba pemuda itu mendapatkan sebuah motivasi untuk mencoba kekuatan yang tersembunyi yang berada di dalam dirinya tersebut. Gudov kemudian menghisap habis rokok yang masih tersisa di tangannya, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
“Tekhnika ekzortsista...” Karena tidak mengetahui cara mengaktifkan kekuatan kekangan surgawi, Gudov pun mencoba menggunakan sebuah teknik penyerapan energi yang berada di alam untuk membuat pasokan energi di tubuhnya menjadi penuh.
Berharap agar hal itu mampu memicu kekuatan makhluk suci yang berada pada dirinya, namun sayangnya hal tersebut tetap tidak bisa mengaktifkan kekuatan tersembunyinya itu.
Sebagian energi yang diserapnya tersebut kemudian dengan sendirinya keluar akibat pasokan akibat kapasitas di dalam tubuhnya telah terisi penuh.
“Jadi hal seperti itu tidak bisa yah...” Gumam pemuda itu, dan lantas mendapatkan ide lain untuk mencoba mengakses kekuatan kekangan surgawi.
Dia kemudian dengan cepat berlari masuk ke dalam hutan, meninggalkan kuil yang sedang dijaganya tersebut, untuk melakukan sesuatu yang dipikirkannya.
***
Setelah masuk ke hutan lebih dalam, pemuda itu lantas menghentikan langkahnya untuk berkonsentrasi mengakses kekuatan miliknya.
“Tekhnika ekzortsista...”
Di tengah hutan tersebut, Gudov melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya dalam skala yang besar. Serangan tersebut terus dilancarkannya terus-menerus dan tanpa henti, bermaksud untuk dengan sengaja menguras semua energinya sendiri, agar berharap bahwa kekuatan kekangan surgawi yang tersembunyi tersebut bisa aktif secara tiba-tiba.
***
“Haah... Haah...”
“Tekhnika ekzortsista...”
“Uh...”
Beberapa saat kemudian, Gudov tetap melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, hingga pada saat terakhir energi yang berada di dalam tubuhnya akhirnya benar-benar terkuras habis.
Akibat hal tersebut, pemuda itu jatuh terkapar ke tanah dengan keadaan lemah akibat kehabisan energi spirit yang sudah dibuangnya secara percuma-cuma.
Perlahan-lahan pemuda itu pun menutup matanya dan langsung tidak sadarkan diri karena sudah tidak sanggup lagi bertahan.
****
“Eh... Ternyata tidak ada yang tahu kalau aku berada di dalam hutan.” Gudov pun tersadar di malam melihat dirinya masih berada di dalam hutan.
Saat mengetahui bahwa tempat itu bukanlah hutan yang sama, Gudov seketika berbalik ke belakang, dan langsung terkejut melihat sosok bayangan hitam, yang merupakan makhluk suci pemilik kekuatan kekangan surgawi, berada di ats sebuah pohon, mengartikan bahwa tempat dimana dia berada saat ini merupakan mimpi ataupun alam bawah sadarnya.
“Kita ternyata bertemu lagi Gudov...” Ucap sosok hitam itu.
“Dalam hal ini kurasa aku yang harus mengatakannya...” Balas Gudov.
“Kau pasti mengetahui bahwa aku memaksa diriku sendiri untuk mengaktifkan kekuatan kekangan surgawi yang bahkan tidak kuketahui bagaimana caranya,” lanjut pemuda itu berkata.
“Tentu saja aku mengetahuinya Gudov... Selama ini aku selalu memperhatikanmu,” respon sosok hitam tersebut.
“Dengan memperhatikan saja tidak akan bisa membantu... Jika kau ingin melihat bahwa kekuatan yang kau percayakan tidak akan berada dalam bahaya, maka katakanlah bagaimana caranya setidaknya agar aku bisa mengaktifkan kekuatan milikmu?”
“Kekuatan kekangan surgawi yang berada padamu sekarang harus memiliki sebuah pemicu agar mampu aktif dengan sendirinya...”
“Jangan khawatir… Dengan sendirinya kau akan menguasai kekuatan itu Gudov… Hanya saja ini masih belum waktunya…”
“Dengan sendirinya yah… Kalau begitu aku memiliki sebuah permintaan kepadamu, Valoblest… Bisakah kau memperlihatkan penampilan, jangan hanya muncul di balik kegelapan seperti itu… Aku sebenarnya ingin mendekat, tapi sepertinya kau memang tidak mengijinkanku mendekatimu,” ucap Gudov.
Mendengar hal tersebut, sosok hitam yang merupakan makhluk suci berwujud burung tersebut lantas mengepakkan sayapnya terbang mendekati Gudov, untuk memperlihatkan wujudnya dengan jelas di depan pemuda tersebut.
Betapa terkejutnya Gudov melihat dengan jelas sosok makhluk suci berwujud burung, dimana memiliki kepala dari seorang perempuan yang memiliki paras yang cantik dengan rambut hitam panjang, serta mata kuning yang menyala.
“Apakah ini wujud aslimu?” Tanya Gudov dengan ekspresi terkejut.
“Tentu saja… Walaupun ini hanyalah sebuah alam bawah sadar, namun tetap harus memperlihatkan wujud asliku…” Jawab Valoblest.
“Apakah kau bisa berubah menjadi layaknya sosok manusia?” Tanya Gudov lagi.
“Heh… Memperlihatkan wujudku kurasa sudah cukup untukmu… Lebih baik kau kembali karena kemampuan yang baru saja kau ketahui akan membantu memecahkan masalah yang sedang kalian hadapi,” ucap Valoblest.
Setelah mendengar hal tersebut, tiba-tiba penglihatan Gudov perlahan mulai menjadi kabur, dimana pemuda itu merasa bahwa pertemuannya dengan makhluk suci tersebut akan segera berakhir.
–6 Juni 3006–
Gudov pun akhirnya tersadar telah berbaring di tempat tidur di dalam kamarnya yang berada di kuil.
“Siapa yang memindahkanku?” Sambil bangun dari tempat tidurnya, pemuda itu bertanya-tanya mengenai seseorang yang sudah menolongnya ketika tidak sadarkan diri akibat kehabisan energi di dalam hutan sebelumnya.
“Akhirnya kau bangun juga…”
Baru saja bertanya-tanya mengenai siapa yang menolongnya, tiba-tiba orang tersebut masuk ke dalam kamarnya, yang tidak lain merupakan Aryuna.
“Ternyata kau yang menolongku…” Ucap Gudov.
“Ngomong-ngomong… Bagaimana kau bisa menemukanku jauh di dalam hutan?” Lanjut pemuda tersebut, bertanya kepada Aryuna.
“Tentu saja aku merasakan tekanan kekuatan yang terpancar… Aku terkejut ketika sampai di tempat itu, melihat pepohonan hancur, serta melihatmu terkapar tak sadarkan diri…”
“Kupikir kau sedang melawan makhluk astral atau semacamnya…” Ucap Aryuna, menjelaskan mengapa dirinya bisa menemukan pemuda itu.