
“Yang penting juga kau sekarang bisa selamat dan tidak terjadi hal yang buruk hingga bisa kembali kemari,” respon Yermo.
Setelah membincangkan hal tersebut, Gudov tampak terlihat cemas, hingga membuat Yermo pun merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi pada anak tersebut ketika pergi ke kota Khrabovsk dan menangani roh jahat yang merasuki warga disana.
“Ada apa? Apa terjadi sesuatu kepadamu?” Tanya Yermo.
“Paman… Ucapan roh jahat sebelumnya sampai saat ini sebenarnya sangat mengganggu pikiranku…” Jawab Gudov, menyatakan bahwa dirinya nampak terganggu dengan ucapan yang dikatakan oleh roh jahat sebelumnya, berbeda dengan pernyataannya ketika berbincang dengan Aryuna saat perjalanan ke kota Lavodikvost, dimana dia nampak tidak perduli dengan hal tersebut.
Gudov kemudian menjelaskan kepada Yermo mengenai kalimat sulit dimengerti yang diucapkan oleh roh jahat sebelumnya bahwa kekuatan kekangan surgawi yang berada pada diri pemuda itu akan membuat malapetaka, dimana sampai saat ini masih banyak yang mengincar kekuatan tersebut. Roh jahat itu berkata dengan kalimat yang sulit dimengerti bahwa suatu hari banyak Venerate yang akan mengetahui keberadaan pemuda tersebut dan menyerang wilayah tempat mereka berada sama seperti kota Vegoblashchenks sebelumnya.
Yermo pun nampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari Gudov, namun pria itu masih berpikir sehat, bahwasannya selama ini dirinya masih meyakinkan bahwa wilayah tempat mereka berada tersebut tidak akan bisa mengetahui tentang keberadaan Gudov.
“Cukup mengejutkan selama ini roh jahat yang sudah kau tangani tidak pernah mengatakan hal seperti itu…” Respon Yermo.
“Namun kau tidak perlu khawatir karena roh jahat itu mengatakannya hanya untuk membuat fokusmu terganggu saja…” Lanjut pria itu berkata, menasehati Gudov agar tidak cemas serta terganggu oleh ucapan roh jahat tersebut.
“Baik paman…” Respon Gudov, mengindahkan nasehat Yermo, dimana dirinya nampak sedikit merasa lega setelah mendengar hal tersebut.
“Aku juga ingin mengatakan satu hal lagi… Kekuatan kekangan surgawi yang dalam enam tahun ini tidak aktif, tiba-tiba kembali aktif saat aku melawan roh jahat sebelumnya,” lanjut Gudov, memberitahukan informasi lain.
“Apa?” Yermo lantas terkejut mendengar penjelasan tersebut, dimana dia juga tidak percaya bahwa Gudov bisa mengaktifkan kembali kekuatan tersebut, padahal selama ini dirinya bahkan Alesov hanya menduga-duga bahwa kekuatan tersebut sudah hilang dari pemuda tersebut.
Setelah merespon ucapan dari pemuda tersebut, Yermo tiba-tiba memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku dari jubahnya, membuat Gudov lantas merasakan bahwa ada yang ingin ditunjukkan oleh pria tersebut.
“Ah… Sialan…” Gumam Gudov, nampak sedikit kecewa melihat benda yang diambil oleh Yermo, yang ternyata merupakan sebuah bungkus rokok.
“Paman… Kau selalu menasehati para warga yang sering datang kemari layaknya seperti orang yang taat, namun ternyata kau juga butuh dinasehati rupanya…” Ucap Gudov.
Tanpa memperdulikan ucapan dari Gudov, Yermo mengambil sebatang rokok kemudian memasangnya menggunakan korek api yang sudah dipegang olehnya.
“Ayo keluar…”
“Ekh…” Hal tersebut lantas membuat Gudov pun langsung mendorong Yermo keluar dari dalam kuil tersebut untuk melakukan kegiatan merokok diluar.
***
Berpindah ke wilayah perbatasan negeri Pavonas dengan negeri seberang, dimana beberapa Venerate pembasmi dari negeri Pavonas sendiri berlari dengan ekspresi wajah ketakutan, layaknya sedang dikejar oleh sesuatu.
“Akh…!” Venerate yang berjumlah lima orang tersebut, salah satu per satu jatuh tersungkur, menjadi tak berdaya ketika menerima sebuah serangan proyeksi energi yang meluncur ke arah mereka.
Salah satu Venerate pembasmi yang luput darii serangan tersebut, terus berlari tanpa harus mengkhawatirkan lagi mengenai rekan-rekannya yang tumbang akibat menerima serangan tersebut.
“Akh…” Akan tetapi, serangan yang lain sontak meluncur, yang walaupun tidak langsung diterima olehnya, Venerate tersebut seketika terhempas akibat efek tekanan dari serangan itu.
Dalam keadaan tersungkur, Venerate tersebut mencoba merangkak dengan kekuatannya yang tersisa.
“Sial…” Umpatnya, merasa tidak kuat lagi untuk merangkak.
**
Tak berapa lama kemudian, akhirnya mereka berhasil mengejar Venerate tersebut. Mereka dengan sigap langsung menghalangi jalan dari Venerate tersebut agar tidak bisa lagi merangkak maju.
“Apa yang kalian inginkan?” Tanya Venerate tersebut.
“Kau…” Jawab salah satu dari orang-orang misterius tersebut sambil menunjukkan ekspresi senyuman menyeringai.
“Maaf… Kau bersama rekan-rekanmu harus kami bawa menemui Hwanghon…” Lanjut salah satu dari orang-orang misterius tersebut, menjelaskan sesuatu pasalnya para Venerate pembasmi itu nampaknya dibutuhkan oleh seseorang yang dibahasnya.
Entah siapa yang dibahas tersebut, namun Venerate pembasmi yang kini sedang tersungkur dengan keadaan lemah itu nampak terkejut ketika mendengar penjelasan tersebut.
“Tidak…” Dia pun dengan sigap bergerak, menjauhi orang-orang misterius yang mengepungnya, karena merasa takut untuk dibawa menemui seseorang yang didengar olehnya.
“Akh…” Akan tetapi, perbuatannya tersebut percuma saja, karena dengan sigap salah satu orang-orang misterius tersebut langsung melancarkan serangan proyeksi energi, hingga Venerate pembasmi itu terhempas, lalu tersungkur dengan keadaan yang lebih lemah dari sebelumnya.
Venerate tersebut lantas hanya bisa pasrah ketika dalam keadaan yang hampir tidak sadarkan diri, orang-orang misterius tersebut mulai mengangkatnya bersama dengan rekan-rekannya.
****
Berpindah pada Gudov yang tiba-tiba terkejut ketika terbangun di tengah hutan yang gelap, dimana saat bersamaan pemuda itu nampak kebingungan bisa berada di tempat itu, sementara yang diketahui sebelumnya bahwa dirinya sedang berada di kuil bersama dengan Yermo.
“Apa-apaan ini?” Gumam pemuda itu, bertanya-tanya bagaimana bisa dia berada di tengah hutan tersebut.
Sambil berjalan menyusuri hutan yang gelap itu, Gudov perlahan-lahan mengingat bahwa kejadian tersebut pernah dialami olehnya dimasa lalu.
“Gudov…”
“Haah…” Ketika mendengar suara misterius memanggilnya, Gudov akhirnya mengingat kembali bahwa ini merupakan sebuah mimpi, ditambah mimpi seperti ini juga pernah sekali dialami olehnya enam tahun yang lalu.
“Siapa kau?” Tanya Gudov.
Berbeda dengan sebelumnya, Gudov tempak berjalan menyusuri hutan tersebut sambil memanggil dan bertanya kepada suara misterius yang memanggilnya tersebut.
“Gudov…”
“Tidak perlu memanggil namaku lagi, aku sudah mendengarmu… Katakan dimana kau berada?” Ucap Gudov, bertanya mengenai keberadaan dari suara misterius tersebut.
“Aku berada di dekatmu…”
Mendengar hal tersebut, Gudov lantas memperhatikan sekitar hutan tersebut, dan akhirnya dapat melihat sosok hitam, dengan tubuh menyerupai seekor burung berukuran cukup besar dengan memiliki kepala seorang manusia, berada di atas sebuah pohon, sama seperti mimpi sebelumnya ketika pemuda itu melihat sosok tersebut.
“Siapa kau?” Tanya Gudov dengan ekspresi wajah serius pada sosok hitam yang hinggap di atas pohon tersebut.
“Akulah pemilik kekuatan kekangan surgawi yang kini berada pada dirimu…” Jawab sosok tersebut yang ternyata merupakan sumber utama dari kekuatan yang dimiliki oleh pemuda tersebut.