The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 34 - Hwanghon sang raja senja



Saat kelima Venerate Pavonas itu berjalan perlahan-lahan mengikuti karpet panjang menuju ke depan bangunan utama, sontak terdengar suara genderang dari drum yang dipukul secara bersamaan, membuat kelima Venerate tersebut lantas merasa tegang ketika mendengarnya.


Bersamaan dengan suara genderang tersebut, tiba-tiba para prajurit dengan sigap berbaris di samping kiri serta kanan dari karpet panjang yang dilewati oleh para Venerate Pavonas, layaknya para prajurit tersebut tidak mau membiarkan kelima Venerate tersebut berjalan di luar karpet panjang itu.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di ujung karpet, tepat di depan bangunan utama, yang kemungkinan merupakan tempat tinggal dari Hwanghon, salah satu World Venerate negeri Chundo yang sebelumnya dijelaskan oleh salah satu Venerate pembasmi Pavonas.


Beberapa prajurit yang mungkin memiliki pangkat lebih tinggi, tampak berdiri di depan bangunan utama tersebut sambil menatap para Venerate Pavonas, memuat perasaan semakin lebih tegang ketika memikirkan apa yang sebenarnya akan terjadi kepada mereka.


“Selamat datang di kota Hwangsom, para Venerate Pavonas… Hwanghon telah menunggu kedatangan kalian…” Ucap salah satu prajurit yang berdiri di depan bangunan utama tersebut kepada para Venerate Pavonas.


Tiba-tiba suara genderang yang sedang berlangsung menjadi lebih keras, bersamaan dengan datangnya sebuah tekanan kekuatan yang dapat dirasakan oleh para Venerate Pavonas, sampai membuat mereka lantas gemetar merasakannya.


“Sambutlah pemimpin agung kami… Raja senja semenanjung Chundo… Hwanghon…” Ucap salah satu prajurit.


Perhatian para Venerate pembasmi kemudian tertuju pada pintu utama bangunan utama yang ditutupi oleh sebuah tirai berwarna merah. Mata mereka tiba-tiba melotot ketika melihat sesosok bayangan menjadi ke balik tirai merah, dimana mereka dapat merasakan tekanan kekuatan tersebut berasal dari seseorang yang berada dibalik tirai merah tersebut.


“Orang yang berada di balik tirai itu pasti adalah Hwanghon…” Ucap salah satu Venerate pembasmi, mengetahui bahwa sosok tersebut merupakan salah satu World Venerate negeri Chundo.


Sosok bayangan yang berada di balik tirai merah tersebut tiba-tiba berubah menjadi sebuah sosok layaknya seperti seekor anjing, serigala, ataupun hewan sejenisnya.


“Ukh…” Tiba-tiba sosok misterius dibalik tirai tersebut memancarkan tekanan kekuatan yang lebih besar, hingga membuat kelima Venerate Pavonas terhentak, kemudian jatuh tersungkur.


Mereka berlima lantas menjadi ketakutan, hingga dengan cepat berdiri kembali dan berlari ke arah belakang.


“Akh…” Namun sayangnya, mereka tiba-tiba menerima sebuah serangan proyeksi energi dari orang-orang berjubah yang menggiring mereka ke tempat itu, hingga terhempas kembali ke depan bangunan utama.


“Kalian tidak akan pergi kemana-mana… Hwanghon sangat membutuhkan jiwa kalian untuk menjadi tumbal…” Ucap salah prajurit yang berdiri di depan bangunan utama, membeberkan tujuan utama mereka membawa kelima Venerate Pavonas ke tempat itu.


Kelima Venerate itu lantas tidak percaya mendengar pernyataan dari salah satu prajurit Chundo, mereka kini nampak pasrah dengan keadaan mereka yang tidak akan bisa diselamatkan lagi, dimana pada saat yang bersamaan, mereka pun mengerti mengapa para Venerate Pavonas yang sebelumnya menghilang, sampai sekarang masih tidak bisa ditemukan lagi.


–5 Juni 3006–


Keesokan harinya, kembali ke kota Lavodikvost, dimana Gudov datang menemui Alesov dengan menunjukkan ekspresi wajah cemas, karena sejak kemarin hari tidak menemui Yermo.


“Gudov… Apa terjadi sesuatu?” Tanya Alesov, nampak penasaran melihat ekspresi pemuda itu.


“Entah kenapa sejak kemarin paman Yermo tidak ada di kuil? Aku datang kemari karena menjadi pilihan terakhir untuk bertanya… Tuan Alesov apa kau mengetahui sesuatu?” Jawab Gudov, kemudian bertanya pada Alesov, yang kemungkinan mengetahui keberadaan dari Yermo.


“Eh… Soal Yermo…” Alesov pun lantas kesusahan untuk menjawab Gudov, karena sebenarnya tidak mau memberitahukan kepada pemuda itu soal keberadaan dari Yermo.


Gudov pun lantas menganggukkan kepalanya, merespon bahwa memang sedari kemarin dirinya memang tidak melihat Yermo.


“Mungkin saja Yermo sedang pergi ke suatu tempat yang kemungkinan juga tidak jauh dari sini… Jangan khawatir Gudov, pasti pamanmu itu akan segera kembali,” ucap Alesov, meyakinkan kepada Gudov agar dirinya tidak perlu khawatir mengenai Yermo.


“Mungkin saja seperti itu… Lagipula setelah kuingat dia memang pernah pergi beberapa hari sampai membuatku khawatir…” Respon Gudov, percaya dengan kebohongan Alesov, setelah mengingat mengenai sesuatu yang memang hampir sama mirip dengan keadaan yang sekarang.


“Baik tuan Alesov, kalau begitu aku pergi dulu… Maaf sudah mengganggumu,” lanjut Gudov berkata, berpamitan kepada Alesov kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov berjalan di dalam lorong bangunan dengan ruangan dimana tempat dia menemui Alesov. Ketika melihat ke depan, pemuda itu nampak sedikit terkejut melihat dua orang Venerate Pavonas berpapasan dengannya.


“Tuan Badkil... Nyonya Kharcana... Kalian ada disini…” Ucap Gudov, menyapa dua Venerate tersebut.


“Iya… Tuan Alesov memanggil kami karena sebuah hal…” Balas Venerate pria bernama Badkil, menjelaskan bahwa mereka datang oleh panggilan dari Alesov.


“Kalau begitu kami pergi menemui tuan Alesov dulu…” Sambil menepuk pundak Gudov, Venerate pria itu lantas berpamitan kemudian pergi bersama dengan rekannya menuju ruangan tempat dimana Alesov berada.


“Jarang-jarang mereka berada disini…” Gumam Gudov, nampak merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh setelah melihat kedatangan dua Venerate itu.


Tiba-tiba dalam benaknya, Gudov pun berpikir bahwa dirinya nampak penasaran dengan dengan kedatangan dua Venerate tersebut oleh panggilan Alesov.


Karena merasa penasaran, Gudov secara diam-diam mengikuti mereka dari belakang sampai kedua Venerate itu masuk ke dalam ruangan Alesov. Saat pintu ruangan tersebut tertutup, Gudov lantas menempelkan kepalanya tepat di depan pintu untuk mendengarkan percakapan mereka dengan Alesov di dalam.


“Akhirnya kalian datang juga…” Terdengar suara Alesov berbicara setelah melihat kedua Venerate tersebut datang menemuinya.


“Ada apa tuan Alesov? Sepertinya ini merupakan sebuah hal yang cukup penting…”


Gudov pun kemudian menguping penjelasan Alesov yang menjelaskan kepada dua Venerate tersebut bahwa akhir-akhir ini para Venerate yang berada di wilayah perbatasan negeri Chundo dan negeri Tengal satu per satu mulai menghilang secara misterius.


“Para Venerate menghilang…” Gumam Gudov dengan suara berbisik, terkejut mendengar penjelasan dari Alesov.


Gudov terus menguping pembicaraan Alesov dengan kedua Venerate tersebut, dimana dirinya bersama dengan Yermo mencurigai bahwa penyebab kejadian itu merupakan ulah dari negeri Tengal yang memang kemungkinan ingin mencari gara-gara ataupun secara perlahan-lahan menyerang negeri Pavonas.


Mendengar hal tersebut, Gudov lantas mengetahui bahwa Alesov ternyata sudah berbohong, bahwasannya ketika pemuda itu bertanya pada pria tersebut, Alesov sontak mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai keberadaan dari Yermo.


Tanpa pikir panjang, Gudov pun langsung membuka pintu tersebut, hingga membuat ketiga Venerate yang berada di dalam terkejut.