The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 43 - Tersesat di dalam hutan



“Berarti ini pertama kalinya kau bertugas di tempat yang memang jauh dari permukiman warga?” Tanya Bergen, melihat bahwa pemuda itu masih belum tahu-menahu mengenai keadaan yang sebenarnya ketika mereka berada jauh dari permukiman orang-orang.


“Iya, ini pertama kalinya… Memangnya kalian tahu keadaan di tempat seperti ini?” Tanya balik Gudov dengan ekspresi penasaran.


“Tentu saja aku tahu, walau ini merupakan pertama kalinya datang menjalankan misi di hutan seperti ini,” ucap Aryuna.


Perempuan itu kemudian menjelaskan bahwa alasan utama mengapa pemuda itu tidak bisa merasakan hawa keberadaan dari para makhluk astral dikarenakan jarang sekali mendapatkan sumber energi spirit, yang dalam hal ini merupakan para Venerate.


Selain para Venerate yang memang memanfaatkan para makhluk astral sebagai salah satu sumber energi mereka, makhluk-makhluk astral juga akan melakukan hal yang sama untuk mampu mempertahankan tubuh jiwa mereka, dan membuat makhluk-makhluk tersebut akan sangat sering berkeliaran di sekitar perkotaan atau permukiman lainnya dibandingkan dengan hutan, seperti tempat mereka bertiga berada kini.


“Tapi, bukankah kita sudah berada di tempat ini… Harusnya para makhluk-mahkluk astral akan mendekati kita…” Ucap Gudov.


“Kita harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa membuat mereka mendekati kita… Namun, jangan khawatir karena kemungkinan itu bisa terjadi, karena makhluk-makhluk astral juga bisa menyerap energi spirit dari hewan-hewan yang berada di hutan ini,” balas Bergen, menjelaskannya pada Gudov.


“Oh yah, aku baru ingat kalau ada sebuah pos yang ditempati oleh para Venerate di hutan perbatasan ini… Mungkin saja tuan Badkil dan nyonya Kharcana ada di tempat itu,” lanjut Bergen, memberitahukan mengenai tempat yang biasa ditempati oleh para Venerate pembasmi yang biasa menjaga wilayah perbatasan tersebut.


“Ayo… Kemungkinan di sekitar tempat itu pasti akan ada makhluk astral yang berkeliaran…” Bergen kemudian mengajak Gudov dan Aryuna mengikutinya untuk menuju ke tempat tersebut, menemui dua Land Venerate yang kemungkinan memang berada di tempat itu.


“Kalau begitu kita tidak perlu mengambil perlengkapan untuk membuat tenda lagi jika ada sebuah pos…” Ucap Gudov, kemudian berjalan bersama dengan Bergen dan Aryuna lebih dalam pada hutan tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov bersama dengan dua rekannya terus berjalan di dalam hutan tersebut hingga hari pun menjadi semakin gelap.


“Bergen… Apa kita masih belum sampai?” Tanya Gudov, sedikit penasaran karena pos yang dibicarakan oleh rekannya tersebut masih belum bisa ditemukan oleh mereka.


Bergen pun lantas tidak menjawab pertanyaan Gudov, dan memperlihatkan ekspresi wajah yang sedikit khawatir, karena pria tersebut kurang mengingat mengenai arah pos yang akan mereka tuju di dalam hutan tersebut.


“Hei Bergen… Apa kau sebenarnya sudah lupa dimana pos itu?” Tanya Aryuna, lantas mengetahui bahwa rekannya tersebut memang sudah tidak bisa menghafal jalan menuju ke pos tersebut karena melihat ekspresinya yang nampak khawatir.


“Aku yakin pasti jalan yang kita ambil sudah benar… Tenang saja, kita akan sampai sedikit lagi,” jawab Bergen, enggan memberitahukan bahwa dia memang telah memilih jalan yang salah, dan telah membuat mereka tersesat di dalam hutan tersebut.


“Bergen… Tak usah berbohong, aku tahu kau memang sudah salah mengambil jalan kan… Katakan saja bahwa kita memang sudah tersesat.” Walaupun diyakinkan oleh Bergen, namun Aryuna cukup mengetahui sifat dari pria itu yang akan menjadi panik atau khawatir jika terjadi sesuatu yang salah, seperti keadaan mereka sekarang yang memang sudah tersesat di dalam hutan itu.


“Tenang saja Aryuna… Kau tidak perlu panik, walau kita memang tersesat, namun kita pasti perlahan-lahan akan menemukan pos itu,” ucap Bergen, mengakui bahwa mereka telah tersesat, serta meyakinkan kepada Aryuna untuk jangan panik dengan menunjukkan ekspresi wajahnya sendiri yang memang sudah nampak panik.


“Justru yang terlihat panik diantara kita adalah kau…” Balas Aryuna dengan ekspresi datar, tidak terlihat merasa panik sedikitpun, seperti rekannya tersebut.


“Satu-satunya cara adalah menemukan tuan Badkil dan nyonya Kharcana… Kita harus melancarkan serangan yang besar, agar tekanan kekuatan yang besar pula bisa keluar hingga mereka dapat merasakannya… Hal itu juga pasti akan memancing keluar makhluk-makhluk astral yang berada di hutan ini…” Ucap Aryuna menyarankan sebuah cara untuk solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh mereka.


“Iya… Kita harus melakukan hal itu…” Jawab Aryuna sambil menganggukkan kepalanya.


“Baiklah… Kalau begitu serahkan saja kepadaku…” Gudov pun mengakses kekuatannya, memproyeksi pancaran energi cahaya pada kedua tangannya, kemudian mengangkatnya ke arah atas.


“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Dalam sekejap, serangan proyeksi elemen cahaya meluncur ke langit sampai pada batas tertentu.


***


Disaat bersamaan, saran dari Aryuna pun berhasil, dimana Badkil dan Kharcana yang ternyata memang berada di sebuah pos pada di dekat sungai perbatasan, sontak terkejut melihat pancaran cahaya yang meluncur naik dari dalam hutan.


“Ada Venerate di dalam hutan… Kenapa mereka melakukan itu?” Ucap Badkil, nampak bertanya-tanya melihat serangan tersebut, yang diketahuinya merupakan serangan yang biasa digunakan oleh para Venerate pembasmi.


“Mungkin saja sesuatu terjadi kepada mereka…” Ucap Kharcana.


Tanpa pikir panjang, kedua Venerate pembasmi itu langsung meluncur ke arah sumber serangan elemen cahaya tersebut yang merupakan tempat berada Gudov, Aryuna serta Bergen.


***


Kembali pada ketiga Venerate tersebut, dimana setelah Gudov melancarkan serangan sebelumnya, ketiganya seketika saling membelakangi satu sama lain, menetap ke arah yang berbeda untuk melihat yang kemungkinan akan mendekati mereka.


Dengan tenang, Gudov serta kedua rekannya menatap arah depan mereka dengan seksama untuk mencari keberadaan dari makhluk-makhluk yang bisa merasakan tekanan kekuatan dari serangan sebelumnya.


***


Akan tetapi, saran dari Aryuna ternyata tidak benar-benar merupakan sebuah saran yang bagus karena pada waktu bersamaan, orang-orang berjubah hitam yang merupakan para penculik Venerate Pavonas, yang kini berada di seberang sungai, tepatnya di wilayah negeri Chundo, juga melihat serta merasakan serangan yang dilancarkan oleh Gudov.


“Jadi masih ada Venerate Pavonas yang masih berada di wilayah perbatasan mereka sendiri…” Ucap salah satu dari orang-orang tersebut.


Dengan sigap mereka pun meluncur, menyebrangi sungai perbatasan masuk ke dalam wilayah Pavonas, menuju ke tempat dimana Gudov dan yang lain berada.


***


Sementara Gudov, Aryuna dan Bergen yang masih dalam posisi saling membelakangi satu sama lain, masih tetap memandangi arah depan mereka masing-masing untuk mencari keberadaan dari para makhluk astral yang kemungkinan mendekati mereka.


“Eh…” Tiba-tiba saja, Aryuna yang sedang menatap ke depan, sontak terkejut ketika melihat sebuah kabut bercahaya di tengah hutan yang gelap tersebut.