The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 47 - Penampilan Hwanghon



Badkil menjelaskan bahwa ada sebuah cerita secara turun-temurun di sekitar wilayah perbatasan, dimana sesosok makhluk yang sebelum dikatakannya memiliki kebiasaan menyerap energi para Venerate pada jaman dahulu hingga mengalami kematian, dan Badkil meyakini bahwa kemungkinan besar Venerate yang sedang diculik oleh Venerate negeri Chundo yang baru saja mereka ketahui bisa saja akan diberikan kepada makhluk suci itu.


“Kita harus segera menyusul mereka ke negeri Chundo sekarang juga… Gudov… Bergen… Apakah kalian masih siap?” Ucap Badkil sambil menanyakan kesiapan dari Gudov serta Bergen, dimana mereka akan mencoba memasuki wilayah negeri Chundo untuk menemukan para Venerate Pavonas.


“Tentu saja tuan Badkil… Itulah yang menjadi tujuan kami datang ke tempat ini.” Tanpa pikir panjang, Gudov dan Bergen pun langsung menyetujui hal yang dikatakan oleh Badkil, ditambah rekan mereka Aryuna juga kini telah ditangkap oleh para Venerate dari negeri tersebut.


***


Sementara itu, di wilayah negeri Chundo, tampak Yermo serta para Venerate negeri Tengal yang berasal dari sebuah organisasi khusus, satu per satu mengalahkan para Venerate negeri Chundo yang berada di sebuah pangkalan tepat di tengah sebuah hutan.


Saat semua Venerate Chundo yang mereka lawan telah dikalahkan, tiba-tiba Yermo sejenak berdiam di tempat, melakukan sebuah gerakan khusus, yang membuat para Venerate Tengal, sebagai aliansinya tersebut nampak menunjukkan ekspresi kebingungan.


“Tuan… Apa yang mau kau lakukan?” Tanya salah satu dari mereka.


“Aku mau mencoba menghapus ingatan mereka semua…” Jawab Yermo.


Pria itu kemudian, mengucapkan sebuah kalimat panjang yang sulit untuk dimengerti para Venerate Tengal, hingga sebuah pancaran cahaya memancar dari kedua tangannya.


Yermo bejalan menghampiri para Venerate Chundo yang sedang tidak sadarkan diri, kemudian satu per satu menyentuh kepala mereka semua sambil mengucapkan sebuah kalimat dengan Bahasa yang sulit dimengerti secara berulang kali.


**


“Baiklah… Ketika mereka sadar nanti, mereka tidak akan mengingat bahwa telah diserang oleh kita… Hal ini juga lebih baik dibandingkan harus melenyapkan mereka semua,” ucap Yermo, menjelaskan mengenai tujuan yang dilakukan oleh pria itu sebelumnya.


“Kalau begitu, kita akan kemana tuan…” Tanya salah satu Venerate Tengal.


“Tentu saja kita akan pergi ke kota utama di wilayah utara Chundo… Kota Hwangsom…” Jawab Yermo.


–7 Juni 3006–


Waktu pun berlalu, keesokan harinya, Aryuna yang ditangkap oleh para Venerate berjubah hitam negeri Chundo, tampak masih belum sadarkan diri ketika mereka semua telah sampai ditempat pintu gerbang tempat penyebrangan yang pernah dilewati oleh Venerate Pavonas yang tertangkap sebelumnya.


Melihat Aryuna yang masih belum sadarkan diri, Land Venerate yang mengalahkan Gudov serta Bergen sebelumnya seketika mengangkat salah satu tangannya ke atas.


“Akh…” Tanpa merasa kasihan kepada seorang perempuan, Venerate itu mengayunkan tangannya, menampar wajah Aryuna dengan keras, hingga membuat perempuan itu sontak terbangun.


“Sial… Apa-apaan kau?” Ucap Aryuna, tidak menyangka bahwa Venerate yang merupakan seorang pria itu akan menampar wajahnya dengan keras.


“Ekh…” Sambil memegang pipinya yang terasa sakit akibat mendapatkan temparan, tiba-tiba Venerate itu dengan kasar menarik Aryuna berdiri.


“Cepat jalan…” Aryuna ditarik oleh Venerate pemimpin tersebut menuju ke sebuah pintu gerbang tempat penyebrangan sampai ke kota Hwangsom.


Setelah sampai di depan pintu gerbang yang membuat Aryuna kebingungan melihat beberapa Venerate mendekati pintu gerbang tersebut dengan melakukan pergerakan khusus secara bersamaan sambil menyalurkan energi mereka.


Aryuna pun dibuat terkejut ketika melihat pintu tersebut mengeluarkan cahaya yang cukup terang, membuatnya merasakan bahwa para Venerate tersebut memanfaatkan pintu itu sebagai sebuah portal untuk berpindah ke tempat yang lain.


Aryuna pun ditarik kembali oleh sang Venerate pemimpin melewati pintu gerbang yang merupakan sebuah portal tersebut, hingga kemudian sampai di kota Hwangsom.


Sama seperti para Venerate Pavonas lain, Aryuna pun nampak terkejut serta kebingungan melihat penampakan kota tersebut memang terlihat seperti kota pada umumnya, walaupun dengan suasana yang berbeda, namun melihat bahwa para warga yang lalu-lalang tampak tidak memperdulikannya yang memang terlihat mencuri perhatian, pasalnya dirinya sekarang layaknya seorang tawanan yang sedang ditarik oleh para prajurit tepat di tengah kota.


Aryuna juga merasakan hal yang sama seperti para Venerate Pavonas sebelumnya, dimana ketika perempuan itu menatap ke atas langit, langit yang berada di atas tersebut tampak seperti sebuah langit yang menunjukkan bahwa waktu telah berada pada senja hari, padahal jika dipikir-pikir Aryuna yang memang sudah tersadar, namun berpura-pura tidur sebelumnya mengetahui bahwa waktu kini memang masih berada pada pagi hari.


***


Setelah berjalan di tengah kota, Aryuna yang dibawa oleh para Venerate Chundo akhirnya sampai di depan gerbang kediaman sang pemimpin negeri, namun dengan keadaan pintu gerbang tersebut yang telah terbuka, berbeda halnya saat para Venerate Chundo membawa para Venerate pembasmi sebelumnya.


Aryuna terus dibawa oleh para Venerate hingga berada di depan bangunan utama kediaman tersebut, dan tak berapa lama kemudian, pintu masuk bangunan utama yang tertutup oleh sebuah tirai, tiba-tiba memunculkan sebuah bayangan makhluk raksasa, yang membuat perempuan itu lantas menjadi gemetar.


Bayangan makhluk rakasasa tersebut perlahan-lahan berubah menjadi sebuah bayangan manusia, dan tiba-tiba saja sosok yang berada dibalik tirai tersebut, keluar dari pintu tersebut.


Tampak seorang pria dengan rambut berwarna merah panjang keluar dari balik tirai tersebut, membuat Aryuna yang memperhatikannya mendekat sedikit merasa takut karena merasakan tekanan kekuatannya yang memang cukup mengintimidasi.


“Hanya seorang perempuan…” Ucap pria itu, datang menghampiri Aryuna.


“Mohon maaf Yang mulia… Sebenarnya ada beberapa Venerate yang melawan kami, namun aku tidak meyangka bahwa ada dua Land Venerate yang datang menolong,” ucap Venerate pemimpin yang sebelumnya mengalahkan Gudov dan Bergen, menjelaskan alasan mengapa mereka hanya berhasil menangkap satu Venerate kepada pria yang disebut sebagai Yang mulia, dan tidak lain merupakan Hwanghon itu sendiri.


“Tidak apa-apa… Yang penting kita berhasil mendapatkan satu Venerate…” Ucap pria tersebut, tidak mempermasalahkan berapa pun Venerate yang berhasil ditangkap oleh bawahannya.


Mendengar mengenai penangkapan atau hal yang berhubungan dengannya, Aryuna pun lantas mengambil kesimpulan bahwa semua Venerate Pavonas, termasuk tunangannya yang menghilang berada di kota tersebut.


“Kalian… Dimana rekan-rekanku? Kalian kan yang menculik mereka?” Ucap Aryuna.


Mendengar hal tersebut, pria berambut merah yang merupakan Hwanghon, lantas tersenyum sambil memegang dagu Aryuna, lalu mendekatkan wajahnya.


“Jika kau ingin bertemu dengan mereka, maka aku akan segera membawamu pada mereka,” ucap Hwanghon.


**


Dari sisi lain, tampak seorang anak perempuan berumur sekitar lima tahunan sedang mengintip dari balik tembok, memperhatikan Hwanghon yang menemui Aryuna.