
“Regional Venerate yah... Sepertinya kau harus mendapatkan perlakuan khusus,” ucap pria berambut merah yang bernama Hwanghon tersebut, mampu mengetahui tingkat kekuatan dari Aryuna dengan hanya merasakan tekanan kekuatan yang memancar dari perempuan itu.
“Younghoon, bawa dia bergabung dengan para Regional Venerate lain yang sudah ada sejak beberapa hari lalu,” lanjut pria tersebut, memerintahkan Venerate pemimpin yang membawa Aryuna.
Dengan sigap Venerate tersebut langsung menarik Aryuna secara kasar. Aryuna mencoba melawan tarikan Venerate tersebut, namun sekuat apapun perempuan itu tetap tidak bisa melawan kekuatan dari Venerate yang menariknya.
Tiba-tiba Venerate yang sementara menarik Aryuna beranjak dari tempat itu menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang menghalangi jalan di depannya.
Aryuna yang sedikit merasa bingung lantas menoleh ke depan, dan melihat seorang anak perempuan berdiri di depan mereka, dimana anak perempuan yang sebelumnya sempat mengintip dari balik tembok.
Aryuna nampak lebih bingung ketika Venerate yang sedang menarik tiba-tiba diam dihalangi oleh anak perempuan itu, padahal jika bisa Venerate tersebut bisa saja menyingkirkan anak perempuan tersebut atau mengatakan jangan menghalangi jalan.
Setelah cukup lama Venerate tersebut diam, Aryuna tampak percaya bahwa anak perempuan biasa, dimana Venerate bernama Younghoon itu sepertinya tidak bisa melawan anak perempuan tersebut.
“Areum, ada apa?” Tanya Hwanghon.
Anak perempuan itu perlahan berjalan mendekati Aryuna kemudian langsung menggenggam erat salah satu tangan dari perempuan itu, yang disaat bersamaan membuat Aryuna pun bertanya-tanya siapa sebenarnya anak perempuan itu.
“Jangan bawa dia...” Ucap anak perempuan itu, menatap Hwanghon dengan ekspresi kesal.
“Areum, apa maksudmu?” Tanya Hwanghon kembali, karena tidak paham dengan apa yang baru saja dikatakan oleh anak perempuan tersebut.
“Aku bilang... Jangan bawa dia...!” Jawab anak perempuan bernama Areum tersebut dengan nada suara tinggi serta dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak mengijinkan Aryuna hendak dibawa pergi tempat tersebut.
Aryuna pun tampak terkejut mendengar anak perempuan itu berteriak, serta sangat bertanya-tanya mengapa anak perempuan tersebut harus mengatakan hal itu.
Bukan memperlihatkan ekspresi kesal karena anak perempuan itu menghalangi anak buahnya, Hwanghon tiba-tiba saja tersenyum kemudian perlahan mendekati anak perempuan tersebut, lalu membungkuk mensejajarkan wajahnya.
“Baik sayang, kau tidak perlu berteriak. Ayah pasti akan mengikuti perintahmu...” Ucap Hwanghon, menyetujui keinginan dari anak perempuan bernama Areum tersebut yang ternyata merupakan putrinya.
“Younghoon, lepaskan saja nona itu, dan biarkan dia pergi bersama dengan Areum…” Hwanghon kemudian memerintahkan Venerate yang hendak membawa Aryuna.
Tanpa pikir panjang Venerate tersebut langsung melepas tangan Aryuna, sambil anak perempuan bernama Areum yang merupakan putri dari Hwanghon sendiri membawa perempuan tersebut pergi dari depan bangunan utama.
**
Disamping itu, Aryuna tetap menunjukkan ekspresi wajah khawatir karena walaupun dirinya berhasil lolos dari cengkraman para Venerate Chundo, namun dirinya tetap masih kurang mempercayai anak perempuan yang sedang menuntunnya pergi ke suatu tempat.
Akan tetapi, perempuan itu tetap masih bisa berpikir jernih dan sedikit menyimpulkan bahwa kemungkinan besar bahwa anak perempuan yang sedang memegang tangannya tersebut hanyalah seorang anak biasa, dimana dia tidak merasakan tekanan kekuatan yang memancar dari anak perempuan tersebut, layaknya tekanan kekuatan dari seorang Venerate.
Berpindah di wilayah perbatasan tiga negeri, tampak Gudov, bersama dengan Bergen, serta Badkil dan Kharcana kini telah memasuki wilayah negeri Chundo setelah mengetahui identitas dari para penculik dari makhluk astral sebelumnya.
Gudov yang tengah berjalan di tengah hutan bersama dengan tiga Venerate lain, perlahan-lahan mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari hutan tempat mereka berada.
“Apa kalian tidak menyadari bahwa kita hanya berputar-putar di tempat sama?” Tanya Gudov, curiga setelah menempuh jarak beberapa kilometer, mereka tetap saja kembali di tempat yang sama karena bagaimanapun Gudov nampak sangat teliti dengan apa yang berada di sekelilingnya.
“Jika kau mengatakan hal itu, berarti memang benar bahwa kita sudah tersesat…” Jawab Badkil, dengan santainya mengatakan bahwa mereka berempat telah tersesat akibat hanya memutari tepat yang sama sedari tadi.
“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Gudov kembali, kini merasa panik, karena kedua kalinya harus mengalami hal yang sama.
Badkil pun tersenyum merespon ekspresi panik dari Gudov, kemudian perlahan-lahan duduk kebawah sambil menyentuh permukaan, membuat Gudov yang memperhatikan Badkil lantas menjadi kebingungan dengan apa sebenarnya maksud pria itu melakukan hal tersebut.
“Tekhnika ekzortsista…”
Badkil mengakses kekuatannya sambil memejamkan mata, memancarkan energi tak kasat mata, yang seketika meluas sampai radius beberapa kilometer. Dengan kemampuan yang dilakukan olehnya, pria itu lantas mengetahui pasalnya hutan tersebut terikat sebuah teknik khusus yang jika saja Venerate yang masuk ke dalamnya tidak menyadarinya, maka mereka akan tersesat sama seperti yang dialami oleh Gudov dan yang lain saat ini.
“Ada sesuatu yang membuat kita terus berputar-putar ditempat yang sama… Bagaimanapun juga jika aku tidak melihat dengan kemampuan observasi tingkat tinggi, maka kita akan terus tersesat di hutan ini,” ucap Badkil sambil kembali berdiri.
“Ayo ikuti aku… Mungkin ini akan sedikit memakan waktu, tapi setidaknya kita harus keluar terlebih dahulu dari teknik khusus yang membuat kita berputar di tempat yang sama,” lanjut pria itu berkata.
Gudov, Bergen serta Kharcana pun lantas mengikuti Badkil berjalan menyusuri hutan yang dilapisi oleh teknik khusus tersebut dari arah belakang, serta percaya bahwa pria tersebut akan membawa mereka keluar dari tempat yang cukup membingungkan itu.
–8 Juni 3006–
Gudov dan yang lain terus berjalan mengikuti Badkil menyusuri hutan tersebut sampai tak terasa bahwa hari telah berganti.
Gudov serta Bergen yang tak percaya bahwa akan sesulit itu keluar dari teknik khusus yang membuat mereka tersesat bisa memakan waktu sampai keesokan harinya, layaknya tanpa menggunakan kemampuan dari Badkil, mereka kemungkinan bisa keluar dengan sendirinya.
“Haah… Haah… Aku tidak percaya bahwa seharian penuh kita harus berjalan di dalam hutan…” Ucap Gudov, sambil merentangkan tubuhnya di tanah akibat sangat kelelahan setelah berjalan berjalan tanpa henti dari kemarin hari saat pagi hari baru saja akan berganti pada siang hari.
“Kau benar… Tapi, apakah benar kita sudah keluar dari teknik yang membuat kita tersesat?” Sambung Bergen, dengan posisi yang mirip seperti Gudov akibat sangat kelelahan juga, serta bertanya karena merasa ragu bahwa mereka tidak akan tersesat lagi, melihat tempat di sekitar mereka masih berada di tengah hutan yang lebat.
“Walaupun masih berada di tengah hutan, namun setidaknya kita sudah berhasil keluar dari teknik khusus sebelumnya…” Ucap Badkil, meyakinkan kepada semuanya bahwa mereka sudah tidak akan tersesat lagi di dalam hutan tersebut.
“Dan untuk sekarang kita akan mencari kota mistis bernama Hwangsom…” Lanjut Badkil berkata.