The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 14 - Pasukan Tengal mundur



“Apa yang kau lakukan disini Vahal Izumir?” Tanya Galshu sambil memanggil nama dari Venerate Pavonas yang datang tersebut.


“Apa kau bodoh? Aku adalah Venerate Pavonas… Justru aku yang harus bertanya, apa mungkin kau ingin Tengal kembali memiliki masalah dengan Pavonas?” Balas Venerate bernama Vahal tersebut, bertanya balik kepada Galshu.


“Heh… Daripada aku menanyakan hal itu, lebih baik kita sudahi dulu perbincangan ini, dan bersiaplah… Karena kemungkinan kau akan menjadi tawanan negeri Pavonas jika tidak bersungguh-sungguh melawanku,” lanjut pria bernama Vahal tersebut berkata, kemudian meluncur ke arah Galshu untuk menyerangnya.


Dengan sigap Galshu yang sedang memegang sebuah tombak kapak, langsung mengayunkannya, melancarkan serangan tebasan proyeksi energi, namun dengan lincah mampu dihindari oleh Vahal dengan melakukan sebuah lompatan untuk melewatinya.


“Tekhnika ekzortsista… Soul release…” Vahal menggunakan teknik miliknya, melepaskan sesosok makhluk astral yang dengan cepat meluncur melewati Galshu.


Ketika makhluk astral yang dilepaskan oleh Venerate Pavonas itu lewat menembus Galshu, seketika Venerate Tengal itu merasakan tubuh melemah.


“Sial… Makhluk astral itu menyerap energi Spirit milikku,” ucap Galshu, mengetahui bahwa sumber kekuatannya terkuras ketika dilewati oleh makhluk astral tersebut.


“Tekhnika ekzortsista… Blast projection…”


“Uakh…” Saat Vahal melancarkan serangan proyeksi cahaya menimbulkan sebuah efek ledakan, seketika Galshu langsung terhempas setelah menerimanya.


Pria Tengal itu terkapar dalam keadaan yang lemah dan sulit kembali berdiri akibat tenaganya telah terkuras habis.


Perlahan-lahan Venerate Pavonas bernama Vahal itu berjalan menghampiri Galshu yang tengah terkapar, sambil memproyeksikan energi memancar dari salah tangannya yang diangkat ke depan.


“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…” Vahal pun langsung melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya dalam skala yang besar pada Galshu, yang sontak menciptakan sebuah efek ledakan cukup besar.


Vahal tiba-tiba terkejut ketika efek ledakan tersebut lenyap, melihat bahwa Galshu tidak berada di depannya.


Venerate Pavonas itu lebih dikejutkan lagi, ketika melihat Galshu telah berada di tempat lain, yang kini bersama dengan seseorang.


“Tidak mungkin… Sepertinya kalian memang ingin menyerang kami rupanya,” ucap Vahal, saat melihat Venerate yang datang membantu Galshu, yang tidak lain merupakan Jungdai, World Venerate serta pangeran mahkota yang berasal dari negeri Tengal.


Karena mengetahui bahwa sulit untuk melawan Jungdai yang barusan datang tersebut, Vahal pun langsung meningkatkan kekuatannya untuk berusaha melawan World Venerate Tengal itu.


“Tunggu… Kedatanganku kemari hanya untuk menyelamatkan orang ini… Asal kau tahu, aku tidak memiliki urusan dengan penyerangan prajurit Tengal di kota kalian ini,” ucap Jungdai, menghentikan Vahal yang hendak melawannya.


“Tidak urusan katamu… Justru kau yang World Venerate Tengal yang harus bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan oleh prajuritmu,” balas Vahal, seketika meluncur ke arah World Venerate tersebut untuk melawannya.


Melihat Vahal menuju ke arahnya, Jungdai seketika bergerak dengan kecepatan yang tinggi, membuat Vahal pun terkejut ketika pria itu kini telah berada tepat di belakangnya.


“Lebih baik kau tidak usah melawan karena hal itu akan percuma saja,” ucap Jungdai, memperingati Venerate Pavonas itu dengan nada suara sopan.


Hal tersebut lantas membuat Vahal pun terdiam akibat merasa ragu untuk melawan World Venerate Tengal itu, karena bagaimanapun juga Vahal bukanlah tandingan dari pria itu, walaupun hanya memiliki perbedaan kekuatan satu tingkatan saja.


“Tuan Galshu… Lebih baik kita pergi dari kota ini sebelum situasi menjadi lebih kacau lagi.” Jungdai kemudian memerintahkan Galshu untuk kembali ke negeri Tengal sembari membantu pria tersebut berdiri.


“Sebaiknya kau mengikuti apa kataku, daripada karena keadaanmu sekarang tidak memungkinkan untuk melawannya,” ucap Gundai, meyakinkan Galshu agar tidak memaksakan diri, disamping dirinya yang sudah melemah akibat berhadapan dengan Vahal.


Walaupun masih ingin meneruskan penyerangan tersebut, namun Galshu pun tidak mempunyai pilihan selain mematuhi ucapan dari pangeran Tengal tersebut.


Vahal pun kemudian membiarkan Galshu serta Jungdai pergi dari tempat tersebut, kembali ke negeri Tengal.


***


“Semuanya… Naik ke kapal, dan segera kembali ke Tengal secepatnya…” Tak berapa lama, Jungdai memerintahkan para prajurit Tengal untuk meninggalkan kota Vegoblashcensk, ketika dirinya bersama dengan Galshu lewat.


Mendengar perintah tersebut, dengan serentak para prajurit negeri Tengal dibiarkan oleh para prajurit Pavonas bergerak naik ke atas kapal mereka, kemudian menyebrang menuju ke negeri Tengal.


***


Berpindah pada Vahal, dimana saat Jungdai dan Galshu pergi meninggalkan tempat tersebut, pria Pavonas itu lantas menghampiri Gudov yang sedang bersama dengan ibu dari remaja itu yang tengah dalam keadaan yang parah.


“Tuan… Kumohon tolong ibuku…” Ucap Gudov, memohon kepada Vahal sambil menunjukkan ekspresi wajah khawatir melihat ibunya.


“Aku tidak bisa melakukan banyak… Karena tidak memiliki kemampuan penyembuhan… Tapi setidaknya ini akan sedikit membantu untuk menolong nyawa ibumu…”


Vahal mengakses kekuatan miliknya, menyalurkan energi pada ibu Gudov yang mengalami luka parah.


“Aku hanya bisa membantu menyalurkan energiku pada ibumu untuk membuatnya bisa bertahan… Namun, hanya ini yang bisa kulakukan, selain menyembuhkan luka fisiknya,” ucap Vahal.


Meski khawatir melihat keadaan ibunya yang masih dalam keadaan parah, namun setidaknya Gudov masih bisa merasa tenang dengan pertolongan yang diberikan oleh Vahal.


***


Beberapa saat kemudian, setelah penyerangan pasukan Tengal yang merenggut sebagian warga kota Vegoblashcensk, terlihat Venerate tingkat atas Pavonas, yaitu Vahal datang menemui Yermo yang kini sudah sadarkan diri karena sebelumnya sempat dikalahkan oleh Galshu.


“Tuan Yermo Balanouski kan… Aku tidak menyangka bahwa selama ini kau bersembunyi di dalam kota ini,” ucap Vahal, nampak mengenali Yermo yang selama ini memang tidak diketahui keberadaannya dari para Venerate Pavonas yang lain.


“Seharusnya kau sudah menjadi pemimpin wilayah Briseria Tenggara jika selama ini kau berada tinggal di kota ini…” Lanjut pria itu berkata.


“Aku sudah tidak tertarik lagi menjadi seperti itu… Setelah kejadian yang pernah kualami, aku sudah berjanji untuk tidak memimpin lagi suatu wilayah di negeri ini…” Ucap Yermo, enggan untuk menerima ucapan dari Vahal karena sebuah alasan.


“Aku juga paham mengenai hal yang pernah terjadi padamu… Tapi, jika sudah seperti ini, walaupun kau merupakan Continent Venerate sekalipun, kau tidak akan bisa melindungi semua warga kota dan wilayah ini ketika penyerangan pasukan Tengal kembali terjadi jika kau hanya sendirian saja,” ucap Vahal.


“Seharusnya itu salahkan kepada kalian semua yang tidak memiliki Continent Venerate melebihi wilayah-wilayah yang berada di negeri ini…” Balas Yermo.


“Baiklah, aku mengerti… Aku tetap akan berada di tempat ini untuk mengantisipasi penyerangan selanjutnya dari pasukan Tengal itu… Tenang saja… Beberapa pemimpin wilayah yang lain juga akan datang kemari…” Ucap Vahal.