The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 23 - Tidak bisa melindungimu lagi



“Galshu… Berkonsentrasi gunakan kekuatan dari patung itu untuk mencari Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi…” Ucap Gundai, langsung menyuruh Continent Venerate Tengal itu untuk menggunakan kekuatan dari patung emas tersebut.


“Kekuatan kekangan surgawi…” Vahal bersamaan dengan Alesov sontak terkejut ketika mendengar ucapan dari Gundai, dimana yang mereka ketahui bahwa pemegang kekuatan tersebut sudah menghilang dan telah dinyatakan meninggal. Sementara keturunan serta clan dari Venerate tersebut telah habis dibantai, setelah Venerate tersebut dinyatakan telah meninggal karena banyak yang memperkirakan kekuatan kekangan surgawi akan diturunkan kepada salah satu anggota clannya.


**


Sementara Gundai menahan dua Continent Venerate Pavonas tersebut, Galshu pun mulai berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan dari patung tersebut sambil mengucapkan kalimat panjang yang sulit untuk dimengerti.


Perlahan-lahan sepasang mata pada patung emas itu bercahaya, hingga semua bagian dari benda tersebut memancarkan proyeksi energi, yang langsung meluncur pergi ke suatu tempat.


***


Berpindah pada Gudov dan ibunya yang kini telah jauh berada di luar kota Vegoblachensk. Ketika sedang berlari, tiba-tiba proyeksi energi yang sebelumnya dipancarkan oleh patung emas meluncur menerjang remaja tersebut.


“Argh…” Gudov yang diterjang oleh proyeksi energi tersebut sontak terhempas hingga membuatnya terkapar.


“Gudov…” Melihat putranya tersebut terhempas, Kydanys pun langsung merasa khawatir, dan langsung datang menghampiri remaja tersebut.


“Apa yang terjadi?” Ucap Kydanys, tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada putranya tersebut, yang tiba-tiba memancarkan proyeksi energi dari tubuhnya.


***


“Eh…” Sementara itu, Galshu tiba-tiba terkejut ketika merasakan Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi, yang diincar mereka, dapat dirasakannya tidak jauh dari tempat tersebut.


“Yang mulia… Venerate itu tidak jauh dari tempat ini,” ucap Galshu, memberitahukannya kepada Gundai.


“Kalau begitu cepat cari dia…” Balas Gundai langsung menyuruh Galshu untuk mencari Venerate yang diincar mereka tersebut, walaupun merasa sedikit terkejut bahwa Venerate tersebut ternyata tidaklah jauh dari jangkauan mereka.


Mendengar perintah tersebut, Galshu seketika terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju ke arah Venerate yang diincar oleh mereka, sedangkan Gundai tetap berada di tempat itu untuk menghalangi Vahal dan Alesov.


***


Tak berapa lama kemudian, Galshu pun muncul di titik dimana dirinya dapat merasakan keberadaan Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi, dan sontak terkejut tidak meyangka bahwa Venerate tersebut ternyata merupakan seorang remaja yang sempat ditawannya.


“Apa-apaan ini? Aku tidak menyangka bahwa Venerate yang memiliki kekuatan kekangan surgawi ternyata adalah kau bocah…” Ucap Galshu, nampak tidak percaya sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.


Mendengar Continent Venerate Tengal itu telah mengetahui mengenai kebenarannya, Kydanys pun lantas terkejut, dan langsung menghalangi pria tersebut, yang hendak mengincar putranya.


“Minggir…” Ucap Galshu, memperingati Kydanys.


Akan tetapi karena ingin melindungi putranya, Kydanys pun enggan untuk menyingkir, walau tahu mengenai keadaannya yang kini sangat tidak memungkinkan, ditambah dirinya sebenarnya bukanlah tandingan dari pria tersebut.


“Akh…” Karena enggan untuk menyingkir Galshu pun langsung melayangkan pukulan yang kuat hingga membuat Kydanys terhempas dari hadapannya.


“Ibu…” Gudov pun langsung mengkhawatirkan ibunya tersebut karena harus melindunginya walau dalam keadaan yang lemah.


“Ekh…” Disaat yang bersamaan, Galshu pun mendekati Gudov yang tengah terkapar, kemudian langsung mencekik leher remaja itu dan mengangkatnya ke atas.


“Gudov…” Melihat Gudov kesulitan bernafas, Kydanys dengan cepat berdiri, dan berlari ke arah Galshu untuk berusaha melepaskan cengkraman tangan pria itu dari putranya.


“Lepaskan dia…” Dengan berusaha keras Kydanys mencoba melepaskan cengkraman tangan Galshu dari leher Gudov, namun tidak bisa dilakukannya karena pria tersebut sangatlah kuat.


“Tekhnika ekzortsista…” Masih berusaha keras, Kydanys pun akhirnya melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah Galshu.


“Ukh…” Karena tidak mengira serangan tersebut, pria Tengal itu sontak terhentak hingga membuat cengkraman tangannya pun terlepas dari Gudov.


Dengan kesempatan tersebut, Kydanys pun langsung menggapai Gudov, lalu berlari sambil menarik putranya menjauh dari tempat itu.


“Akh…!” Namun, masih belum jauh mereka lari, tiba-tiba sebuah serangan proyeksi energi berskala cukup besar meluncur hingga membuat Kydanys serta Gudov pun langsung terhempas.


“Aku menghargai usahamu melindunginya, namun putramu ini harus ikut denganku ke negeri Tengal… Karena kami sangat membutuhkan kekuatan yang berada pada diri anak ini,” ucap Galshu.


“Tidak akan kubiarkan… Walaupun harus mengorbankan diriku, aku tidak akan membiarkan kalian membawa putraku,” balas Kydanys, sontak kembali berdiri, dan bersiap menghalangi Galshu yang hendak membawa pergi putranya tersebut.


“Baiklah… Berusahalah semampumu…”


“Akh…!” Sekali lagi, Galshu pun melancarkan sebuah serangan yang cukup kuat hingga membuat Kydanys pun terhempas.


“Tuan… Tolong ampuni kami… Aku akan ikut bersamamu, tapi tolong jangan sakiti ibuku.” Melihat ibunya terus berusaha menghalangi pria Tengal itu untuk mendekatinya, Gudov pun lantas bermohon.


“Tekhnika ekzortsista…” Akan tetapi, Kydanys tidak menyerah begitu saja, dan terus melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah Galshu, walaupun dengan sigap mampu dihindari oleh pria Tengal itu.


Merasa risih wanita itu terus saja menghalanginya, Galshu tiba-tiba memunculkan sebuah belati, yang dengan cepat dilapisinya menggunakan proyeksi energi miliknya, dan seketika langsung memasukkannya kepada Kydanys, yang datang untuk menyerangnya.


“Ibu…!” Teriak Gudov melihat ibunya mendapatkan tusukan dari Galshu.


Saat Continent Venerate itu mencabut belatinya pada Kydanys, wanita itu pun sontak terjatuh, yang membuat Gudov dengan sigap kembali berdiri, kemudian berlari menggapai Kydanys saat hampir terkapar.


“Ibu… Ibu…” Ucap Gudov, tidak tahu harus berbuat apa dalam keadaan ibunya yang kembali memiliki luka yang parah.


“Gudov… Cepat lari dari sini…” Ucap Ibunya.


“Tidak… Bagaimana denganmu?” Namun, Gudov lantas menolak permintaan Kydanys, karena tidak mau meninggalkan ibunya yang dalam keadaan seperti itu.


“Gudov… Larilah… Ibu sekarang tidak bisa bisa untuk melindungimu lagi…”


Dengan keadaan yang sudah sangat parah, Kydanys pun perlahan mengangkat salah satu tangannya, menyentuh wajah putranya tersebut sambil tersenyum.


“Gudov… Maaf ibu tidak bisa bersamamu lagi… Untuk selanjutnya kau harus berusaha sendiri melindugi dirimu,” ucap Kydanys, kemudian perlahan tangannya yang sedang menyentuh wajah Gudov terjatuh.


Perlahan-lahan kedua mata Kydanys pun tertutup. Kydanys pun tidak bisa bertahan akibat luka tusukan yang diterimanya sudah membuat keadaannya sangat parah.


“Ibu… Tidak…” Gudov sontak menangis tidak membayangkan bahwa ibunya meregang nyawa akibat harus melindunginya.


Sementara itu, Galshu pun hanya berdiri terdiam sambil menunggu Gudov meratapi kepergian ibunya yang disebabkan oleh pria tersebut.


“Eh…” Galshu lantas terkejut melihat Gudov yang sedang meratapi ibunya, tiba-tiba memancarkan proyeksi energi berwarna putih.


Ketika menatap Galshu dengan penuh amarah, Galshu dibuat terkejut kembali melihat kedua mata remaja itu memancarkan kilauan cahaya yang cukup terang.