The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 50 - Aryuna menemukan para Venerate Pavonas



“Kakak… Mungkin orang-orang yang maksud ada di dalam sana… Aku pernah masuk ke dalam tempat itu dan melihat mereka disekap,” ucap anak perempuan bernama Areum tersebut, sambil menunjuk ke arah pintu masuk bangunan tua yang kemungkinan memang merupakan sebuah penjara.


“Mereka berada di dalam?” Tanya Aryuna dengan ekspresi wajah khawatir, ingin segera melihat para tahanan yang diyakininya merupakan para Venerate Pavonas, namun masih merasa ragu untuk masuk ke dalam.


“Iya kakak… Aku yakin mereka adalah teman-temanmu, lambang burung merah yang kau perlihatkan mirip seperti yang ada di pakaian mereka,” ucap Areum, meyakinkan Aryuna agar perempuan itu masuk melihat keadaan dari tawanan yang berada di dalam.


“Apa kau tidak akan menjebakku?” Tanya Aryuna dengan ekspresi wajah serius, karena menganggap Areum kemungkinan akan menjebaknya, mengingat bahwa anak perempuan itu merupakan putri dari Hwanghon sendiri.


Areum sejenak memasang wajah terkejut, namun tiba-tiba anak perempuan langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku tahu bahwa ayah baik kepadaku, namun tetap terlihat jahat di depan orang-orang yang tidak disukainya… Aku tidak berbohong kakak, mereka ada di dalam sana…” Ucap Areum dengan tatapan wajah serius.


Aryuna yang melihat tatapan wajah Areum lantas percaya bahwa anak perempuan itu memang berkata benar, serta merasa bahwa dia berbeda dengan orang-orang Chundo yang berniat jahat kepada para Venerate pembasmi seperti dirinya.


Aryuna pun memegang tangan Areum dan masuk ke dalam bangunan tua tersebut untuk melihat keadaan dari Venerate Pavonas yang diyakininya kini berada di tempat itu.


**


Setelah masuk, Aryuna dan Areum kini berada di sebuah lorong yang cukup gelap, dimana ketika sedikit berjalan ke depan mereka pun sampai sebuah percabangan dari dua lorong yang ke arah kiri serta ke arah kanan.


Karena tidak tahu akan melalui lorong yang mana, Aryuna pun menatap Areum, berharap agar anak perempuan itu menentukan jalan yang akan dipilih.


“Disana kakak…” Ucap Areum, menunjuk lorong kiri.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan melalui lorong ke arah kiri yang masih tampak dalam penerangan yang kurang, sampai akhirnya menemukan sebuah ruangan-ruangan sel yang berada di sisi kiri serta kanan lorong tersebut.


Benar saja yang dikatakan oleh anak perempuan itu, dimana Aryuna sontak terkejut ketika melihat para tawanan yang berada di dalam ruangan-ruangan sel tersebut merupakan para Venerate pembasmi negeri Pavonas yang cukup dikenalnya.


Aryuna terkejut melihat keadaan dari para Venerate pembasmi tidak sadarkan diri, serta terlihat tampak kurus.


Ketika hendak membuka salah satu pintu sel tersebut untuk mengeluarkan para Venerate pembasmi, Aryuna lantas menyadari bahwa pintu tersebut memang terkunci.


“Apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka?” Tanya Aryuna, tidak mengerti kenapa negeri Chundo, khususnya Hwanghon menginginkan para Venerate pembasmi.


Areum kemudian menunjuk salah satu Venerate pembasmi, tepatnya pada sebuah gelang yang dipakainya yang tampak memancarkan cahaya.


“Gelang apa itu?” Tanya Aryuna lagi.


“Aku masih belum mengerti, tapi yang kudengar bahwa orang-orang kami mengenakan gelang itu pada mereka atas perintah dari ayah,” jawab Areum.


Disaat kurangnya informasi yang diberikan oleh Areum, Aryuna pun nampak menduga-duga bahwa kemungkinan besar gelang tersebut menyerap energi Spirit dari para Venerate pembasmi untuk sebuah alasan khusus.


“Tekhnika ekzortsista…”


Tidak mau tinggal diam melihat para Venerate pembasmi tengah menderita di dalam ruangan sel tersebut, Aryuna pun dengan sigap melancarkan sebuah serangan proyeksi elemen cahaya berbentuk sebuah tebasan, hingga langsung menghancurkan gembok dari pintu sel tersebut.


“Kakak… Kau harus cepat…” Ucap Areum, nampak khawatir karena teknik yang digunakan olehnya untuk membuat semua orang tidak sadarkan diri sebelumnya kemungkinan akan segera berakhir.


Aryuna mencoba menyadarkan para Venerate pembasmi yang berada di dalam ruangan sel tersebut, namun tetap saja mereka sulit untuk sadar karena memang telah berada dalam keadaan yang lemah.


Karena tidak mau membuang waktu, Aryuna bergegas keluar dari dalam sel tersebut untuk mencoba membebaskan para Venerate lain yang masih berada di dalam sel-sel lain.


Perempuan itu melakukan hal yang sama, menghancurkan gembok sel-sel yang ada, kemudian membuka satu per satu gelang yang dikenakan oleh mereka semua.


“Eh… Venerate negeri Tengal…” Tanpa diduga, Aryuna lantas menyadari bahwa beberapa Venerate pembasmi yang berada di ruangan sel lain ternyata merupakan para Venerate pembasmi dari negeri Tengal dengan melihat pakaian mereka yang nampak berbeda, serta sebuah lambang khusus, berbentuk sebuah lingkaran dengan dua sisi warna berbeda, merah serta biru, kemudian terdapat enam buah bagian dipinggirnya memiliki warna yang sama yaitu merah dan biru, layaknya sebuah kelopak bunga.



Walaupun merupakan Venerate dari negeri yang sering bermusuhan dengan negeri Pavonas sendiri, namun Aryuna tidak perduli dan lantas membuka satu per satu gelang yang dikenakan oleh para Venerate tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, setelah semua Venerate pembasmi, baik dari negeri Pavonas maupun negeri Tengal telah dibebaskan oleh Aryuna, perempuan itu pun lantas mencari ruangan yang lain, namun ternyata tidak ada lagi yang tersisa.


Perempuan itu pun lantas merasa khawatir, karena salah satu Venerate yang dicarinya yaitu Ernan tidak berada diantara mereka, padahal Venerate yang merupakan tunangannya tersebut adalah tujuan utama Aryuna datang ke wilayah perbatasan sampai akhirnya ditangkap oleh para prajurit Chundo ke kota mistis tersebut.


“Nona Areum, apa ada ruangan sel lainnya di tempat ini?” Tanya Aryuna.


“Entahlah kakak, tapi aku yakin bahwa masih ada ruang lagi sebelah sana…” Jawab Areum, sambil menunjuk arah depan pada lorong yang tampak masih cukup panjang tersebut.


“Baiklah, aku akan pergi kesana… Apakah kau bisa menjaga mereka semua?” Ucap Aryuna, sambil bertanya kepada anak perempuan itu untuk menjaga para Venerate pembasmi yang masih belum sadarkan diri.


Saat Areum menyetujunya dengan mengangukkan kepala, Aryuna dengan sigap berlari menyusuri lorong tersebut lebih dalam lagi, untuk mencari para Venerate lain yang masih ditawan, termasuk tunangannya.


***


Aryuna masuk lebih dalam pada lorong tersebut, mendapatkan sebuah tangga menuju ke arah bawah, menuruninya, dan akhirnya sampai di sebuah tempat, dimana terdapat beberapa ruangan sel.


“Ernan…”


Aryuna akhirnya dapat menemukan Venerate Pavonas yang sebelumnya ditangkap bersama dengan empat rekan Venerate Pavonas lainnya.


Dengan sigap, Aryuna menghancurkan gembok pintu sel tersebut, lalu masuk ke dalam ruangan sel itu, menghampiri tunangannya tersebut.


“Aryuna…” Tanpa diduga Ernan masih bisa mempertahankan kesadarannya setelah berada dalam keadaan lemah, dan sontak terkejut melihat Aryuna berada di depannya.


“Apa aku bermimpi?” Tanya Ernan, tidak percaya bahwa perempuan itu kini berada di depannya, dimana pria tersebut lantas mengira bahwa dirinya memang sedang berhalusinasi.