
Sambil menangkap Gudov yang tidak sadarkan diri, kemudian menangkapnya, Yermo pun mengakses kekuatannya yang masih tersisa untuk melakukan sebuah teknik.
“Tekhnika ekzortsista… Possession room switch…”
Seketika pancaran elemen cahaya yang begitu menyilaukan menyelimuti pria itu bersama dengan Gudov, hingga tak berapa lama kemudian ketika cahaya tersebut redup, Yermo serta Gudov tiba-tiba berubah menjadi sebuah bongkahan batu.
Melihat Yermo dan Gudov tiba-tiba berubah menjadi bongkahan batu yang cukup besar lantas membuat Galshu serta Gundai yang melihat sontak terkejut.
“Sialan… Dia menggunakan teknik perpindahan ruang,” umpat Gundai, mengetahui bahwa Yermo dan Gudov sebenarnya tidak berubah menjadi bongkahan batu, melainkan bongkahan batu tersebut berpindah posisi ke posisi Yermo dan Gudov, sementara kedua orang itu berpindah pada posisi batu tersebut yang sebelumnya entah berada dimana.
“Apa kalian mau membagi informasi kenapa kalian ingin mengincar seorang anak yang kemungkinan bukanlah seorang Venerate?” Tanya Venerate Pavonas yang barusan datang tersebut.
“Sepertinya kau masih belum tahu… Bahwa anak yang sebelumnya dibawa lari oleh pria itu adalah pemilik dari kekuatan kekangan surgawi yang baru,” jawab Gundai.
“Pemilik kekuatan kekangan surgawi…” Venerate tersebut lantas terkejut mendengar fakta yang diungkapkan oleh pemimpin negeri Tengal itu.
Pria itu tidak menyangka bahwa Venerate yang pemilik kekuatan kekangan surgawi telah menurunkan kekuatannya tersebut pada seorang remaja yang sempat dilihat sebelum dibawah pergi oleh Yermo, dimana sebenarnya baik negeri Pavonas juga selama telah mengincar pemilik dari kekuatan tersebut untuk sebuah rencana memperkuat kekuatan tempur dari negeri Pavonas sendiri.
“Sangat mengejutkan mendengar hal itu, namun aku berterima kasih karena sudah memberitahukannya kepadaku… Lagipula Venerate yang menggunakan kekuatan pertukaran posisi tersebut tidak akan bisa pergi sangat jauh… Dia pasti masih berada di kawasan Briseria yang luas ini,” ucap Venerate itu, memperkirakan bahwa Yermo menggunakan teknik tersebut untuk berpindah tempat tidak jauh dari kota Vegoblashchenks.
“Ngomong-ngomong khan agung… Sepertinya kau tidak dalam kondisi prima sekarang… Sungguh bosan jika harus melawanmu dengan kondisi seperti itu. Daripada harus mengalami kekalahan, lebih baik kau beserta anak buahmu cepatlah angkat kaki dari negeri ini,” lanjut Venerate tersebut, membiarkan Gundai beserta Galshu untuk meninggalkan negeri Pavonas sekarang juga.
“Galshu… Ayo kita pergi…” Karena merasa baha dirinya memang tidak akan mampu melawan Venerate yang memiliki kekuatan setara dengannya, Gundai lantas menyetujui hal tersebut.
Pemimpin negeri Tengal itu kemudian terbang membawa Galshu pergi dari kota tersebut.
***
“Tuan Vladior…”
Beberapa saat kemudian Vahal bersama dengan Alesov datang menghampiri Venerate Pavonas itu setelah Gundai dan Galshu pergi.
“Dimana para Venerate Tengal itu?” Sambil memperhatikan ke sekitar, Vahal pun bertanya kepada Venerate tersebut tentang keberadaan dari Gundai serta Galshu.
“Aku membiarkan mereka pergi…” Jawab Venerate bernama Vladior itu.
“Dibandingkan harus membuat kota ini hancur, aku lebih baik membiarkan mereka untuk angkat kaki dari sini,” lanjut pria itu berkata.
“Bagaimana dengan keadaan yang lain?” Pria bernama Alesov itu kemudian bertanya mengenai keadaan dari beberapa Venerate lain, yang sebelumnya sempat diberitahukan kepadanya bahwa beberapa Continent Venerate yang berasal dari wilayah lain datang ke kota tersebut.
“Soal itu… Kurasa keadaan yang paling memprihatinkan adalah tuan Rodelmpt, karena energi Spirit miliknya sempat dikuras habis,” jawab Vahal.
“Kalau begitu, ayo kita lihat dia terlebih dahulu,” ucap Vladior, mengajak Vahal serta Alesov untuk pergi melihat keadaan dari Venerate bernama Rodelmpt.
–3 sampai 4 Februari 3000–
Akan tetapi, selama itu keadaan dari kota Vegoblashchenks pun menjadi tetap aman, karena setelah kedatangan Gundai sebelumnya, pasukan Tengal sudah tidak lagi melakukan penyerangan mereka kembali.
Sementara itu, keadaan dari Venerate bernama Rodelmpt yang sebelumnya sempat menerima teknik dari Gundai, yang membuat energinya terkuras habis, semakin lebih parah hingga para Venerate lain pun sudah tidak memiliki peluang untuk selamat atau kembali pulih.
***
Di sisi lain, setelah mengetahui bahwa Gudov merupakan pemegang kekuatan kekangan surgawi, pria itu langsung memerintahkan setiap Venerate yang ada di kawasan wilayah Briseria untuk berusaha mencari remaja tersebut bersama dengan Venerate yang membawa larinya.
–11 Februari 3000–
Seminggu kemudian di kota bernama Kharbaatar yang merupakan ibukota dari negeri Tengal, tampak seorang perempuan memasuki sebuah ruangan dimana Gundai sang khan Agung negeri tersebut berada.
“Narenqai… Ada apa?” Tanya Gundai, melihat perempuan tersebut datang menemuinya.
“Aku datang kemari untuk memohon kepadamu tolong lepaskan pangeran Jungdai,” jawab perempuan bernama Narenqai tersebut.
“Untuk apa kau memohon untuk melepaskan penghianat itu? Aku tidak mau melakukannya.” Gundai seketika menolak permohonan tersebut sambil memasang ekspresi kesal.
“Tapi Yang mulia… Pangeran Jungdai adalah pewaris tahta Tengal serta salah satu Venerate terkuat, kau seharusnya tidak boleh melakukan hal ini kepadanya,” ucap Narenqai kembali memohon kepada pemimpin negeri Tengal tersebut.
“Narenqai… Lebih baik kau hentikan ocehanmu itu, atau aku juga akan melakukan hal yang sama kepadamu seperti yang kulakukan kepada Jungdai…” Ucap Gundai, masih tetap berpegang pada pendiriannya sambil menatap tajam perempuan tersebut.
“Aku tidak peduli jika kau beserta Jungdai merupakan World Venerate… Selama aku masih menjadi pemimpin negeri ini, maka kalian tidak boleh sekalipun membuatku merasa kurang senang,” lanjut pria tersebut.
“Baik, Yang mulia… Aku mengerti… Maaf telah mengganggumu.”
Perempuan bernama Narenqai tersebut sontak tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bermohon, dan sontak meninggalkan ruangan tempat pemimpin negeri Tengal itu berada.
***
Beberapa saat kemudian, perempuan bernama Narenqai itu memasuki sebuah penjara yang berada di pinggiran ibukota negeri Tengal tersebut.
Dimana dia ternyata menemui Jungdai, pangeran negeri itu yang ternyata telah ditahan dalam salah satu sel di penjara tersebut, yang kemungkinan akibat perbuatannya melaporkan kedatangan mereka pada para Venerate Pavonas ketika berada di kota Vegoblashchenks sebelumnya.
“Ternyata kau Narenqai…” Ucap Jungdai, tampak sedang duduk bersandar pada dinding di dalam sel tempatnya dikurung.
“Maaf aku gagal memohon kepada ayahmu untuk membebaskanmu,” ucap Narenqai sambil menunjukkan ekspresi kecewa.
Mendengar hal tersebut Jungdai pun lantas tersenyum tipis karena hal karena dirinya tidak menyangka bahwa perempuan tersebut akan memohon kepada Gundai untuk membebaskannya.
“Jangan khawatir… Khan tidak serius mengurungku di tempat ini…”
“Aku berada disini karena mendapatkan hukuman dari seorang ayah, bukan mendapatkan hukuman dari khan itu sendiri… Jika dia serius, seharusnya dia tidak mengurungku di dalam sel biasa seperti ini… Bukankah kau tahu bahwa aku tahu bahwa aku adalah salah satu Venerate terkuat,” ucap Jungdai, menjelaskan kepada perempuan tersebut.