The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 29 - Kekuatan yang tiba-tiba aktif



Gudov sontak terkejut setelah mendengar ucapan dari roh jahat yang bisa dimengerti artinya tersebut.


“Argh…” Sambil memasang ekspresi wajah kesal, pemuda itu menekan salib yang ditempelkannya ke dahi pria yang sedang kerasukan tersebut, hingga membuat roh jahat yang mengendalikan tubuh pria tersebut menjerit.


“Argh…!” Gudov terus menekan salib yang dipegangnya ke dahi pria tersebut, membuat roh jahat yang berada di dalam pria itu uterus-terusan menjerit.


“Gudov… Tunggu dulu…” Akan tetapi, perempuan bernama Aryuna yang berada di dalam ruangan tersebut, sontak memperingati pemuda itu karena apa yang dilakukannya akan menyakiti pria yang sedang dirasuki tersebut.


“Gudov… Hentikan itu…” Tidak mendengar peringatannya, Aryuna lantas datang menghampiri Gudov, dan langsung menarik salib yang ditempelkan oleh pemuda itu dari pria tersebut.


“Aryuna, apa yang kau lakukan?” Tanya Gudov, lantas terkejut melihat perempuan itu mengganggunya yang sedang memurnikan tubuh pria tersebut dari roh jahat yang merasukinya.


“Kau menyakiti pria itu… Setidaknya gunakan cara lain jika hal yang sebelumnya…”


Gudov sontak terkejut ketika melihat pria yang sedang dirasuki oleh roh jahat tepat di belakang Aryuna, kembali berdiri sambil mengambil senjata tajam yang dipegang sebelumnya, kemudian langsung mengayunkannya ke arah perempuan yang berada di depannya tersebut.


“Awas…!” Dengan sigap, Gudov pun langsung mendorong perempuan bernama Aryuna tersebut, kemudian mengantisipasi ayunan senjata tajam dari pria tersebut.


Aryuna pun terkejut ketika melihat Gudov menghentikan serangan pria itu dengan menahannya bilah tajam senjata tajam tersebut menggunakan tangannya.


“Ukh…” Sambil menahan rasa sakit akibat meremas bilah tajam tersebut, Gudov perlahan mengangkat salah satu kakinya, kemudian melancarkan sebuah tendangan yang cukup kuat, hingga pria tersebut terhempas menabrak dinding di dalam ruangan itu.


Melihat Gudov tampak menahan rasa sakit akibat luka pada tangannya, Aryuna pun langsung meluncur ke arah pria yang sedang kerasukan tersebut sambil mengakses kekuatan miliknya.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”


Aryuna melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, bertujuan untuk memurnikan tubuh pria tersebut, akan tetapi dengan kendali dari rih jahat yang merasukinya, pria itu tiba-tiba langsung menghindari serangan dari Aryuna.


“Sial…” Perempuan itu lantas mengumpat ketika melihat kendali roh jahat yang berada di dalam tubuh pria itu menjadi lebih kuat hingga mampu membuatnya melayang di udara.


“Ukh…” Tiba-tiba pria yang sedang kerasukan itu mengangkat salah satu tangannya ke depan, hingga sontak membuat Aryuna langsung melayang meluncur ke arahnya.


“Akh…” Aryuna pun akhirnya dicekik oleh pria yang sedang kerasukan tersebut.


Melihat hal tersebut, Gudov pun langsung melompat menghampiri pria yang sedang mencekik leher Aryuna, kemudian mencoba melepaskannya, namun entah kenapa cengkraman tangan dari pria tersebut sangatlah kuat hingga sulit untuk membebaskan Aryuna.


Tidak kehabisan akal, Gudov mengambil kembali salib yang diterimanya kemudian mencoba menempelkannya ke dahi pria tersebut.


Akan tetapi, Gudov kembali dikejutkan ketika dirinya tidak bisa menempelkan atau mendekatkan salib tersebut ke dahi pria itu, layaknya terhalang oleh sebuah tekanan kekuatan yang sangat kuat.


“Akh…” Tiba-tiba sebuah tekanan dorongan terpancar, hingga membuat Gudov pun langsung terhempas.


Tidak mau menyerah, Gudov pun terpaksa harus mengakses kekuatan Venerate miliknya untuk hendak menyerang pria tersebut demi menyelamatkan rekannya yang sedang dalam bahaya.


Pemuda itu berkonsentrasi, hingga tubuhnya memancarkan proyeksi elemen cahaya yang cukup besar, kemudian dengan cepat langsung meluncur dan melompat mendekati pria yang sedang kerasukan tersebut.


Disaat yang bersamaan, roh jahat yang mengendalikan tubuh pria itu, memancarkan sebuah tekanan dorongan yang sangat kuat, hingga Gudov pun sulit untuk mendekatinya.


Karena semakin dirinya berusaha untuk menandingi tekanan dorongan tersebut, tiba-tiba pancaran proyeksi elemen cahaya yang memancar dari tubuhnya, berubah menjadi sebuah pancaran proyeksi energi berwarna putih.


Akibat hal tersebut, Gudov dengan mudah mendekati pria yang sedang mencekik Aryuna. Gudov melancarkan sebuah pukulan yang kuat, hingga seketika sebuah cahaya keluar dari tubuh pria tersebut, bersamaan dengan hal tersebut cengkraman pada lehernya Aryuna terlepas, hingga pria yang mencekiknya tersebut jatuh tak sadarkan diri ke lantai.


“Haah… Haah…” Aryuna pun akhirnya bisa merasa lega ketika bisa bernafas kembali.


Aryuna dengan cepat kembali berdiri kemudian melepaskan proyeksi energi melapisi cahaya yang merupakan roh jahat dari pria yang sedang kerasukan sebelumnya.


Dia menetralisir roh jahat tersebut menjadi sebuah energi Spirit, sementara Gudov tampak kebingungan melihat pancaran energi berwarna putih yang memancar keluar dari tubuhnya.


“Apa-apaan ini?” Gumam Gudov, tidak mengerti kekuatan macam apa yang memancar dari tubuhnya.


“Jangan terkejut, itu adalah kekuatan kekangan surgawi yang secara tidak sengaja aktif setelah kau berusaha meningkatkan kekuatanmu,” ucap Aryuna.


“Benarkah…” Respon Gudov nampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, padahal selama ini dia mengira bahwa kekuatan tersebut sudah menghilang dari dirinya karena selama enam tahun pelatihannya, pemuda itu memang tidak bisa mengaktifkan kekuatan tersebut.


“Entahlah… Mungkin saja kau kini sudah mencapai tingkatan yang cukup untuk mampu mengaktifkan kekuatan itu,” ucap Aryuna.


Aryuna kemudian menghampiri pria yang sebelumnya kerasukan untuk melihat keadaannya. Perempuan itu menyalurkan energi Spirit miliknya, bertujuan untuk memulihkan jiwa dari pria itu akibat dikendalikan oleh roh jahat sebelumnya.


“Haah… Haah… Dimana roh jahat itu?” Tiba-tiba Venerate pembasmi yang sebelumnya terhempas keluar masuk ke dalam sambil bertanya keberadaan dari roh jahat yang sebelumnya mereka lawan.


Sambil memegang sebuah pedang yang merupakan sebuah senjata suci, Venerate bernama Bergen tersebut melihat ke sekeliling sampai ketika dirinya melihat pria yang sebelumnya mengalami kerasukan tampak tak sadarkan diri, dia sontak menurunkan pedang yang dipegangnya tersebut karena mengetahui bahwa roh jahat tersebut sudah ditangani oleh Gudov dan Aryuna.


“Pria ini dalam keadaan baik-baik saja…” Ucap Aryuna.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov bersama dengan dua Venerate pembasmi keluar dari bangunan tersebut, menemui keluarga dari pria yang kerasukan sebelumnya.


“Jangan khawatir… Roh jahat yang merasukinya sudah berhasil dimusnahkan,” ucap Aryuna.


“Terima kasih nona… Dan juga tuan-tuan… Jika tidak ada kalian, kami tidak tahu harus berbuat apa,” ucap keluarga dari pria yang sebelumnya kerasukan, berterima kasih karena telah menolong keluarganya.


Aryuna, Gudov serta pria bernama Bergen pun merespon ucapan terima kasih dari salah satu keluarga pria tersebut dengan menganggukkan kepala mereka.


“Kalau begitu kami pergi dulu…” Ucap Aryuna berpamitan, kemudian pergi bersama dengan Gudov dan Bergen meninggalkan tempat itu.


**


Setelah berada cukup jauh dari tempat sebelumnya, mereka bertiga kemudian sampai di sebuah tempat dimana terdapat dua kendaraan yang digunakan oleh mereka untuk datang ke kota tersebut.


Gudov naik ke salah satu kendaraan, sementara Aryuna dan Bergen naik ke kendaraan yang satunya, kemudian menjalankan kendaraan-kendaraan tersebut.