The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 51 - Teknik perpindahan ruang



“Ernan... Kau tidak bermimpi, ini benar aku Aryuna...”


“Bagaimana mungkin? Apa kau mencoba mencariku hingga akhirnya tertangkap oleh negeri Chundo?” Tanya Ernan.


“Iya... Alasannya seperti itu.”


Aryuna kemudian menjelaskan mengenai hal mengapa dia bisa berada di tempat tersebut, dimana sebelumnya dia bersama dengan rekan-rekannya, Gudov serta Bergen berinisiatif untuk pergi ke wilayah perbatasan karena memiliki sebuah cara untuk mengungkap siapa yang telah mencuri para Venerate pembasmi, termasuk pria itu.


Akan tetapi, ketika berada di hutan wilayah perbatasan, mereka sontak disergap oleh pasukan Tengal, yang pada saat itu juga Aryuna sebenarnya tidak mengetahui siapa yang menyerangnya, akibat pertama kali menerima serangan kejut hingga tak sadarkan diri.


Setelah perempuan itu tersadar, dia baru menyadari bahwa penculik dari para Venerate Pavonas memanglah negeri Chundo dan bukanlah negeri Tengal yang mereka curigai selama ini.


“Aku mengerti... Tapi, kenapa kau bisa terbebas dan menghampiriku di dalam sel ini,” ucap Ernan, paham dengan penjelasan Aryuna, kemudian bertanya mengapa perempuan itu bisa berada di dalam selnya, layaknya telah membebaskan diri sendiri.


“Sebenarnya aku ditolong oleh seorang anak perempuan, hingga tidak ditawan seperti kalian,” jawab Aryuna, menjelaskan mengapa dirinya bisa baik-baik saja dan tidak terlihat berada dalam keadaan lemah, layaknya tidak ditawan sama sekali akibat sebelumnya ditolong oleh Areum.


“Ayo kita pergi dari sini...” Ucap Aryuna, kemudian membantu Ernan berdiri.


Ketika keluar dari ruangan sel tersebut, Aryuna yang nampak kasihan dengan keadaan dari dua Venerate yang berasal dari negeri Tengal, sontak menghancurkan salah satu gembok pintu sel untuk menyelamatkan salah satu dari mereka terlebih dahulu.


“Aryuna, kau mau apa?” Tanya Ernan.


“Kita tidak boleh membiarkan mereka... Lagipula mereka juga adalah para Venerate yang bernasib sama,” jawab Aryuna.


Melihat tindakan Aryuna, Ernan pun mencoba untuk melepaskan salah satu Venerate Tengal yang berada di dalam ruangan sel lainnya, dengan berusaha menghancurkan gembok sel tersebut walau tengah berada dalam keadaan yang lemah.


Setelah berhasil masuk pada ruangan sep masing-masing, Aryuna serta Ernan melepaskan gelang yang dikenalan oleh dua Venerate itu, lalu berusaha membopong mereka keluar dari ruangan-ruangan sel tersebut.


“Ernan... Kau baik-baik saja?” Tanya Aryuna, melihat pria itu yang tampak dalam keadaan lemah berusaha membopong salah satu Venerate Tengal.


“Jangan khawatir aku masih bisa membawanya,” jawab Ernan, mengatakan bahwa dirinya masih baik-baik saja.


Mereka pun bergegas pergi dari tempat itu untuk menemui Areum yang sedang menunggu di tempat para Venerate pembasmi lain berada.


***


Sementara di lorong tempat beberapa ruangan sel tempat Areum berada, tiba-tiba anak perempuan itu dikejutkan oleh kedatangan seorang Venerate Chundo bernama Younghoon ke tempat itu dengan memasang ekspresi wajah serius menatap Areum.


“Tuan Younghoon... Bagaimana bisa?” Ucap Areum, tidak percaya bahwa pria itu akan datang ke tempat tersebut, padahal yang diketahuinya, teknik yang sebelumnya digunakan oleh anak perempuan itu masih tetap berefek pada semua orang, termasuk para Venerate.


“Untung saja aku menutup telinga ketika baru saja mendengar sebuah musik yang entah darimana asalnya...” Balas Younghoon.


“Bocah kecil, aku tidak perduli walau kau adalah anak kecil yang sudah dianggap Yang mulia Hwanghon sebagai anak sendiri, setelah melihat kau membantu orang-orang yang kami culik,” lanjut pria itu berkata, berjalan perlahan mendekati Areum.


“Ukh...” Tanpa pikir panjang, pria bernama Younghoon itu langsung mencekik leher Areum, mengangkatnya hingga membuat anak perempuan itu kesulitan bernafas.


Disaat bersamaan, Aryuna dan Ernan yang sedang membopong dua Venerate Tengal datang ke tempat itu, dan langsung terkejut melihat Younghoon mencekik Areum.


“Areum...!” Teriak Aryuna, dengan cept membaringkan Venerate Tengal yang dibopongnya, kemudian berlari ke arah Areum.


“Lepaskan dia...!”


“Akh...” Tanpa diduga, Aryuna yang melewati Younghoon langsung dicengkram oleh pria itu, lalu membantingnya ke lantai dengan kuat.


Melihat hal tersebut, Ernan pun dengan sigap membaringkan Venerate Tengal yang sementara dibopongnya, kemudian meluncur ke arah Aryuna, walau kemungkinan besar dirinya pasti akan dikalahkan oleh Venerate Chundo itu akibat perbedaan kekuatan serta kondisi fisik yang masih lemah.


“Teknika ekzortsista...”


Ernan melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, namun Younghoon dengan sigap membalasnya dengan serangan proyeksi energi.


“Akh...” Serangan proyeksi yang dilancarkan oleh Younghoon seketika melenyapkan serangan elemen cahaya dari Ernan hingga membuatnya terhempas.


“Tekhnika ekzortsista... Soul binder seal...”


“Ukh...”


Tiba-tiba Aryuna yang masih bisa bertahan, langsung menyentuh Younghoon dengan salah satu tangannya yang memancarkan proyeksi energi, membuat pandangan Venerate Chundo dalam sejenak menjadi kabur.


Sementara Areum yang dicengkeram oleh pria itu terjatuh dan langsung ditangkap oleh Aryuna. Dengan sigap pun Aryuna melompat ke belakang menghampiri Ernan, serta dua Venerate Tengal yang dibaringkan mereka.


“Bagaimana ini? Teknik pengikat jiwa tidak mempan untuk Venerate yang lebih tinggi tingkatannya...” Ucap Aryuna, nampak khawatir dalam keadaan tersebut, dimana yang menerima serangan darinya perlahan hendal kembali pulih.


“Teknik pertukaran ruangan…” Balas Ernan, memiliki sebuah cara untuk keluar dari situasi tersebut.


“Aku bisa melakukannya...”


“Tapi, bagaimana dengan Venerate yang lain?” Tanya Aryuna, nampak mengkhawatirkan Venerate lain yang sudah berhasil dibebaskan, namun mereka tidak akan mungkin bisa membawa Venerate-Venerate tersebut akibat berada di belakang Younghoon.


“Kita harus kabur terlebih dahulu, kemudian meminta bantuan yang lain,” ucap Ernan.


Walaupun cukup berat akan meninggalkan para Venerate tersebut, namun Aryuna tidak memiliki pilihan lain untuk menyetujuinya.


Setelah Aryuna menyetujuinya, Ernan pun dengan sigap berkonsentrasi, sembari Aryuna melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah Younghoon untuk memperlambat pria itu.


“Tekhnika ekzortsista... Possession room switch...”


Ketika Younghoon telah berada satu titik dihadapan mereka, teknik yang diaktifkan oleh Ernan pun berhasil, membuat pria tersebut, Aryuna, Areum serta dua Venerate Tengal yang berada di sekitar dalam sekejap menghilang dari tempat itu.


“Sialan...” Umpat Younghoon terlambat menghentikan para Venerate Pavonas, dan bahkan lebih buruknya, mereka berhasil membawa kabur sang putri muda dari negeri Chundo.


***


Berpindah ke tempat lain, dimana tampak Gudov bersama dengan tiga Venerate Pavonas lain kini telah berhasil sampai di sebuah pedesaan yang berada dipinggir sebuah sungai.


Gudov dan yang lain pun memasuki desa tersebut tanpa merasa ragu karena penampilan mereka nampak sangat berbeda dengan warga negeri Chundo, baik perawakan maupun gaya berpakaian mereka sendiri.


Benar saja, Gudov dan yang lain sontak menjadi pusat perhatian dari para warga desa yang nampak sedikit takut ketika melihat kedatangan orang-orang asing yang memiliki penampilan berbeda dibandingkan mereka.


“Mohon maaf, apakah jika kami mengikuti sungai ini, kami akan menemukan sebuah kota?” Ucap Badkil dengan santainya menanyakan sesuatu kepada para warga desa itu.