The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 6 - Merasa penasaran



“Sial…” Umpat Yermo dengan kesal, kehilangan jejak pria pemilik toko itu.


Tidak mau berdiam diri karena sudah tidak bisa melakukan apa-apa, Yermo lantas pergi dari hutan itu kembali ke tempatnya.


–1 Februari 3000–


Keesokan harinya Gudov pergi berangkat ke sekolah seperti biasanya. Selama perjalanan menuju ke sekolah, remaja itu berpapasan dengan ketiga temannya dan kemudian menghampiri mereka.


Mereka sudah tidak memperdulikan lagi tentang patung emas yang sebelumnya mereka temukan, lagipula mereka masih belum tahu dengan betul asal dari benda tersebut dan kemungkinan mengiranya hanya sebuah benda mahal yang tiba-tiba saja dijatuhkan oleh seseorang dari negeri seberang hingga hanyut ke kota mereka.


***


Di sisi lain, tepat di sebuah kota yang bersebrangan dengan kota Vegoblashcensk, terlihat prajurit yang sebelumnya diancam oleh pemimpin negeri Tengal, kini telah mengintrogasi beberapa orang yang sepertinya merupakan para perampok.


“Jadi kalian yang berani mengambil patung keramat itu?” Tanya prajurit tersebut.


“Lebih baik kalian cepat serahkan benda itu karena aku masih memintanya dengan baik-baik,” lanjutnya, menyuruh para perampok tersebut untuk memberikan benda yang mereka curi.


“Mohon maaf tuan… Salah satu orang kami tidak sengaja menjatuhkan patung emas itu… Kami sudah mencoba mencarinya, namun tidak kunjung menemukannya,” ucap salah satu perampok, memohon maaf sambil memegang kaki prajurit itu.


“Kalian sudah menghilangkannya yah… Bagus sekali, kalian berhak mendapatkan pujian untuk itu,” ucap si prajurit sambil memasang ekspresi menyeringai.


“Akh…!” Namun, ekspresi tersebut tiba-tiba berubah menjadi kesal sampai membuatnya langsung membantai semua perampok itu dengan kejamnya.


Para bawahan dari prajurit tersebut yang berada di tempat itu lantas langsung membuang wajah mereka, tidak mau melihat kekejaman yang dilakukan oleh atasannya kepada para perampok itu.


Setelah prajurit itu membantai para perampok hingga mati secara mengenaskan, tiba-tiba prajurit lain, yang setidaknya memiliki pangkat lebih tinggi dari para bawahan, datang menghampiri prajurit yang sedang kesal tersebut.


“Tuan Galshu, jadi bagaimana sekarang?” Tanyanya pada prajurit yang bernama Galshu tersebut.


“Apa lagi?! Jelas saja kita harus mencarinya sampai benda itu ditemukan!” Lantas prajurit bernama Galshu itu menjawabnya dengan nada suara tinggi.


“Kalian semua cepat cari keberadaan benda itu… Aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya kalian harus mendapatkan benda itu.” Dia pun kemudian memerintahkan para prajurit bawahan untuk segera mencari benda tersebut di seputaran kota dimana mereka berada.


***


Kembali ke kota Vegoblashcensk, dimana Gudov yang berada di kelasnya pada waktu istirahat tiba-tiba didatangi oleh temannya Tseydle.


“Kenapa denganmu?” Melihat ekspresi panik dari temannya tersebut Gudov sontak bertanya.


“Gudov, apa kau tahu hari ini ada sebuah kasus pembunuhan… Karyawan toko yang kita temui kemarin ditemukan telah dibunuh, bahkan yang kudengar pembunuhnya adalah pemilik toko itu sendiri.”


“Apa?” Mendengar hal tersebut, Gudov seketika terkejut hingga membuatnya berdiri dari tempat duduknya.


*


“Apa mungkin ini ada kaitannya dengan patung emas itu? Eh, mana mungkin seperti itu… Mungkin saja mereka memiliki masalah satu sama lain,” gumam Gudov dalam hati, bertanya-tanya mengapa kejadian tersebut terjadi.


**


Akan tetapi, walaupun sudah mengira bahwa sang penjaga toko terbunuh karena sebuah masalah pribadi, Gudov merasa hal tersebut memiliki kaitannya dengan patung emas.


“Tseydle, ayo ikut aku…” Gudov pun langsung menarik temannya keluar dari ruangan kelas tersebut.


“Eh, kita mau kemana?” Tanya Tseydle.


“Ikut saja denganku…”


***


“Gudov, apa kau yakin kita tidak akan ketahuan?” Tanya Tseydle, sedikit ragu dengan apa yang dilakukan oleh remaja itu.


“Tenang saja… Siapa juga yang mau kemari,” jawab Gudov, meyakinkan temannya merasa ragu itu.


**


Disaat bersamaan saat Gudov dan Tseydle membuka pintu gerbang belakang sekolah, tak jauh dari tempat itu nampak murid perempuan bernama Velana, yang pernah ditemui oleh Gudov, lantas melihat dua orang itu keluar dari sekolah ketika dia sedang membuang sampah.


Velana pun merasa heran dengan kelakuan dua murid tersebut dan langsung mengikuti mereka dari belakang.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov dan Tseydle sampai di perkotaan, tepat di depan toko barang antik yang kini diberikan tanda larangan untuk masuk.


Karena penasaran Gudov tidak memperdulikan tanda larangan tersebut, dan masuk ke dalam toko itu bersama dengan Tseydle.


Di dalam mereka sedikit terkejut melihat keadaan toko itu tampak berantakan, dimana barang-barang yang ada di dalamnya kini telah berhamburan tidak menentu setelah kejadian semalam.


Mereka juga melihat sebuah tanda yang dibuat, dimana sang penjaga toko tergeletak dibunuh oleh si pemilik toko.


“Dari informasi yang kudengar, pemilik toko ini menghilang setelah kejadian semalam… Jadi mereka menduga bahwa orang itu adalah tersangkanya,” ucap Tseydle, sembari mereka berkeliling di dalam toko tersebut.


Gudov dan Tseydle masuk ke sebuah ruangan, dimana si pemilik toko menaruh patung emas tersebut sebelumnya.


***


Setelah cukup lama berkeliling memeriksa ke semua ruangan yang berada di toko itu, Gudov dan Tseydle tidak bisa menemui patung emas itu, karena yang sebenarnya benda tersebut sebelumnya sudah diambil oleh Yermo semalam.


Saat Gudov dan Tseydle akan keluar dari toko tersebut, tiba-tiba dari depan toko beberapa petugas penyidik datang.


“Hei kalian…” Salah satu dari petugas tersebut sontak mempergoki Gudov dan Tseydle berada di tempat yang dilarang untuk melintas.


Dengan panik tidak mau mendapatkan masalah kedua remaja itu berlari ke belakang. Mereka keluar melalui pintu belakang yang berada di dalam toko tersebut dan sampai ke lorong perkotaan, yang berada diantara gedung-gedung yang bersebelahan.


Gudov dan Tseydle berlari dari satu lorong ke lorong yang lain, berharap agar para petugas penyidik itu tidak bisa menangkap mereka karena telah kehilangan jejak.


**


Tak berapa lama mereka berdua terus berlari, tiba-tiba Gudov dan Tseydle terhenti ketika melihat Velana berada di depan mereka.


“Velana… Kenapa dia ada disini?” Tanya Tseydle dengan berbisik.


“Entahlah…” Jawab Gudov, tidak juga tahu mengapa gadis itu berada di tempat tersebut, yang padahal jam sekolah masih belum berakhir.


“Sial… Aku bahkan harus membolos karena penasaran mengikuti kalian… Ternyata kalian berdua pergi ke toko itu,” ucap Velana.


“Apa yang kalian lakukan disana? Apa kau ingin menyelidiki kasus pembuhan itu, dan bersaing dengan para petugas penyidik?” Tanya Velana.


“Jawab aku Gudov…” Lanjut Velana, karena diantara tidak ada yang menjawab.


“Eh, kalian berdua sudah saling kenal satu sama lain?” Mendengar Velana menyebut nama temannya, Tseydle pun tampak bingung, bagaimana mereka saling kenal.