
“Aku yakin beberapa dari kalian pasti mengetahui mengenai benda pusaka yang sedang kami cari itu… Untuk membuat kalian buka mulut aku dengan terpaksa harus mengancam kalian sekarang…” Ucap Venerate Tengal bernama Galshu tersebut.
Pria itu kemudian mengambil pedang milik bawahannya, kemudian datang mendekati salah satu warga yang berada di dekatnya, lalu menodongkan pedang tersebut.
“Baik… Apa kau tahu dimana benda yang kami cari itu?” Tanya Galshu pada salah satu warga tersebut.
“Apa yang kau bicarakan tuan? Aku tidak mengerti benda apa yang kau maksud itu…” Tentu saja warga yang diancam itu lantas tidak mengetahui apa yang sedang ditanyai oleh pria tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, Galshu sontak tersenyum, akan tetapi pria itu langsung mengibaskan pedangnya, hingga salah satu warga yang ditanyainya meregang nyawa.
Hal tersebut langsung para warga yang ditawan sontak menjadi histeris dan ketakutan, melihat Venerate negeri Tengal itu dengan kejamnya, serta tanpa alasan yang jelas membunuh warga yang tak bersalah.
“Heh, dasar bodoh… Kau pikir aku merasa senang mendengar jawaban seperti itu…” Ucap Galshu.
Pria itu kemudian menghampiri warga yang selanjutnya, dan bertanya mengenai keberadaan patung emas yang dicari pasukan Tengal, namun warga yang ditanyainya tersebut tetap saja hanya memberikan jawaban bahwa tidak mengetahui apa-apa mengenai hal tersebut.
Tanpa pikir panjang, Galshu langsung membunuh salah satu warga tersebut karena mendapatkan sebuah jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan olehnya.
Venerate Tengal itu terus menghampiri para warga yang ditawan, dan terus membunuh satu per satu diantara mereka akibat memberikan jawaban yang sama seperti dua warga sebelumnya.
***
Di sisi lain, tampak Venerate Tengal bernama Salkhishu bersama dengan para bawahannya sampai di depan sebuah tempat suci, dimana tempat Yermo tinggal sebagai penanggung jawab dari tempat tersebut.
Alasan para Venerate Tengal mendatangi tempat tersebut dikarenakan Salkhishu mendeteksi hawa keberadaan dari patung emas yang dicari oleh mereka.
“Biar aku yang masuk ke dalam sendiri… Kalian semua berjaga di luar,” ucap Salkhishu, memerintahkan para bawahannya tetap berada diluar karena dirinya merasakan tekanan kekuatan dari Venerate tingkat atas berada di dalam bangunan tersebut.
Sembari prajurit Tengal tetap berjaga di bagian luar, Salkhishu pun perlahan-lahan memasuki tempat suci tersebut sambil tidak lupa memunculkan sebuah tongkat, merupakan sebuah senjata yang mampu membuat kekuatannya meningkatkan dari tingkatan kekuatannya yang sebenarnya.
**
Ketika berada di dalam bangunan tersebut, Salkhishu lantas melihat seorang pria yang tidak lain merupakan Yermo nampak sedang duduk di kursi panjang, membelakanginya, menghadap ke sebuah altar yang berada di depan.
“Aku tidak menyangka bahwa di kota ini memiliki seorang Venerate, bahkan berprofesi sebagai orang suci…” Ucap Salkhishu dengan santai berbicara, namun tetap berhati-hati karena pria yang berada di depannya tersebut memang memiliki kemampuan yang cukup jauh lebih kuat dibandingkan dengannya.
“Ngomong-ngomong… Kenapa kau masih berada di tempat ini tuan… Lihatlah, warga yang berada di kota ini, sekarang mereka satu per satu sedang dihabisi oleh pasukan kami? Apakah kau masih tetap diam, terus meyembah dewa sialanmu itu sampai semua orang-orang Pavonas dihabisi?” Lanjut Salkhishu, bertanya kepada Yermo, yang memang sedang memejamkan mata, berdoa meminta sesuatu kepada hal yang disembah olehnya.
Tak berapa lama, setelah pertanyaan Salkhishu selesai, Yermo pun membuka kedua matanya. Pria itu berdiri dari tempat duduknya, kemudian menoleh ke arah Salkhishu yang tengah berdiri di depan pintu masuk bangunan tersebut.
“Karena itu aku tetap berada disini untuk mendoakan para warga yang meregang nyawa akibat ulah kalian, agar bisa mendapatkan tempat yang layak disana…” Ucap Yermo dengan memperlihatkan ekspresi senyuman tipis kepada pria dari negeri Tengal tersebut.
“Apa maksudmu? Boleh-boleh saja kau mendoakan wargamu yang mati konyol dihabisi oleh prajurit kami… Tapi, seorang anak yang akan menjadi harta berharga Pavonas… Heh, memangnya apa yang dia bisa lakukan?” Balas Salkhishu, nampak tidak percaya dengan pernyataan Yermo yang terakhir.
“Kau akan segera mengetahui kemampuan dari anak yang kubahas ini…” Respon Yermo.
Yermo seketika bergerak, hingga membuat Salkhishu pun terkejut menyadari bahwa pria itu kini sudah berada di belakangnya.
*
“Cepat sekali… Jarang sekali para pembasmi memiliki kecepatan seperti ini,” ucap Salkhishu dalam hati, terkejut dengan kecepatan Yermo yang berada di atas rata-rata dari para Venerate di tingkat atas pada umumnya.
**
Dengan sigap, Salkhishu berbalik ke belakang, kemudian bersiaga dengan pergerakan yang akan dilakukan oleh Yermo selanjutnya.
Namun tak berapa lama, Yermo perlahan-lahan berjalan ke arah pintu untuk keluar dari bangunan tersebut, tanpa memperdulikan Salkhishu yang tengah siap untuk berhadapan dengannya.
Walaupun Yermo sekarang sedang berjalan membelakangi dirinya, namun Salkhishu tetap tidak mau menyerang pria itu, karena kemungkinan dengan celah terbuka yang dibuat oleh pri itu adalah sebuah jebakan jika Salkhishu memaksa harus menyerangnya.
Tiba-tiba Yermo menghentikan langkahnya, kemudian menengok Salkhishu yang berada di belakangnya.
“Oh yah… Tempat suci yang kau datangi ini sebenarnya memiliki banyak perangkap… Jika kau tidak berhati-hati, maka kau akan menerima perangkap tersebut,” ucap Yermo, kemudian seketika langsung menghilang dari hadapan Venerate negeri Tengal itu.
Mendengar hal tersebut, Salkhishu pun lantas terkejut, dan dengan cepat memperhatikan ke sekitaran ruangan di dalam bangunan tersebut untuk mencari jebakan yang dikatakan oleh Yermo.
“Sial…” Baru saja dikiranya, Salkhishu sontak melihat sebuah proyeksi diagram yang menyala, tepat berada di lantai tempat pijakannya.
Dengan cepat pria itu pun langsung melompat, namun seketika sebuah proyeksi elemen api berwarna biru muncul dari proyeksi diagram tersebut, membuat Salkhishu pun terhempas ke atas, menembus langit-langit bangunan tersebut.
“Ukh…” Pria itu seketika jatuh di luar bangunan, menghantam permukaan dengan cukup keras.
Walaupun menerima sebuah jebakan dari Yermo, namun Salkhishu masih bisa tetap bertahan karena sebelumnya sempat menghalangi proyeksi elemen api biru tersebut dengan menggunakan kekuatan proyeksi energi yang memancar dari senjata tongkat miliknya.
Akan tetapi, Salkhishu tiba-tiba terkejut melihat prajurit Tengal yang datang bersamanya, dan sempat disuruh olehnya menunggu diluar, ternyata semuanya kini telah tidak sadarkan diri, akibat kemungkinan dikalahkan oleh Yermo sat keluar dari bangunan tersebut.
***
Kembali pada Galshu yang masih terus membantai para warga satu per satu, dimana kini salah satu warga yang mendapatkan giliran untuk ditanyai oleh Venerate Tengal itu, tidak lain merupakan ayah dari Gudov sendiri.
Melihat ayahnya akan dihabisi oleh Galshu karena tentu saja tidak mengetahui mengenai patung emas yang masalahnya, Gudov dengan cepat berdiri, menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Galshu.