The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 19 - Penyerangan kembali



“Galshu… Ayo ikut aku…” Ucap Gundai kemudian langsung meluncur ke suatu tempat bersama dengan Galshu yang mengikuti pria itu dari belakang.


Sementara Jungdai tampak enggan untuk mengikuti mereka berdua karena sebenarnya tidak memiliki niat untuk menyerang para Venerate Pavonas yang berada di kota tersebut.


***


Gundai dan Galshu kemudian sampai di sebuah tempat, dimana tampak dua Continent Venerate Pavonas bernama Filarev dan Verzikyn bersama dengan beberapa Venerate lainnya berada di tempat tersebut.


“Apakah salah satu diantara ada Venerate yang kau maksud memegang patung itu?” Tanya Gundai.


“Tidak… Mereka bukan Yermo… Sepertinya mereka adalah pemimpin wilayah di Pav…”


Belum selesai menjawab pertanyaan dari pemimpinnya, Gundai tiba-tiba meluncur ke arah para Venerate negeri Pavonas.


“Akh…”


Dengan sekejap pria itu langsung menyerang salah satu Venerate Pavonas, yang sontak membuat para Venerate lainnya langsung terkejut.


Gundai meluncur ke arah dua Continent Venerate Pavonas sambil melancarkan serangan proyeksi energi, namun dengan sigap kedua Continent Venerate tersebut langsung menghindarinya, hingga serangan yang dilancarkan oleh Gundai hanya mengenai bangunan yang berada di depannya hingga hancur berkeping-keping.


“Apa-apaan ini? Sebuah sergapan?” Ucap Continent Venerate Pavonas bernama Verzikyn, terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Gundai.


“Tidak mungkin…” Continent Venerate bernama Filarev tiba-tiba lebih merasa terkejut ketika mengetahui siapa yang mencoba menyerang mereka tersebut.


“Kau… Khan negeri Tengal, Gundai I…” Lanjut Continent Venerate tersebut.


Para Venerate Pavonas lantas bersiaga terhadap Gundai, walaupun mengetahui bahwa mereka memang tidak akan bisa mengalahkan pria tersebut yang merupakan salah satu Venerate terkuat dari negeri Tengal.


“Cepat… Beritahu penyerangan Venerate Tengal kepada yang lain,” ucap Filarev, memerintahkan bawahannya untuk melaporkan kedatangan Gundai di kota tersebut.


“Akh…!”


Baru saja hendak bergerak untuk memberitahukan hal yang diperintah oleh atasannya, Venerate tersebut tiba-tiba langsung ditebas oleh Galshu menggunakan tombak kapaknya hingga meregang nyawa.


“Sial…” Umpat Verzikyn karena keadaan merasa nampak semakin terpuruk karena Gundai ternyata tidak hanya datang sendirian.


“Aku akan mengampuni nyawa kalian jika memberitahukan dimana pria bernama Yermo, karena aku memiliki sebuah urusan dengannya…” Ucap Gundai.


“Satu-satunya urusan yang kau punya hanya dengan kami karena sudah berani masuk ke negeri ini…” Verzikyn lantas menolak saran dari pemimpin negeri Tengal tersebut.


Verzikyn bersama dengan Filarev sontak meluncur ke arah Gundai untuk menyerang pria Tengal tersebut. Mereka secara bergantian melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah, namun pemimpin negeri Tengal itu dengan cepat langsung menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh kedua Continent Venerate tersebut.


“Tekhnika ekzortsista… Evil trapping light…” Karena serangan yang dilancarkan olehnya nampak percuma akibat dihindari secara terus-menerus oleh Gundai, Filarev pun dengan sigap melancarkan sebuah teknik lain, yang sontak memunculkan sebuah diagram proyeksi bersinar tepat dibawah pemimpin negeri Tengal itu.


Teknik yang digunakan oleh Filarev tersebut membuat pergerakan Gundai yang sebelumnya terlihat sangat lincah, tiba-tiba saja terdiam, tidak bisa menggerakan tubuhnya.


“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…”


“Ukh…” Sementara itu, Verzikyn langsung mengambil kesempatan tersebut dengan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya berskala lebih besar dari sebelumnya, sampai membuat Gundai pun terhempas dan terkapar di dekat Galshu.


“Yang mulia…” Melihat Gundai menerima serangan dari Verzikyn tersebut, Galshu pun dengan sigap mengangkat tombak kapaknya hendak membantu Gundai melawan dua Continent Venerate Pavonas yang berada di depan mereka.


“Jangan khawatir… Ini belum seberapa…” Akan tetapi, Gundai sontak mengangkat tangannya ke arah Galshu, menyatakan bahwa keadaannya masih baik-baik saja setelah menerima serangan dari salah satu Continent Venerate Pavonas tersebut.


***


“Eh…” Disaat yang bersamaan, salah satu Venerate Pavonas yaitu Vahal sontak merasakan tekanan kekuatan dari seorang World Venerate, yang tidak lain merupakan Gundai.


***


“Ini…” Di tempat lain, Yermo yang berada di dalam ruangan tempat Gudov serta ibunya berada, tiba-tiba terkejut dan sontak berdiri dari tempat duduknya.


“Ada apa tuan Yermo?” Tanya Gudov, merasa bingung melihat pria itu tiba-tiba terkejut.


“Ini gawat… Aku merasakan tekanan kekuatan dari World Venerate…” Jawab Yermo.


“Kalian tunggu disini dan jangan sekalipun keluar…” Lanjut pria itu berkata, kemudian hendak pergi untuk melihat keadaan yang berada diluar.


Tiba-tiba saat Yermo berada di depan pintu keluar, Jungdai seketika sudah berada di depannya.


Degan terkejut, Yermo sontak memunculkan sepasang belati yang merupakan senjata sucinya sambil merasa sedikit gemetar ketika merasakan tekanan kekuatan dari pria Tengal tersebut, yang pada dasarnya memiliki tingkatan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengannya.


“Gudov… Cepat mundur…” Melihat seorang pria yang penampilan layaknya orang Tengal, Kydanys sontak berdiri dari tempatnya berbaring dan langsung mengarahkan Gudov ke belakangnya, walaupun dirinya sendiri dalam keadaan yang lemah.


“Jadi kalian datang kembali untuk menyerang kami…” Ucap Yermo sambil bersiaga dengan pria yang berada di depannya tersebut.


“Kau Yermo kan… Aku sedikit mengetahui tentangmu…” Balas Jungdai.


“Ada yang ingin aku katakan… Walaupun aku merupakan musuh kalian, namun sebenarnya tidak memiliki tujuan untuk menyerang kalian… Aku ingin memperingatkan kepadamu bahwa cepat pergi dari sini karena khan negeri Tengal berada di kota ini… Jika dia berhasil mengambil patung yang berada ditanganmu, maka dia akan memiliki kesempatan untuk menemukan Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi,” lanjut Jungdai, memperingatkan Yermo untuk berhati-hati.


Mendengar hal tersebut, Yermo serta Kydanys pun lantas terkejut karena mereka berdua tidak menyangka bahwa tujuan Venerate Tengal yang sebenarnya adalah mencari kekuatan berada di dalam diri Gudov.


*


“Apa? Jadi patung ini memiliki kemampuan seperti itu…” Ucap Yermo dalam hati.


**


“Terima kasih sudah memberitahukannya kepadaku… Tenang saja, aku tidak akan membiarkan khan kalian itu mengambil patung yang berada di tanganku,” ucap Yermo.


Pria itu sontak mengayunkan salah satu belatinya ke arah Jungdai, yang lantas meluncurkan sebuah serangan tebasan proyeksi energi.


Akan tetapi, Jungdai dengan mudah langsung menghindari serangan yang dilancarkan oleh Yermo, kemudian menepis kedua tangan pria itu, hingga kedua belatinya terlempar.


“Ukh…” Jungdai lalu melancarkan sebuah pukulan yang kuat pada Yermo, hingga membuatnya langsung jatuh berlutut.


“Lihat saja… Kau bahkan tidak bisa berkutik melawanku, bagaimana jika kau harus berhadapan dengan khan kami nantinya,” ucap Jungdai.


“Sial…” Umpat Yermo, tidak menyangka bahwa pria tersebut mampu membuatnya tidak berkutik.


Tiba-tiba Jungdai menyingkir dari hadapan Yermo, layaknya ingin membiarkan pria itu pergi dari ruangan tersebut.


“Pergilah… Aku tidak akan menyerangmu,” ucap pria itu, mempersilahkan Yermo untuk pergi.