
Setelah beberapa waktu yang ia tempuh, sampailah di Markas Mafia BLOOD SNAKE. Semua sudah mengambil posisi bersembunyi masing masing dengan melakukan tugasnya menyerang markas mereka, sedangkan yang memiliki markas atau pemimpin BS sedang melakukan hal menjijikan bersama j*l*ng dengan suara d****an yang menggema di seluruh ruangan dan tidak mendengar suara peperangan karena mengira akan melakukan penyerangan pada tengah malam dan melanjutkan kegiatan panas itu.
Queen segera masuk dan membiarkan para mafioso melawan para mafioso BS dan sebelum itu ia berpesan kepada mafioso untuk saling melindungi dan membantu. Melewati rute jalur ruang dan mencari si Pemimpin serta banyak serangan kecil yang ia dapatkan saat menuju salah satu ruangan yang terjaga dengan penjaga.
Berjalan perlahan dengan Aura membunuh yang kejam dan arogannya melangkah dengan tegas dan langsung menebas kedua kepala penjaga tersebut tapi tak meninggalkan suara apapun, Perlahan namun pasti ia mendekat dan semakin ia mendekat kearah pintu ia mendengar suara luknut yang sangat menjijikan itu membuat air muka Queen semakin datar dan kejam. Queen masuk dengan santai namun ia menutupi matanya karena ia tak mau menodai matanya, meskipun ia seorang Mafia tetapi ia juga manusia biasa dan mendengar suara luknut itu membuatnya sangat risih dan tak nyaman namun ia tetap santai seolah berada di pantai.
Menutup pintu dan bersandar di situ sambil melipat tangannya didada sambil menunggu permainan panas tersebut selesai, ia menunggu mengunakan insting dan nalurinya yang kuat agar tak terjadi kesalahan dan mereka tak menyadari ada seseorang disitu namun mereka merasakan aura yang tidak enak tapi tidak di hiraukannya dan melanjutkannya. Dua insan yang sedang melakukan kegiatan panas pun selesai setelah melakukan pelepasan entah berapa kali dan ini membuat Queen geram karena menunggu mereka dengan lama sekali. Siketua sudah selesai memakai pakaiannya dan...
" Ekhem " Deheman dengan aura dingin bersuara membuat si ketua bangka itu menoleh mendapati seseorang dengan wajah tertutupi topi dan memperlihatkan mulut serta setengah hidungnya saja. Dan si j***ng yang sudah terkapar tak berdaya karena diterkam dengan ganas dan liar diatas ranjang.
" Sdh brmn nya " Ujar Queen singkat dan dingin membuat si ketua itu merinding.
" Si.. si.. apa kau ? " Ucap dengan badan bergetar karena merasakan hawa yang sangat menyeramkan menurutnya namun itu belum seberapa, dan melihat seorang gadis sedang bersandar dipintunya serta mengetahui ia seorang gadis karena rambutnya yang terikat.
" Cih.. apa kau sudah secepat ini melupakanku! " Serunya dingin Seraya membuka matanya dan mengangkat kepalanya memperlihatkan mata elangnya yang dingin menghunus dengan sangat tajam dan seringai kejamnya yang terlihat menyeramkan kearah ketua bangka yang sudah sangat ketakutan.
" Ka.. Ka.. kau sedang apa disini ? " Ucap bergetar si ketua seraya mengambil pistolnya yang tak jauh dinakas dan menodongnya ke arah Queen. Melihat itu membuat seringainya bertambah menyeramkan. Memasukkan tangan nya kedalam saku celananya dengan gaya coolnya berjalan perlahan.
" Heh.. inikah sang ketua BS itu yang terkenal akan kekejaman, kelincahan, dan racunnya yang mematikan itu ternyata tidak lebih dari seorang pecundang yang hanya saling memperalat diri masing masing dengan BD untuk dijadikan pion kekuasaanmu cih.. " Ujar Queen dingin seraya meludah kearah si ketua membuat emosinya langsung terubun ubun dan menyerang Queen.
Queen menyeringai karena telah memancing amarah lawannya dan mereka bertarung yang satu melawan secara brutal karena dipenuhi oleh amarah dan yang satunya lagi santai saja menghindar. Ketika ketua itu kelelahan telah menggunakan tangan kosong untuk melawan karena pelurunya habis, Queen tak menyia nyiakan itu segera menarik katana yang berada pada pinggangnya dan menebas kedua kaki si ketua yang sedikit oleng dan lengah. ' SRING ' ' AAAKKKKHH !!.. ' teriakan menggema dalam ruangan tersebut. Siketua langsung terduduk dan tak bisa menopang tubuhnya lagi karena kehilangan kedua kakinya.
" Sudah puas hm.. " Ucap Queen dengan suara rendah dan dingin yang terdengar menyeramkan. Mendengar itu ia menggeram ketakutan dan marah. Mengambil belati di saku celananya diam diam itu disadari oleh Queen dan lang sung menebas kedua lengan tersebut. Queen ingin sedikit main main atau bisa dibilang ingin sedikit menyiksanya. Queen bukan seorang psikopat hanya saja ia menghukum yang salah dan yang mengusiknya dengan hukuman.
Sedangkan si ketua BS hanya bisa pasrah dengan itu karena ia mengusik Orang didepan nya, jujur ia menyesal karena mengusik orang seperti Queen hanya saja karena hasutan dari Mafia BD yang membuatnya harus berurusan dengan mafia internasional ini. Queen pun sudah menyadari itu jadi ia menghukumnya tidak berat dengan hanya menebas kedua tangan dan kakinya, kepalanya, dan satu tusukan tembus tepat pada jantungnya.
' Queen mafia BD telah datang dan menyerang kami disini ' Ucap salah satu tangan kanannya menggunkan alat komunikasi.
' Tunggu, saya mau selesaikan dulu ini! ' Jawab Queen.
Setelah menghukum si ketua itu, Queen menyimpan katananya lagi dan menutup matanya sejenak menghela napas lalu berjalan ke arah jendela dan membuka. Angin malam menerpa kulitnya yang dingin menembus hingga ketulang, ia melompat dari jendela tersebut yang berada pada lantai 3 dan melompat ke lapangan meninggalkan anggota tubuh Ketua BS yang terpisah dari badannya.