The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 50 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Lanjut...


" Kau membohongiku, bajingan!... " Desis Shizuka sambil memegang dadanya, dia mulai merasa sangat sakit dan kedinginan. Sedangkan Mo Tian juga merasakan dadanya panas, namun pikirannya kearah Queen yang membuat dia sangat khawatir. Kutukan milik Yin' er lebih kuat dari kutukan miliknya sendiri, dia yang masih kuat pun berdiri dan berjalan kearah Queen yang juga mulai bangkit.


" Apa maksud mu Yin? " Tanya Mo Tian yang baru pertama kali mendengar Queen berbicara kasar, namun dalam peran lain.


" Siapa kau? " Geram Queen yang membuat Mo Tian bingung. Sambil mencengkram dadanya yang semakin panas, Mo Tian semakin khawatir ketika Queen memuntahkan setengah teguk darah nya.


Uap dingin muncul dari mulutnya, Queen memeluk diri nya sendiri agar mendapat kehangatan. Tak mempedulikan dia memuntahkan darah istimewanya, dia menatap Mo Tian namun masih terbungkus kain itu.


" Aku Mo Tian, si raja neraka " Ucap Mo Tian yang merasa aneh.


" Bukan Mo Tian nama nya kalau tanpa topeng peraknya " Ucapan polos Queen membuat Mo Tian tertawa terbahak-bahak, untung Queen sudah memasang aray sebelum kejadian ini.


" Y-yin " Mo Tian tak bisa berhenti tertawa, merasa sangat lucu jika diri nya tidak disebut kalau tak menggunakan topeng peraknya. Sayang nya tawa itu tak dapat dilihat Queen dengan mata kepala sendiri. Gara-gara dia, raut yang biasa nya tanpa ekspresi kini pecah karena sebuah lelucon menurut nya.


Sedangkan Queen menahan sakitnya, dia diam tak mau lagi berbicara. Mo Tian selesai dengan tawa nya pun menatap Queen yang berjarak sedikit jauh dari nya. Tenaga Queen tadi tidak main-main meninjunya, dia terlempar saat diri nya lengah. Itu lah mengapa diri nya bisa terkejut dan tak dapat mengelak, baru kali ini harga diri nya sebagai raja jatuh dalam sekejap hanya karena Queen. Si iblis cantik berwujud manusia.


" Yin " Queen mengangkat tangannya tanda berhentikan Mo Tian untuk berjalan mendekatinya.


" Jngn mendktiku Wei Mo Tian " Dingin Queen tanpa menghadap ke arah sang empu. Mo Tian tak mempedulikan nya dan terus mendekat, Queen memegang kepalanya menahan pekikannya. Sangat sakit, dia merasa panas dingin. Mo Tian pun berdiri dihadapan Queen, sang empu merasakan aura gelap didepan nya pun mendorongnya menjauh.


" Yin, ada apa denganmu? " Khawatir Mo Tian.


" Akh... " Desis Queen. Darah keluar dari sela-sela kain yang menutupi matanya hingga kain itu menjadi merah, rambutnya mulai berubah menjadi putih. Mo Tian tertegun, auranya terasa berbeda. Dengan aura membunuh yang kuat dan suram namun tak sepekat yang lainnya, aura ini masih dibawah nya dan orang-orang yang terhubung dengan leluhur.


" Yin " Lirih Mo Tian terkesiap dengan perubahan Queen. Tangan Queen menarik membuka pengikat mata itu, terlihatlah mata semerah darah yang agak terang itu menatap tajam Mo Tian sambil menyeringai.


Gigi taring itu...!


" Zu Ling, apa yg kau lakukan " Mo Tian dengan nada yang ditekan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan disisi lain...


" Hui, mana Queen? " Tanya Kaisar Chen yang menjaga Queen tadi.


" Izin menjawab yang mulia, Queen berada ditaman desa klan dibagian timur. Queen ingin ditinggal sendiri, maaf tapi saya tidak berani menolak perintah dari nya " Ucap Hui sambil membungkukkan badannya.


" Tak apa, kau pergi ke perbatasan. Lihat disana apakah ada kendala atau tidak "


" Baik yang mulia " Hui pun menghilang di tempat.


" Hah " Kaisar Chen berjalan memasuki ruang kerja nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Hohoho... baru kali ini aku melihat wajah aslimu, sobat " Jahil Zu Ling tanpa takut sedikit pun.


" Kau yang mengutukku dan gadis kecil yang malang ini " Mo Tian menatap tajam Zu Ling.


" Aku tdk sengaja " Dengan nada tajam.


" Tapi lihatlah, kau membuat nya menderita. Tubuhnya pun terlalu banyak masalah bahkan sebelum kau memberikan kutukan, bisa membuat dia merenggang nyawa " Mo Tian terdiam.


" Dia banyak menyembunyikan rahasia " Kata Mo Tian sambil menatap langit dan menerawang.


" ... "


" Bahkan tak satu pun aku mengetahui apa yg terjadi padanya " Diam-diam tatapan Mo Tian menyendu.


" Kalian membicarakanku " Mo Tian berbalik dengan cepat.


" Yin " Mata Mo Tian membola. Matanya kini berubah disebelah kanan, seperti biasa. Ini kali kedua Mo Tian melihat perubahan nya yang ekstrem ini.


" Hei, kamu jangan menganggapku Yin " Ucap dengan nada serak dan tak suka.


" Tapi kau yg berada di tubuhnya "


" Salahmu "


" Jangan bertengkar " Datar Queen.


" Zu Ling dan saya telah bersetubuh selama satu tahun beberapa bulan, ya lagi pula saya memaklumi bahwa kau mengutukku " Kata Queen ambigu.


" ... "


" Kau mengetahuinya, apa kau takut? " Dingin Mo Tian yang mengandung banyak emosi yang tersembunyi.


" Hmp... buat apa takut " Sinis Queen.


Mo Tian menyembunyikan senyumnya dan merasakan sakitnya mulai ber kurang, dia menatap Queen yang tadi nya kesakitan kini berdiri tegap dengan santai tanpa tak ada yang menimpanya selama ini.


" Jangan bingung, aku mengganti peran dengan mengambil alih tubuh dan membantunya mencadangkan energi spiritual nya yang bocor sebelumnya. Dia sekarang bermeditasi didalam sana, selama beberapa hari nanti saya akan mengganti kan Yin atas perintah " Jelas Zu Ling dan disetujui Mo Tian yang sedikit enggan.


" Sebenarnya dia kurang setuju tadi, tapi aku memaksanya untuk bertukar. Dengan keras kepala, dia hanya pasrah dan mem biarkan ku mengganti kan nya agar dia tak kesakitan seperti akhir-akhir ini gara-gara kutukan dingin ini "


" Aku perintah kan kamu, jaga dia. Jangan sampai dia terluka sedikit pun! " Ucap Mo Tian yang mengeluarkan sisi mendominasi miliknya, arogan.


" Kalau itu aku tak bisa berjanji, tapi akan ku jaga dengan sangat baik " Yakin Zu Ling.


" Aku harus kembali, kerajaan menungguku. Akhir-akhir ini aku meninggalkan urusan kerajaan hanya urusan pribadi "


" Datang lah pada hari malam bulan purnama darah nanti, Queen akan menyembuhkan diri nya dengan itu " Kata Zu Ling yang di angguki Mo Tian dan menghilang tanpa jejak.


Zu Ling pun berbalik berjalan sambil menghela napas...


" Seperti menjaga anak yang akan di pengantinkan saja, ini sangat menyenangkan " Gumam nya sambil terkekeh.