The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 19 )



Esok hari...


Matahari telah terbit, Annchi baru terbangun dari tidur tak seperti biasanya karena kejadian semalam membuatnya lelah. Ia berjalan ke arah kamar mandi dan bersih bersih menggunakan wewangian yang seperti biasanya. Tapi bedanya, ia juga menggunakan sabun dan shampo agar lebih cepat.


Setelah mandi, ia menggunakan hanfu yang biasa namun terlihat elegan tak lupa dengan cadarnya. Ia keluar paliviun dan berjalan ke ruang makan.


Sesampainya disana...


" Putri Ketiga memasuki rung makan " Teriak kasim.


Masuklah Putri Annchi dan melihat semuanya sudah ada pada tempat duduknya masing masing, ia berjalan ketempat duduknya. Mereka makan dengan tenang setelah makan. Setelah makan, Annchi mengambil gulungan serta kuas dan menulis sesuatu. Setelah menulis itu, ia berikan ke Mentri Rong dan Ia langsung pergi kekediaman tak lupa juga dengan memberi hormat sebelum pergi. Mentri Rong membacanya terbuka agar didengar oleh permaisuri dan Selirnya,


' Ayahanda, besok Putri ini untuk pergi berkelana sampai hari Perayaan Kaisar nantinya dan tak usah mencariku '


Isi gulungan tersebut membuat mereka saling menatap satu sama lain.


" Apakah Putri Annchi pergi besok " Selir pertama seraya memandang semua orang.


" Mungkin " Jawab Mentri dan Permaisuri rong dengan acuh. Sementara Selir kedua mendengar itu pun diam diam menyeringai.


Dan mereka langsung pergi untuk mengurusi kesibukan masing masing.


Disisi lain...


Annchi kembali ke kediaman dan mengganti hanfu mewah berwarna hitam serta menguncir rambutnya dan menggunakan topeng rubah miliknya...



Auranya serta tubuhnya diubah menjadi perempuan campur laki laki agar tidak yang tahu dia berjenis kelamin apa.


Setelah mengganti pakaian, Annchi pun menghilang kesuatu tempat tanpa meninggalkan jejak.


Disuatu tempat...


Muncul siluet seseorang hadir disebuah ruangan yang minim pencahayaan dan hanya lentera sebagai penerangan. Ruangan tersebut adalah ruang kerja milik Queen sebagai Ketua Organisasi. Saat ini Queen berada di markas miliknya karena ingin melihat dan me mengerjakan gulungan dokumen tersebut yang berisi tentang informasi, Bisnis keuangan, Organisasi miliknya serta guluang dokem lainnya yang masih tersimpan rapi di rak.


Ia membuka topengnya memperlihatkan wajah tampan dan cantik itu tapi membuat dunia runtuh dengan itu bahkan para dewa dewi yang melihatnya akan iri dengan mengira ia pria yang sangat tampan dengan setengah cantik yang terlihat manis imut menurut wanita dan Wanita yang sangat cantik dengan setengah tampan membuat nya terlihat kharismatik sebagai wanita menurut pria.


Queen mengambil salah satu gulungan tersebut dan membukanya, ia membacanya dengan serius dan teliti kemudian ia tersenyum miring dan menggulung kembali gulungan tersebut.


' Ternyata mereka sudah bergerak, kita tunggu hari mainnya '


Batinnya dan mengambil gulungan lainnya dan memeriksanya, ia juga menggunakan kuas yang sudah dicelup tinta berwarna hitam pekat elegan dan menulis isi laporan dengan lihai terlatih dan indah seperti kaligrafi.


Ia bisa menulis menggunakan kuas karena memang Queen sudah pernah belajar bahkan dengan bulu angsa dizaman modern dulu dan kini berguna untuk sekarang, bahkan coraknya pun terlihat rapi dengan ada tajam dan ada bagian halus atau tebalnya.


Biasanya ketika orang menulis atau membuat kaligrafi menggunakan kuas akan merasa kebas pada tangan, Queen tidak karena ia telah terbiasa dengan itu sejak kecil dan sudah merasa biasa biasa saja.


Selesai dengan gulungan laporan tersebut, ia merapikan mejanya yang berantakan dengan gulungan gulungan berserahkan. Kemudian ia memegang kalung dimensinya dan menghilang lagi ditempat tanpa jejak


Disisi lain...


SRING...


Muncul seorang gadis yang berdiri tegak disebuah padang rumput yang indah dengan wajah tanpa ekspresi yang masih terlihat cantik ah tidak tapi sangat cantik. Ia berjalan mencari seseorang dan mendengar suara yang tak jauh darinya dan ia berjalan mendekat kearah suara tersebut dengan santai.


Ia melihat makhluk roh kuno yang sedang BBQ dan duduk disebuah gazebo kecuali Roh tanaman tersebut yang sedang memanggang daging yang sudah diberi rempah rempah yang sudah diajarkan Queen.



Mereka terlihat saling bercerita dan bersenag senang tanpa menyadari Queen telah duduk di seberang ditengah menghadap kedepan layaknya ia adalah seorang kepala keluarga.


" Ekhem.. " Mereka serempak menoleh kearah suara tersebut.


" QUEEEN ~ " Teriak mereka kaget. Kaget, alasan mereka bukan cuma keberadaan nya namun raut wajahnya tanpa ekspresi membuat nya terlihat menyeramkan bagi mereka semua.


" Sudah hm...