
Keesokan harinya matahari belum terbit, namun Annchi sudah terbangun dari tidurnya. Hari ini Annchi akan latihan ( berolahraga ) di halaman belakang kediamannya. Setelah mengganti pakaian, ia berjalan kelapangan dan melakukan olah raga seperti pemanasan, lari dan lain sebagainya. Hingga Matahari sudah terbit.
Setelah melakukan olahraga, Annchi memasuki kediaman dan mandi dengan wewangian Bunga. Menggunakan pakaian yang simpel..
Annchi tak menggunakan perias wakjah karena wajahnya sudah cantik natural dan kelihatan sangat imut.
Tok.. Tokk.. tokk.. . Masuk seorang pelayan dan membungkukkan kepalanya ke Annchi.
" Putri, Putri ke 3 datang mencari anda " Ucap Pelayan itu. Annchi menganggukan kepalanya menandakan menyuruhnya masuk, sebelum itu Annchi menggunakan cadarnya terlebih dahulu. Dan datanglah Putri kedua ..
" Putri, ayo kita ke ruang makan bersama " Ucap semangat Putri ke 3. Annchi hanya mengangguk dan berjalan bersama Putri ke 3 dengan wajah datarnya. Saat perjalanan ke ruang makan, mereka melihat Putri ke 1 dan 2 sedang menyusul dan berjalan bersama.
Sesampai di ruang makan, kasim berteriak mengumumkan putri putri telah datang dan mereka masuk. Mengucapkan salam kecuali Annchi karena menyadari sebagai putri yang pendiam dan bisu. Melihat Annchi membuat semua orang disana tersenyum dan mereka duduk makan dengan tenang.
Setelah makan mereka berbicara..
" Ekhem.. apakah hari ini kalian akan kembali ke sekte " Ucap Mentri Rong dan semua putri dan pangeran mengangguk kepala secara berbeda beda kecuali Annchi. Para selir hanya diam kemudian permaisuri berkata...
" Apakah kau mau masuk sekte juga Putri Annchi " Tanya permaisuri Rong ke Annchi, dan dibalas dengan gelengan.
" 2 bulan lagi akan ada pesta ulang tahun diselenggarakan oleh kaisar Wu dan mereka mengundang kita untuk menghadirinya " Jelas Mentri Rong dan mereka hanya mengangguk.
Mereka ke depan kediaman dan sudah ada beberapa kereta kuda untuk mengantar mereka ke sekte dan mereka pun pergi. Semua pun bubar dan memiliki kesibukan masing masing.
Annchi berjalan ke paliviun miliknya dan menggunakan pakaian yang gampang gerak..
Tak lupa dengan cadarnya dan ia pun menggunakan Jurus Qingqong untuk pergi secara diam diam. Setelah sampai didepan hutan roh ia menjadi lebih tinggi atau ketubuh yang aslinya...
Setelah sampai di Pagoda, ia memasuki dan berjalan berkeliling ia sangat bosan. Ia mengeluarkan makhluk roh kuno mitologi, yaitu Zhi Wu, Feng Huo, Feng Bing, Chi Huo, dan Li Fen. Dan mereka pun berjalan.
" Ada apa denganmu, kenapa auramu tak seperti biasanya ? " Heran Zhi Wu.
" Seperti nya kau tak sengaja terkena kutukan oleh seseorang yang salah mantra " Sergah Li Fen datar.
" HAH... KUTUKAN !!! " Teriak mereka kaget. Queen hanya mengangguk dengan wajah datarnya. Ya, ia sudah menduga itu tapi ia tak tau apa kutukannya jadi ia hanya menunggu dan berdoa semoga tidak membuat hal yang merepotkan batinnya.
" Apakah itu masalah besar " Khawatir Chi Huo. Semua yang ada disana khawatir.
" Tdk, kmngkn klu sy sdh 10 thn ktkn in akn pth " Singkat Queen. Semua yang ada disana cengo tak mengerti apa yang dikatakan Queen karena permataannya sangat singkat. Li Fen berkata...
" Tidak, kemungkinan kalau saya sudah 10 tahun kutukan ini akan patah " Koreksinya dengan datar. Semua hanya meng oh ria.
Disisi lain ... !
Seorang pria dengan topeng peraknya berada di sebuah lapangan sedang memegang dadanya karena sesak dan habis memuntahkan darah, untung pria yang ada di sebelahnya memberikan pil penenang.
" Apakah yang mulia tak apa " Khawatir pria yang memberikan pil penenang ke pria itu.
" Hm " Gumaman Pria itu dengan wajah dingin dan tatapan tajamnya mengarah ke orang yang ada dibawahnya.
' Sial mantra kutukannya salah ' Batin Pria itu menghela napas. Ia ingin mengutuk orang yang ada dibawah nya ini, namun karena ada gangguan ketika ia merasa sesak napas dan memuntahkan darah dan ia salah mengucapkan mantra dan ia tak menyadari bahwa mantranya yang gagal terkena ke orang lain.
" Bagaimana dengan orang ini yang mulia " Ucap pria yang disebelahnya dengan bingung. SRING.. ! Pria itu memenggal kepalanya dan langsung menghilang dari sana tanpa jejak. Pria yang disebelahnya hanya mengelus dadanya sabar, dan ikut menghilang.
Kembali lagi ke Queen !
Hari pun sudah sore dan Queen berinisiatif untuk pulang kekediaman Rong.
" Aku akan pulang " Singkat Queen dan berjalan duluan. Ia tak peduli dengan Roh kuno itu karena mereka bisa kembali sendiri atau disuruh olehnya karena mereka telah terikat kontrak satu sama lain.