
Happy Reading....
Bruk..
Aww..
Hahahaha..
Terdengar suara jatuh dari seorang pemuda serta rintihan sakit membuat orang orang itu tertawa.
" Dasar lemah " Bentak pria disana dengan sinisnya, dia itu pangeran dari kerajaan terkuat ke 6, dengan sifat yang sombong, angkuh, suka menindas orang lemah dan kalangan bawah.
" Mengapa Kaisar Wei mau saja memelihara seorang sampah ini " Ucap Pria yang disana dengan nada mengejek disebelah pangeran dari kerajaan ke 6 dan tak lain dia adalah adik dari pangeran tersebut.
" Wei Tian Mo, Ingat kau hanya benalu di dunia ini, termasuk di Kerajaan Wei " Ucap Pria di sebelahnya lagi dengan nada ditekan. Pria itu juga termasuk saudara dari 2 pangeran tersebut.
Plak...
Akh..
Suara tamparan tersebut memenuhi lorong kerajaan yang terasa sangat sepi kecuali orang yang sedang melakukan pembullyan di situ.
Pria yang nama nya Tian Mo itu pun merasa kebas dan panas dipipinya akibat tamparan sangat keras yang di layangkaan ke pipinya itu membuat ia menahan air mata seolah olah ia adalah manusia yang paling menyedihkan di dunia.
Dan sekarang rambutnya ditarik paksa untuk mengedahkan kepalanya.
" Hahhaha.. dasar pengecut " Ucap mereka serempak mengejek Tian Mo.
Tian Mo tak sengaja melihat seorang gadis yang sedang lewat di paling ujung lorong dan tak menyadari ada orang disini.
Tatapan gadis itu tak sengaja bertubrukan dengan Tian Mo. Pandangan yang sangat dingin dan acuh, membuatnya menatap ia teduh.
" To.. tolong aku " Lirih Tian Mo hampir terdengar berbisik.
Gadis itu hanya menatapnya lama dan berlalu membuat Tian Mo menutup matanya menahan air matanya agar tidak tumpah, sudah tidak ada yang mau menolongnya. Manusia itu sama saja, sangat serakah akan kekuasaan serta kekuatan, suka menindas yang lemah dan merasa dia paling berkuasa.
" Sekarang akan aku binasakan kau agar tidak ada benalu dimuka bumi ini hahaha.. " Ucap pria yang pertama sambil mengacungkan cambukan yang sudah ada tajam tajamnya serta racunnya, jangan lupa dengan aliran energi spritual untuk menambahkan daya kekuatannya serta ketajamnnya.
Hyaat...
Ctarr...
Tian Mo menutup matanya pasrah akan terkena cambukan tersebut. Dia tak merasakan apapun membuka perlahan matanya dan membelalakkan matanya.
Gadis itu sekarang ada dihadapannya dengan menghadap kebelakang agar menghalau cambukan tersebut dan berhadapan langsung dengannya. Tidak ada tanda tanda bahwa ia merasa kesakitan seolah olah tidak terkena sesuatu yang membuatnya sakit.
" Hei siapa yang kau, mengapa kau menghalangi cambukanku " Marah pangeran yang akan mencambuk Tian Mo tadi. Gadis itupun langsung berdiri tegak dan menghadap ke pangeran tersebut.
" Hei siapa putri cantik ini " Ucap Pria itu dengan tatapan mesumnya.
" Pengecut " Singkat gadis itu dan mereka tak mengerti.
" Kalian bertiga pengecut " Ucap ketus gadis itu membuat mereka menggeram marah.
" Berani beraninya putri ini menghina pangeran, jika kau tidak ingin disiksa puaskan kami hm " Ucap pria yang disebelahnya dengan mesumnya.
" Saya bukan pelacur " datar gadis itu membuat mereka semakin murka.
" Kau, dasar pelacur " Teriak murka pria itu ingin menampar wajahnya, tapi itu menggantung diudara karena tepisan kecil dari gadis tersebut membuat mereka melongo.
" 😶 "
" Kita pergi " Sentak pria itu dan menggunakan qingqong nya.
" Hah " gadis itu menghela napas dan ingin membalikkan badannya tetapi...
Bruk...
Gadis itu mematung karena mendapat serangan tiba tiba di belakannya. Tian Mo memeluknya dengan erat sembari menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu membuatnya risih.
Sring...
Lorong itupun sepi tak berpenghuni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang gadis serta Tian Mo itu berada di halaman kediaman gadis itu.
" Lepaskan " Dingin Gadis.
Hiks...
Hiks...
Terdengar samar isakan tangis dari pria tersebut membuat gadis itu tertegun.
" 😶 "
' Pria ini sangat cengeng ' Batinnya.
Gadis itu mengurai paksa pelukannya membuat suara tangisan pria itu terdengar jelas dan bertambah keras.
Hiks...
Hiks...
Huaa...
Gadis itu hanya gelagapan tidak tahu cara menenangkan bayi besar dihadapannya ini. Perlahan namun pasti gadis itu menarik tangan pria tersebut ke dalam dekapannya yang hangat, namun karena tinggi gadis dengan pria itu berbeda jauh, jadi dia naik di sebuah batu disana untuk ditepaki cukup untuk tinggi dengan pria itu. Karena gadis itu tingginya hanya sebatas dibawah dada pria tersebut dengan tinggi 1, 80.
' Pria ini sangat tinggi seperti tiang 😬, tapi yang kutau pria ini aslinya lebih tinggi lagi ! ' Batinnya jengkel. Akhirnya mereka berpindah posisi, gadis itu duduk diatas batu dengan pria itu yang masih posisi berdiri sambil memeluknya.
Pria itu telah berhenti menangis tetapi masih sesegukan. Tangan pria yang ada di pinggang gadis itu pun merambat ke punggung tanpa di ketahui muncul cahaya berwarna merah terang namun samar dan tak diduga luka dipunggung gadis itu pun menghilang tak berbekas kecuali dengan pakaiannya.
Pria itu menguraikan pelukannya dan menatap polos gadis itu yang menatapnya dengan tatapan datarnya.
" Te.. terima kasih telah menolong Tiang Mo " Cicitnya sembari tertunduk.
" Hm " Gumaman gadis itu.
" Nama kamu siapa " Tanya Tiang Mo.
" Chen Mei Yin " Gadis itu dengan singkat membuat pria itu diam diam tersenyum simpul.
' Tetap sama tidak berubah '
" Ah kalau aku namanya Wei Tian Mo " Ucap pria itu sambil tersenyum manis.
Tangan gadis itu terulur ke pipi kanan pria itu yang kena tamparan meninggalkan bekas merah. Mengelusnya lembut membuat pria itu terdiam dan merasa jantungnya yang tak pernah berdetak, kini berdetak hanya karena gadis didepannya.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan arti sama namun berbeda tempat, dengan hembusan angin serta guguran daun serta bunga berterbangan menambah kesan suasana yang sedang.... romantis mungkin.