The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 33 )



Happy Reading....


" Baiklah kalau begitu, Mei aku pergi dulu " Genit Zhi Wu sembari berjalan ke dalam kediaman yang nyatanya menghilang dari balik ke dimensi roh.


" Apa kau mau kembali " Datar Mei Yin sembari berdiri.


" Tidak, Tian mau bermain bersama Yin' er " Ucap Tian Mo dengan wajah melas nya sembari memeluk Queen dengan manja.


" Apa yang kau lakukan " Datar Queen sembari berusaha melepaskan pelukan erat dari Tian Mo.


" Apa Yin' er tidak sayang kepada Tian 😒 " Ucap Tian Mo dengan suara serak menahan nangis sembari melepas pelukannya dan menundukkan kepalanya.


" ... "


Hiks...


Satu isakan tangis lolos begitu saja walau samar, Queen hanya diam entah kenapa.


" Ibunda, Yin' er tidak sayang Tian lagi hiks... " Lirih Tian Mo dengan samar. Queen hanya menatap Tian dengan tatapan tak dapat diartikan.


' Pria ini, apakah sangat cengeng. Tapi... Damn, he' s so cute ' Batin Queen dengan terkekeh pelan merasa geli melihat wajah itu yang melas dengan hidung dan pipi yang memerah di kulit putih bersihnya jangan lupa bibir sexynya yang berwarna merah alami mengerucut, cemberut.


" Apa kau pria " Ucap datar Queen setelah berdiam diri.


" Hiks te.. tentu saja, Tian seorang hiks pria " Ucap Tian Mo sembari menghisap kembali ingusnya yang tadi keluar walau sedikit. Benar benar bayi besar memang.


Hah...


Queen menghela napas dan dengan perlahan Queen mendekat dan memegang pundak Tian untuk duduk yang entah dari mana kursi itu datang tapi yang jelasnya Queen yang mengeluarkannya dari ruang penyimpanannya 😌.


Sekarang tinggi mereka setara, Queen dengan lembut menghapus air mata serta ingusnya tanpa jijik.


Tian Mo hanya diam tak terisak lagi namun tertegun sembari menatap lekat wajah cantik dan manis Queen dari jarak dekat, wajahnya merona malu dan merasakan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


" Hem, wajahmu memerah apa kau demam ? " Gumam Queen sembari menaruh telapak tangannya didahi Tian Mo membuat wajahnya semakin merona merah.


" Eh.. Ti tidak Yin' er, Tian hanya merasa cuaca disini panas " Ucap gugup Tian Mo.


" Benarkah, padahal ini dibawah pohon sakura milikku dan ini masih pagi, jadi cuacanya sejuk πŸ˜• " Heran Queen, dasar emang. Bukannya tidak peka sih, bahkan instingnya sangat kuat dan tajam. Tapi Queen hanya berniat menggoda bayi besar didepannya ini.


" Aaa... Tian malu " Pekik tertahan Tian Mo. Benar benar menggemaskan.


" Eh kenapa malu " Datar Queen tapi didalam hatinya sudah tertawa puas. Tian hanya diam dan memicingkan matanya ke Queen.


Bruk...


Sekarang mereka bertukar posisi, Queen duduk di kursi sembari bersandar dengan Tian yang berdiri memegang kedua pergelangan tangan Queen disisi kedua kepalanya, jadi terlihat Tian mengukung Queen.


" Apa yang kau lakukan " Datar Queen.


' Dia tidak salah tingkah jika aku membuatnya seperti ini. Biasanya para wanita akan menjerit dan malu walau aku tak pernah melakukan pada wanita manapun bahkan tak pernah dekat kecuali dengan ibu walau tidak terlalu dekat, hanya bersikap manja di luar dan jika di istana aku hanya acuh ! '


" Eh tidak " Kikuk Tian Mo.


" Biasanya aku melihat ayahanda dan ibunda seperti ini, jadi aku mencobanya hehe πŸ˜… " Tian sambil menggaruk kepalanya, tapi sebenarnya ia hanya beralibi.


" Jadi... " Queen menjeda.


" Apa kau berniat menggodaku, tidak disangka dibalik sifatmu yang polos ini ternyata kau adalah pria yang nakal 😏... " Ucap rendah Queen dengan menyeringai.


" E.. eh Yin' er salah paham ! Ti.. Tian hanya bercanda jangan dimasukkan ke hati ke jantung saja hehe " Canda Tian agar mencairkan suasana canggung yang diciptakannya sendiri.


" Benarkah~ " Goda Queen sambil menyeringai mendekati wajahnya ke wajah Tian Mo.


" I..iya " Gugup Tian saat merasakan hembusan napas dari Queen ke wajahnya.


" Boy... wajahmu memerah~ " Serak Queen semakin menjadi jadi.


" B.. boy ? " Bingung Tian tapi tak menutupi kenyataan telinganya serta wajahnya sangat memerah saat mendengar suara serak menggoda serta tangan yang ada dipipi kirinya.


" Boy itu bahasa dari benua barat yang artinya pria " Tenang Queen memundurkan wajahnya.


' Sial, kata itu terdengar sedikit tidak sopan ! Tapi kenapa terdengar nakal ditelingaku '


" Sudahlah, bisa - bisa wajahmu akan hangus jika saya terus menggodamu " Ucap Queen dengan sifatnya mulai melunak seperti biasanya.


Tian sudah tidak tahan dengan godaan godaan dari iblis cantik didepannya ini.


" Aaa... kenapa Tian merasa sangat malu sekali " Pekik Tian Mo berdiri tegak dan berbalik berlari seperti anak kecil keluar kediaman Lavender.


Keadaan sudah sunyi kembali, Queen berdiri tegak sembari menghela napas. Memasukkan kembali kursi itu keruang penyimpanan dan berjalan masuk ke kediaman.


' Tak disangka Queen mempunyai sifat seperti ini, aku baru mengetahuinya '


Queen membuka dunia roh nya dan mendengar perkataan- perkataan dari roh - roh laknatnya itu.


' Hah andaikan saja Queen menggoda kita seperti itu pasti rasanya menyenangkan '


' Cih Fenghou kau terlalu berharap. Jika Queen menggoda kita seperti itu, pasti rasanya hanya garam dan cuka jangan lupa dengan cabai '


' Kenapa bisa rasanya seperti itu ? ' Tanya Queen tapi mereka tak menyadari bahwa orang dibicarakan mereka mendengar semua apa yang dibilangnya.


' Menggoda kita seperti garam sangat asin seperti jika kita mau makan " Queen kita boleh makan ! " dan Queen berkata " Tidak boleh, kalian harus mencuci pakaian dulu " . Nah rasanya asin '


' Kalau cuka seperti ini ekhem... " Queen apa kami boleh bermain " Queen berkata... " Kalian harus naik tingkat kultivasi baru bermain sepuasnya, jangan menjadi malas " . Nah rasanya sangat kecut dan asam '


' Kalau cabai jangan ditanya lagi ekhem... " Queen kepalaku pusing " Queen berkata dengan sadisnya... " Gitu aja sudah pusing, kalau saya kirim kalian untuk memasuki jalur angin topan dan membuat kalian pusing dari ini. Jadi kalian harus bersyukur tidak menghukum dengan angin topan " Nah rasanya jleb dan sangat pedas menusuk hati hingga relung '


' Zhi Wu, APA KAU SUDAH PUAS MENGHINAKU HM ! '


' Oh tidak... Qu.. Queen 😰😱 ' Kikuk mereka merasa bersalah.


' Gawat... '


' Tamat lah Riwayatku '


' Hah waktunya kiamat untuk kita '


' MATI LAH AKU '


Pekik mereka dalam hati masing - masing...