
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Dibawah sinar matahari yang tertutupi sebuah dahan dedaunan pohon yang menjulang tinggi, seorang pria terlihat sedang termerenung.
Ya, pria itu adalah Mo Tian...
" Hah... sepertinya aku akan gila " Gumamnya tak berdaya sambil mengingat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.
Flashback...
" Eh, kamu siapa? "
Mo Tian tertegun.
Sepasang mata itu menatap nya dengan sangat emm... entah lah...
" Pa-paman " Mo Tian menatap horror gadis yang membuatnya khawatir setengah mampus ini.
Apa-apaan dengan sebutan 'paman' itu, apa aku setua itu? 😬😐
" Iii... kok seram " Mo Tian menahan dirinya untuk tidak menerkam gadis itu yang sedang berada diluar area ternyamannya.
Ini yang disebut perubahan setelah bangun nanti? Sial...
" Tapi aku ada dimana? " Bingung nya sambil melihat-lihat sekitarnya dengan mata besarnya.
IMUT NYA!!... 😳😳😳😳
Batinnya berteriak, namun dia merasa canggung sendiri.
" Paman, apa kita pernah bertemu sebelumnya? " Mata itu menatap tepat ke mata Mo Tian.
Deg...
Mo Tian meneguk susah saliva nya.
Mata itu...
" Akh... " Queen menutup mata kanannya yang terasa sakit.
" Eh? "
Mo Tian memberikan sebuah benda aneh di tangannya dan memasangkannya di mata kanan Queen.
Benda penutup mata ini diberi kan oleh pensiunan itu, gunanya apa?
" Uu~ " Queen memegang mata kanannya dengan polos.
" 😳 "
" Terima kasih paman " Senyum Queen nampak polos.
APA-APAAN DENGAN SEBUTAN PAMAN ITU, BERHENTI BOCAH!!!
Mo Tian jadi tidak percaya diri.
Flashback off...
" Hah " Entah sudah keberapa kali pria itu menghela napas.
" Paman~ "
" Berhenti memanggilku paman bocah " Datar Mo Tian menyembunyikan kekesalannya.
" Anu... aku harus memanggil paman apa? " Polos Queen, Mo Tian menatap Queen dengan tiga garis hitam diwajahnya yang sangat jelas nampak.
" Kau boleh memanggilku... " Entah lah, namun yang ada dipikiran Mo Tian saat ini berbanding balik dengan ekspresi nya yang datar.
" Gengdì " Pipinya terlihat merona tipis...
Gengdì : Kakak laki-laki tersayang.
" ... " Queen nampak tertegun.
" Ge-gengdì " Sama halnya dengan Queen, pipinya juga merona.
Puk...
" Anak pintar " Menepuk kepala gadis itu dengan lembut.
" Gengdì " Panggil Queen.
" Hm... "
" Mau ikut denganku? " Queen mengulurkan tangannya.
" Mau kemana? " Sembari mengerutkan dahinya.
" Ganti pakaian " Mata Mo Tian seketika melotot.
" I-itu ti-tidak layak " Sikap Mo Tian yang tidak pernah hadir selama ini, dia gugup.
" Hah? " Cengo Queen yang tak ngerti.
Mo Tian melihat mimik Queen yang nampak polos itu mengutuk pemikiran liar nya.
" Mau apa ganti pakaian? " Berusaha mengalihkan topik.
" Emm... rahasia " Queen cengengesan.
" Hah, baiklah " Pasrah Mo Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Hai nona cantik "
" Lihat wanita itu, cantik sekali "
Berbagai suara yang membincangkan seseorang dengan seorang pria yang nampak lebih muda darinya.
" Paman- "
" Diam bocah " Dingin seseorang itu sambil menahan geramannya.
Ya seseorang itu adalah Mo Tian, disuruh menyamar menjadi seorang wanita yang miskin namun penyamarannya itu mungkin membuat nya nampak mencolok karena kecantikannya.
Sedangkan Queen yang menjadi biang kerok hanya menggunakan hanfu pria, nampak tampan pangeran kecil tetapi pakaiannya itu yang membuat dia tampak sederhana.
" Jijie, kita tidak punya uang. Bagaimana kalau kita cari saja " Queen memberi solusi tanpa menyadari hartanya sudah segunung, sama halnya dengan milik Mo Tian yang notabene adalah seorang putra pertama kekaisaran Wei bahkan lebih.
" ? " Mo Tian menatap Queen dengan alis terangkat.
...----------------...
" Ekhem... semua nya!!! " Pasang mata pun menatap mereka.
" E-eh😳 " Queen jadi kikuk sendiri.
" Hem! " Mo Tian berdehem.
Semua pun mengerumuni mereka...
" Ekhem...
I Like You so Much, You'll know it🎶🎶
[Verse]
Wǒ xǐhuān nǐ de yǎnjīng nǐ de jiémáo nǐ de lěng'ào
Mata Mo Tian tertegun akan suara Queen yang begitu merdu walaupun dalam penyamarannya sebagai anak laki-laki.
wǒ xǐhuān nǐ de jiǔwō nǐ de zuǐjiǎo nǐ de wéixiào
Orang-orang di sekitarnya pun menikmati suara Queen yang begitu menenangkan.
wǒ xǐhuān nǐ quán shìjiè dōu zhīdào cháoxiào bié nào
wǒ huì jìxù qǐng nǐ zhǔnbèi hǎo
" Ada apa ini? "
" Salam pangeran kedua! "
Tidak Ada yang mendengar itu karena terpaku dengan Queen.
wǒ xǐhuān nǐ de chènshān nǐ de shǒuzhǐ nǐ de wèidào
wǒ xiǎng zuò nǐ de mián'ǎo nǐ de shǒutào nǐ de xīntiào
wǒ xǐhuān nǐ quán shìjiè dōu míngliǎo jiān'áo biè qìnǎo
wǒ duō nàixīn qǐng nǐ děngzhe qiáo
[Chorus]
xǐhuān nǐ zài měi yīkè měi yī miǎo
xǐhuān nǐ zài měi yī chù měi yījiǎo
xǐhuān nǐ yǐ biànchéng xíguàn nányǐ jiè diào
wǒ duō xǐhuān nǐ wǒ bù zhīdào
xǐhuān nǐ ràng xià yǔtiān fàngqíngle
xǐhuān nǐ ràng xià xuě tiān wēnnuǎnle
xǐhuān nǐ yǐ biànchéng xìnyǎng nányǐ fàng diào
wǒ duō xǐhuān nǐ nǐ huì zhīdào
[Instrumental]
[Verse]
wǒ xǐhuān nǐ dǎ lánqiú měi gè shùnjiān dōu hěn shǎnyào
wǒ xǐhuān nǐ dàn gāngqín měi gè yīnfú dōu hěn měimiào
Cring...
Koin dan kepingan emas maupun perak memenuhi tempat yang telah dibuat Queen untuk menampung sebuah kepingan-kepingan itu.
wǒ xǐhuān nǐ péi wǒ kànshū fēn xīn kàn wǒ tōu xiào
fān yè yóuxì wǒ pèihé nǐ dǎo
[Bridge]
ǒu'ěr xīnqíng gǎnmào fāshāo
nǐ shì tián di yào
jiùsuàn down dào bào
yǒu nǐ fánnǎo quán xiāo
[Chorus]
xǐhuān nǐ zài měi yīkè měi yī miǎo
xǐhuān nǐ zài měi yī chù měi yījiǎo
xǐhuān nǐ yǐ biànchéng xíguàn nányǐ jiè diào
wǒ duō xǐhuān nǐ wǒ bù zhīdào
xǐhuān nǐ ràng yīngwén shū yǒuqùle
xǐhuān nǐ ràng shùxué tí jiǎndānle
xǐhuān nǐ yǐ biàn chéng xìnyǎng nányǐ fàng diào
wǒ duō xǐhuān nǐ nǐ huì zhīdào
wǒ duō xǐhuān nǐ nǐ huì zhīdào
.
.
.
Prok...
.
.
Prok...
Prok...
Prok...
" Wah anak kecil ini berbakat sekali "
" Tampan juga "
Berbagai pujian yang dilontarkan buat Queen yang a
nampak malu-malu itu. Mo Tian hanya terkekeh kecil dengan melintasnya cahaya hangat di maniknya yang penuh misteri itu.
Tiba-tiba Queen menatap Mo Tian dengan senyuman manisnya yang sampai mata.
Deg...
Pipi nya merona tipis, memegang dadanya dengan kepala menunduk.
Gadis kecil, kau benar-benar...