The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 57 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Lanjut...


" Gengdì! "


Bruk...


" ? "


" Huaa... gengdì dari mana saja kau " Histeris Queen.


" Hei, siapa kau? " Seseorang yang dipeluk oleh Queen, mendorong nya dengan pelan.


" Hiks... ke-kenapa gengdì, apa kau sudah melupakanku? "


Kenapa terasa deja vu...


" Eh, siapa gengdì? "


" A-... "


" Diam! " Pekik Kaisar Wei pening.


" ... "


Krik... Krik...


" Ee... Ekhem... "


" Kalian semua ikut saya ke ruang baca "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Jadi... "


" Jadi? " Kaisar Wei menghela napas sabar akan kepolosan Queen yang sangat haqiqi.


" Apakah kalian saling mengenal? "


" Tidak/Iya " Jawaban yang berbeda.


" Hah, Putri Chen Mei Yin... bisakah kamu menatap putraku dengan benar " Pinta Kaisar Wei tak berdaya.


" Mmm? Aku mengira pria-pria ini adalah putramu, jadi aku harus menatap mereka semua? " Bodoh Queen.


" Kau perlu menatap putraku yang ini saja " Ucap Kaisar Wei sambil menunjuk putranya yang datang tiba-tiba tadi.


" Baiklah " Queen mulai menatap pangeran ke 4 yang bernama Wei Qianfan dengan lekat.


" Ehh... " Pipi Qian merona malu.


" Ekhem... " Tian berdehem keras merasa ada api yang membakar dirinya.


" Tak boleh menatap nya lebih dekat " Tian menarik Queen ke dalam pelukan nya.


" Hmmph... " Queen memberontak ketika wajah nya telah menempel didada Tian.


Kaisar Wei menahan tawanya, entah kenapa dia merasa senang jika Queen menderita. Tiba-tiba dia merasa merinding entah karena apa.


" Bwaah... kenapa kamu melakukan hal seperti itu, apa kau ingin aku mati hah " Kesal Queen membuat Tian merasa panas di matanya.


" Hiks... "


" Hiks... hiks, ayahanda apa aku salah " Ngadu Tian, Kaisar menampakkan tiga garis hitam diwajahnya.


" Entah kenapa aku merasa diri ku terbakar? " Kaisar dan Qian tertegun.


" Kenapa kamu nangis? 😢 " Ucap Queen mereka bersalah.


Queen dengan lembut memeluk Tian karena rasa bersalah nya.


Deg...


Kenapa aku merasa disini sangat panas yah? Batin Qian berbicara.


" M-maafkan aku, nggak gitu lagi deh 😢 "


" 😭 " Tian membalas pelukan Queen dengan erat. Menenggelamkan wajah nya dan menangis dengan tersedu-sedu.


" Aku tidak percaya ini "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Maafkan kami jika Queen membuat masalah " Ucap Kaisar Chen dengan rasa bersalah nya.


" Tidak masalah, hanya saja saya heran... Ada apa dengan putri Mahkota Chen Mei Yin? Mengapa dia menjadi sangat aneh seperti ini? "


" Oh, itu... " Mereka yang datang ke kerajaan Wei setelah mendengar Queen mereka Ada disini pun segera berangkat. Menjelaskan kronologi sebelumnya tapi tidak menceritakan adanya ritual kuno yang mereka lakukan secara terbuka.


" Pantas saja " Kaisar Wei memijit pelipisnya.


" Maafkan anak ku yang telah membawa putri mu ke kerajaan kami "


" Tidak apa-apa, putramu berperan besar akan masalah kami " Gagap Kaisar Chen dengan rasa merinding yang tiba-tiba. Tatapan nya ke satu orang yang menatap nya dengan momentum kuat, hanya dia saja yang dapat merasakannya.


" Kami akan membawa pulang putri kami, mohon maaf jika kami merepotkan "


" Siapa bilang kau boleh membawanya pulang "


Aura dingin dan agung memenuhi ruangan aula tersebut.


" Wei Mo Tian? "


Mo Tian dengan kekuatan telesportasinya, merebut Queen dari gendongan Tsu Zu.


" Hei! "


" Saya belum mengizinkan putri Chen Mei Yin menjauh dari ku " Dingin Mo Tian.


" Mengapa? " Dingin Kaisar Chen.


" Keadaan nya sekarang tidak memungkinkan dia bergerak dengan bebas " Mereka pun paham.


" ... "


" Biarkan dia digenggaman ku dulu "


" Bisakah kau mengucapkan sesuatu yang dapat meyakinkanku " Ucap Kaisar Chen kesal karena ucapan Mo Tian sebelumnya.


" Menjaganya "


" Hah? "


" Biarkan saya menjaganya "


" ... "