
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Lanjut...
" Gengdì! "
Bruk...
" ? "
" Huaa... gengdì dari mana saja kau " Histeris Queen.
" Hei, siapa kau? " Seseorang yang dipeluk oleh Queen, mendorong nya dengan pelan.
" Hiks... ke-kenapa gengdì, apa kau sudah melupakanku? "
Kenapa terasa deja vu...
" Eh, siapa gengdì? "
" A-... "
" Diam! " Pekik Kaisar Wei pening.
" ... "
Krik... Krik...
" Ee... Ekhem... "
" Kalian semua ikut saya ke ruang baca "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Jadi... "
" Jadi? " Kaisar Wei menghela napas sabar akan kepolosan Queen yang sangat haqiqi.
" Apakah kalian saling mengenal? "
" Tidak/Iya " Jawaban yang berbeda.
" Hah, Putri Chen Mei Yin... bisakah kamu menatap putraku dengan benar " Pinta Kaisar Wei tak berdaya.
" Mmm? Aku mengira pria-pria ini adalah putramu, jadi aku harus menatap mereka semua? " Bodoh Queen.
" Kau perlu menatap putraku yang ini saja " Ucap Kaisar Wei sambil menunjuk putranya yang datang tiba-tiba tadi.
" Baiklah " Queen mulai menatap pangeran ke 4 yang bernama Wei Qianfan dengan lekat.
" Ehh... " Pipi Qian merona malu.
" Ekhem... " Tian berdehem keras merasa ada api yang membakar dirinya.
" Tak boleh menatap nya lebih dekat " Tian menarik Queen ke dalam pelukan nya.
" Hmmph... " Queen memberontak ketika wajah nya telah menempel didada Tian.
Kaisar Wei menahan tawanya, entah kenapa dia merasa senang jika Queen menderita. Tiba-tiba dia merasa merinding entah karena apa.
" Bwaah... kenapa kamu melakukan hal seperti itu, apa kau ingin aku mati hah " Kesal Queen membuat Tian merasa panas di matanya.
" Hiks... "
" Hiks... hiks, ayahanda apa aku salah " Ngadu Tian, Kaisar menampakkan tiga garis hitam diwajahnya.
" Entah kenapa aku merasa diri ku terbakar? " Kaisar dan Qian tertegun.
" Kenapa kamu nangis? 😢 " Ucap Queen mereka bersalah.
Queen dengan lembut memeluk Tian karena rasa bersalah nya.
Deg...
Kenapa aku merasa disini sangat panas yah? Batin Qian berbicara.
" M-maafkan aku, nggak gitu lagi deh 😢 "
" 😭 " Tian membalas pelukan Queen dengan erat. Menenggelamkan wajah nya dan menangis dengan tersedu-sedu.
" Aku tidak percaya ini "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Maafkan kami jika Queen membuat masalah " Ucap Kaisar Chen dengan rasa bersalah nya.
" Tidak masalah, hanya saja saya heran... Ada apa dengan putri Mahkota Chen Mei Yin? Mengapa dia menjadi sangat aneh seperti ini? "
" Oh, itu... " Mereka yang datang ke kerajaan Wei setelah mendengar Queen mereka Ada disini pun segera berangkat. Menjelaskan kronologi sebelumnya tapi tidak menceritakan adanya ritual kuno yang mereka lakukan secara terbuka.
" Pantas saja " Kaisar Wei memijit pelipisnya.
" Maafkan anak ku yang telah membawa putri mu ke kerajaan kami "
" Tidak apa-apa, putramu berperan besar akan masalah kami " Gagap Kaisar Chen dengan rasa merinding yang tiba-tiba. Tatapan nya ke satu orang yang menatap nya dengan momentum kuat, hanya dia saja yang dapat merasakannya.
" Kami akan membawa pulang putri kami, mohon maaf jika kami merepotkan "
" Siapa bilang kau boleh membawanya pulang "
Aura dingin dan agung memenuhi ruangan aula tersebut.
" Wei Mo Tian? "
Mo Tian dengan kekuatan telesportasinya, merebut Queen dari gendongan Tsu Zu.
" Hei! "
" Saya belum mengizinkan putri Chen Mei Yin menjauh dari ku " Dingin Mo Tian.
" Mengapa? " Dingin Kaisar Chen.
" Keadaan nya sekarang tidak memungkinkan dia bergerak dengan bebas " Mereka pun paham.
" ... "
" Biarkan dia digenggaman ku dulu "
" Bisakah kau mengucapkan sesuatu yang dapat meyakinkanku " Ucap Kaisar Chen kesal karena ucapan Mo Tian sebelumnya.
" Menjaganya "
" Hah? "
" Biarkan saya menjaganya "
" ... "