The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 38 )



Happy Reading...


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


3 hari pun berlalu...


Hari ini adalah hari-H bagi kerajaan Jian, kerajaan yang terkenal akan kekejaman nya serta sifatnya yang dingin dan terkenal juga akan kebaikan yang mereka miliki kepada rakyatnya. Kerajaan ini sudah berada di peringkat pertama terkuat berturut - berturut dari tahun abad yang lalu dan masih hingga sekarang dan banyak yang tidak mengetahui bahwa ada kerajaan lain yang lebih kuat dan berkuasa dari kerajaan Jian.


Aula sudah dipenuhi oleh - oleh manusia dari kalangan bawah hingga bangsawan. Ya, para rakyat dan para anggota kerajaan lain sangat penasaran akan putri yang akan diangkat naik menjadi putri mahkota. Jabatan yang tak pernah terisi dari dulu sekarang diisi membuat mereka berbondong - bondong menghadiri perayaan pengangkatan ini.


" Hei, apa Mei sudah bangun ? " Bisik Tsu Zu ke suaminya.


" Aku juga tidak mengetahuinya, semoga saja anak itu tidak melupakan hari besar ini ! " Bisik balik Kaisar Chen.


" Apa kamu tidak mengenal baik Queen, dia pasti akan menghadirinya ! " Ucap Tsu Zu.


" Iya - iya aku mengenalinya " Ucap balik Kaisar Chen.


Sedangkan si pensiunan Kaisar atau ayah dari Kaisar Chen serta sekeluarga hadir dan sudah duduk dikursi jabatan masing - masing.


" CALON TUAN PUTRI MAHKOTA TELAH TIBA ! " Teriak kasim didepan pintu dan semua orang langsung terdiam dan menatap penasaran kearah pintu.


Pintu terbuka, semua semakin menatap serius ke arah pintu. Terlihatlah seorang gadis yang terlihat sangat cantik bak dewi mengalahkan kecantikan mereka.



Seorang gadis dengan belati panjang yang menggantung di pinggangnya terlihat seperti gadis yang ahli dalam lapangan ( medan perang ). Namun karena dengan aura yang dikeluarkannya membuat sebagian dari mereka menyimpulkan itu hanya sebagai pajangan tanpa tahu manfaatnya.


Matanya yang berwarna violet yang sama dengan keluarga Jian membuat mereka mengetahui gadis itu mempunyai hubungan darah dengan keluarga Jian, para lelaki pun terpesona akan aura dan pesona yang dikeluarkan Queen.


Keluarga kerajaan Wei dan kerajaan lainnya yang hadir beserta keluarganya tak mampu menutupi kekagumannya.


Bahkan sebagian dari para putri maupun wanita paruh baya atau gadis dari kalangan bangsawan dan bawah pun banyak yang iri dan dengki kepadanya dan sebagian mereka hanya mampu memendam tak mau nanti berurusan dengan kerajaan Jian yang terkenal akan kekejamannya kepada orang yang mengusik nya, bahkan ada yang terang - terangan menatap Queen dengan tatapan api membara, menjijikan dari para pria belang, ataupun lainnya.


Tian yang melihat orang yang sedari tadi ia tunggu ingin menghampirinya dan memeluknya, namun karena tarikan dari pergelangan tangannya membuat ia berhenti dan menatap Kakak ke 3 atau pangeran ke 3 menahannya yang menggeleng dan mengatakan ' jangan mengacaukannnya, ini hari upacara Mei Yin ', dan ia hanya berdengus dan duduk kembali.


Upacara pun dimulai, Queen berjalan dengan anggun dengan aura damai membuat semua orang betah menatapnya atau berada didekatnya.


Sesampai Queen di depan seorang penatua yang sudah berdiri tegak dihadapannya. Penatua itu mengambil suatu gulungan, membukanya dan membacanya dengan lantang.


Sebagai seorang putri mahkota akan berjanji untuk selalu menghormati para keturunan dan menghormati para pewaris terdahulu.


' Saya berjanji '


Sebagai putri mahkota harus menjaga kehormatannya


' Saya berjanji '


Sebagai putri mahkota harus peduli dengan rakyatnya walaupun berada di dalam ruang kerja maupun di belakang kediamannya


' Saya berjanji '


Jadilah putri mahkota dalam hidup maupun mati


' Saya tidak berjanji '


" Ekhem, izin pria tua ini bertanya ! " Ucap serius penatua itu kepada Queen.


"Silahkan " Datar Queen.


" Mengapa anda tidak berjanji " Serius Penatua.


" Jujur saya tidak bisa berjanji dengan semua perjanjian yang anda lantangkan tadi " Datar Queen namun ucapan itu terdengar serius.


" Mengapa ? " Semua pun penasaran kecuali keluarga Jian.


" Yang pertama menjaga kehormatan, saya tidak bisa berjanji akan itu. Karena suatu hari saya kelak akan mempunyai pendamping dan menyerahkan sesuatu yang bisa dibilang kehormatan para wanita, jika kehormatan dalam hal lain saya memang selalu menjaga kehormatan itu bahkan dimanapun aku berada termasuk jika saya sudah ada tidak ada didunia.


Yang ke dua melindungi para rakyat, saya bisa namun tidak selamanya. Akan ada saatnya dimana saya tidak bisa menjaga mereka suatu hari nanti dan jika saya berada di ruang kerja atau kediaman saya tidak bisa.


Saya adalah seorang gadis yang suka akan dunia luar, tidak tertarik akan namanya perlindungan dari dalam dan lebih suka berada di lapangan maupun politik dari pada harus mempercantik diri agar tidak terpapar polusi udara dan terik matahari membuat saya menjadi nenek tua saja.


Yang terakhir menjadi putri mahkota hidup maupun mati, maaf perjanjian ini saya tidak bisa. Karena posisi ini hanya sementara untuk saya dan akan ada dimana seorang gadis itu menggantikan saya bahkan keturunan dari itu " Jelas Queen membuat mereka semua tertegun bahkan Keluarga Jian. Mereka saja berpikir tidak sampai disitu.


" Saya mengerti " Penatua itu hanya tersenyum simpul dan menutup kembali gulungan penting itu tanpa harus ditanda tangani.


" Penyerahan mahkota putri untuk putri mahkota "


Pensiunan Kaisar berdiri dan berjalan mendekati mereka. Mengambil mahkota yang sangat indah itu membuat mereka terkagum.


Meletakkan tiara itu ke kepala Queen membuat tiara itu bersinar berwarna ungu dan tiara itu pun terlihat sangat cantik dikepalanya.



Tapi mereka tidak menyadari tatapan nanar dari Queen karena fokus mereka ke tiara itu kecuali Tian yang menangkap tatapan itu hanya terkikik.


' Astaga gw dah jadi perhiasan lampu festival ' Batin Queen meratapi nasib konyolnya yang menggunakan perhiasan yang tak pernah ia gunakan, bahkan ia saat di dunia modern ia yang mempunyai tiara hanya menaruhnya dilemari yang isi tiara yang sudah memenuhi 1 lemari bahkan lebih dan tak pernah sekalipun memakainya maupun menyentuhnya.


" Sekarang putri Chen Mei Yin menjadi putri mahkota kerajaan Jian " Lantang penatua membuat mereka para rakyat kerajaan Jian bersorak nama Queen.


PUTRI MAHKOTA


PUTRI CHEN MEI YIN


Disisi lain, seorang pria yang berada di bagian orang - orang kerajaan memerhatikan Queen dengan seringai licik menunjukkan obsesi.



Pria itu bernama Tang Hanglou. Ia adalah pangeran dari kerajaan hitam yang diundang oleh kerajaan Jian khususnya Queen. Sebenarnya kerajaan hitam ini memiliki reputasi yang baik tanpa orang ketahui kerajaan ini mempunyai atau membuat banyak masalah dimana - mana. Dia juga adalah calon kandidat kaisar di masa kaisar Tang atau ayah Hanglou pensiun.


Topengnya yaitu baik hati dan ramah namun aslinya sombong, angkuh, gampang terobsesi, tempramental, dan tanpa kasihan.


Queen menatap pria yang bernama Hanglou itu dengan tatapan datar namun dalam hati mengggeram.


' Triston Adison '


' Kau sudah datang ' ~ Smirk...