The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 29 )



Lanjut...


" Jadi bagaimana ? " Ucap Kaisar Chen setelah keheningan melanda.


" Bagaimana apanya " Heran Tsu Zu.


" Apa kau menerima kalau aku mengangkatmu menjadi Putri Mahkota, bagaimana ? apa kau sudah memikirkannya ? " Jelas Kaisar Chen membuat mereka menatap Queen sembari mengangguk.


" Hm " Gumam Queen sembari mengangguk membuat mereka bahagia dan lega, tetapi...


" Tapi apa tak apa " Khawatir Kakek Xiao.


" Iya, apakah kau bisa, mengontrol kekuasaanmu ! Apalagi dengan warisan jabatan dari mendiang orang tuamu ? Kalau kau tak bisa tak usah " Ucap Tsu Zu khawatir.


" Emang kakak eh adik sepupu mempunyai berapa kekuasaan " Tanya Hongli dengan penasarannya dan ragu memanggil apa itu sepupunya.


" Panggil Queen " Singkat Queen datar.


" Oh ok " Kikuk Hongli.


" Queen mempunyai banyak kekuasaan yang kuat, bahkan jika kau menentangnya kita semua akan kalah dengannya " Ngeri Kakek Xiao.


" Apakah itu benar " Tanya Hongli ke Queen dan hanya dibalas dengan mengangkat bahunya.


" Tapi kami akan membatasi pekerjaanmu " Ucap Kaisar Chen.


" Dalam waktu 3 hari, kita akan mempersiapkan perayaan pengangkatan Queen sebagai Putri Mahkota dan saat itu Queen tidak boleh keluar kediaman " Jelas Kaisar Chen sembari menyeringai licik.


Queen mendengar itu seketika menatap Kaisar Chen dengan tatapan elangnya membuat Kaisar Chen meneguk susah payah salivanya.


" Kalau begitu, jika kau saya pecat kau jadi paman, apakah kau akan berada dikediaman sembari menangis bombai " Ucap asal Queen seketika membuat mereka tertawa dengan keras tetapi tidak dengan Kaisar Chen, wajahnya sudah memerah.


" Loe... ! " Geram Kaisar Chen.


" Napa, loe mau gw gorok pake sandal Swallow " Sinis Queen.


" Kalau gw gorok lo pake sandal gw yang merek Diodoran, lo takut " Ejek Kaisar Chen sinis.


" Bahkan lo aja gw suruh ambilkan mangga di tetangga sebelah, malah loe kena imbasnya " Ejek Queen.


" Hoh gw ingat, saat itu gw ngidam ! Gw suruh ngambil mangga tetangga sebelah, eh saat diatas pohon udah nyungsep menimpa anjing tetangga yang sedang tertidur dibawah pohon itu hahaha " Seru Tsu Zu mengingat kenangannya dulu di zaman modern sembari tertawa terbahak bahak.


" Anjingnya aja udah ngamok karena enak enaknya tidur diganggu, terjadi deh kejar kejaran putar putar kompleks, tapi tidak ada yang ngebantuin jadi dia nekat naik tiang listrik bwahahaks bahkan saat anjingnya udah nggak ngejar lagi dia malah tidak bisa turun karena tidak sadar ia memanjat tinggi sampai ujung tiang saking paniknya " Seru Kakek Xiao sembari tertawa keras di sapa juga dengan Hongli kecuali Queen yang hanya diam sembari melihat Kaisar Chen yang sudah sangat malu.


" Ck malu, biasanya juga malu maluin " Pedas Queen.


" Gini gini gw juga manusia kalik " Sinis Kaisar Chen dengan muka merahnya, mereka sudah tak terkondisikan lagi. Tertawa dengan wajah bengeknya karena terlalu ngakak.


" Mulai besok, ada tamu akan datang dari kerajaan lain untuk melihat proses pengangkatan jabatanmu " Ucap Kakek Xiao setelah bisa mengendalikan dirinya.


" Hm " Gumam Queen


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Cari informasi tentang gadis itu " Ucap pria dingin dan aura agung serta tiraninya yang mengalahkan para Kaisar ataupun penatua yang kuat pun.


" Baik yang mulia, segera dilaksanakan " Ucap tegas seorang pria yang sedang bersujud ala prajurit.


" Pergilah " Acuh Pria itu dan sedetik itu pria tersebut hilang tanpa jejak.


Meninggalkan pria yang sedang fokus dengan gulungan serta kuas yang bernoda itu, tetapi tidak dengan pikirannya.


Tak..


Meletakkan kuas serta gulungan dimeja, ia berdiri dan berjalan ke jendela yang menampakan langit yang sudah gelap serta bulan dan bintang yang menyinarinya.


Menatap bulan sabit yang bersinar itu dengan tatapan tak dapat diartikan.


" Heh.. siapa kau sebenarnya, Chen Mei Yin atau bisa juga disebut Queen " Lirih Pria itu dengan suara seraknya yang sangat menggoda tapi juga mengerikan.


Pria itu berubah penampilan serta tatapannya menjadi idiot dan polos lalu menghilang meninggalkan ruangan yang terlihat sunyi dan menyeramkan.