The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 52 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Terlihat seseorang dengan pakaian nya yang terlihat berantang, dia terlihat kebingungan.


" Aku ada dimana? " Gumamnya sambil melihat-lihat sekitarnya.


" Hei " Zu Ling berbalik dan melihat seseorang yang berdiri disana dengan pakaian putihnya.


" Queen! "


" Zu Ling, apa kau sudah sehat " Datar Queen tanpa mendekati Zu Ling yang ingin juga mendekat ke Queen.


" Apa maksudmu? Dan... kita ada dimana ini? " Bingung Zu Ling.


" Tsk... "


Sring...


Mata Zu Ling membola dan perlahan dia memasuki pikirannya.


Flashback...


Sring..., Swiss...


Brukh...


Boom...


Swosh...


Pohon maupun benda alam lain disekitar beterbangan akibat tekanan angin yang sangat dahsyat muncul di tengah-tengah hutan itu.


Sesosok berambut panjang itu terlihat melayang di tengah hutan tersebut. Penampilannya hampir sama dengan keadaan lingkungan disekitar, berantakan dan terlihat menyeramkan namun tidak dapat menutupi keperawakannya.


Langit berubah menjadi mendung dan bercorak berbeda dari sebelumnya, biru dan dan damai. Dan kini menjadi berwarna merah kehitaman dengan penuh ketegangan.


Ya itu Zu Ling yang masih dalam keadaan sedikit linglung. Sedangkan Queen mentransformasi mereka ke hutan yang tak terpakai ini untuk dijadikan sasaran empuk untuk Zu Ling bersuka hati.


" Zu Ling, jika kau seperti ini aku sudah meninjumu sejak awal karena melanggar peraturan ku " Pelan Queen serius.


Zu Ling mulai tersadar namun bukan menyadari apa yang telah dia lakukan. Dia mulai menghancurkan sekelilingnya tanpa memikirkan kekuatan nya yang perlahan terkuras dan jangan lupa keadaan Queen yang di dalam.


" S*it " Umpat Queen dan mulai memasang formasi ketika Zu Ling mulai tak terkendali.


Muncul sinar merah di dahi Zu Ling dengan berbentuk sebuah mata dengan bayangan rusa dibelakang nya. Terjadi fenomenal matahari menjadi gelap dengan formasi sudah berada di bawah Zu Ling.



Teknik ini adalah teknik turun temurun dari nenek moyang ini dikenal dengan teknik rahasia yang belum banyak diketahui oleh orang-orang, namun ini belum seberapa dan masih ada teknik dengan sesuai tingkat kultivasi agar dapat yang lebih kuat lagi.


Hal ini langka, dan Queen salah satu dari orang yang dapat menggunakannya dengan berhasil.


Queen membaca mantra dan waktu pun berhenti. Mata Zu Ling membola, dan tersadar dia sedang berada di mana.


Flashback Off...


" Sudah tahu kan " Zu Ling hanya terbungkam.


Hiks...


Hiks...


Sungai itu pun semakin deras, mata itu terlihat memerah dan sembab.


Brukh...


Keadaan disekitar pun menjadi normal kembali.


" Hiks... " Zu Ling menutup matanya dengan lengan kanannya, dia terduduk ditanah.


" Ibu, ayah " Lirih Zu Ling seperti anak yang tampak menyedihkan


Zu Ling menangis dengan keras, sedangkan Queen hanya menggelengkan kepalanya dengan tiga garis diwajahnya.


Pukh...


" Tenanglah " Bisik Queen dengan lembut namun sedikit dingin yang tak dapat diubah.


Zu Ling membalas pelukan Queen dengan erat, menenggelamkan kepalanya di pundak sang empu.


" Apakah aku salah kepada mereka " Ucap Zu Ling yang mulai mengeluarkan keluh kesahnya.


" Mereka meninggalkan ku sendirian. Mereka meninggalkan harta juga agar aku bisa menggunakannya sesuka hati ku, namun kenapa disini masih terasa hampa hah! Hiks... mereka jahat, ah tidak aku yang salah. Aku yang jahat karena tidak melalukan sesuatu saat itu " Frustasi Zu Ling. Queen jadi pendengar setia akan keluh kesah Zu Ling yang menyakitkan.


" Hiks... aku lelah " Lirih Zu Ling.


Queen mengelus kepala Zu Ling sambil menyangga dagunya di pundak Zu Ling dan menutup mata.


Queen saat ini sedang OCC atau bisa dibilang berada diluar karakternya. 😌


" Kau raja yang paling bodoh yang pernah sy temui " Datar Queen.


" Ya, memang aku raja yang bodoh. Sangat-sangat bodoh " Kata Zu Lin sambil sesegukan.


" Orang tua yang telah menghadirkan kita ke dunia ini sebenarnya ingin anak nya menggantikan mereka, menjadi buah hati yang akan disayangi oleh mereka. Kita beruntung dilahirkan Zu Ling, banyak orang di liar sana tidak beruntung.


Tidak dianugrahi anak apa lagi anak yang ditinggal oleh orang tua nya, bahkan seburuk-buruknya kita orang tua akan selalu mengutamakan anak nya " Nasehat Queen sedikit panjang dan tak mau me lanjut kan perkataannya yang masih sangat panjang.


Queen melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Zu Ling. Tersenyum tipis hanya untuk menenangkan jiwa kutukannya ini, aura damai nya ia keluarkan agar Zu Ling bisa tenang.


" Uhuk... sudah jangan menangis " Kata Queen pelan sambil perlahan membaringkan tubuhnya dihadapan Zu Ling yang menatap nya dengan sedih dan menyesal.


Queen menarik sedikit senyum lembut membuat Zu Ling terpaku, terpaku karena perasaan nya yang sudah tidak enak. Jantungnya terasa berdetak untuk pertama kali nya setelah sekian lama ini.


" Jantungmu berdetak uhuk... bruakh... cuihh... " Queen memuntahkan darah yang sangat banyak membuat Zu Ling terkaget.


" Hah... sy bisa merasakannya hah... " Queen kini membuka matanya yang kainnya sudah terlepas sedari tadi dan dia hanya menutup matanya.


Mata hitam legam itu terlihat berbeda dari sebelumnya, terlihat sayu namun masih kuat.


" Aku mau tidur dulu " Suara Queen mulai melemah.


Queen berusaha bangun dari tidur nya dan ingin mendekatkan bibir nya jidat Zu Ling seperti ingin menciumnya. Setelah itu Queen pun terjatuh dengan mata tertutup.


Zu Ling menatap Queen dengan gemetar yang hebat.


" TIDAAAK...!!! "