
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
.
.
.
**BRUKH.
Zrash**...
" Queen "
" Bagaimana ini... " Kaisar berjalan bolak-balik karena sangat mengkhawatirkan keponakannya itu.
Brak...
" Array sialan! " Kaisar memukul dinding pelindung itu bertubi-tubi. Queen mengurung mereka dengan array yang ia buat secara khusus untuk mengurung mereka agar tidak gegabah dan merusak rencananya.
" Hey nak, tenanglah "
" BAGAIMANA BISA KALIAN SETENANG INI HAH! AP- "
" Sudah sayang, hentikan " Tsu Zu memeluk Kaisar Chen untuk menenangkan nya. Kaisar membalasnya, ia terlalu diliputi amarah hingga keluarganya terkena imbasnya.
" Maafkan aku " Lirihnya.
Tok...
Tok...
Tok...
" QUEEN! "
Queen menatap mereka, ia mengetuk array itu guna mengalihkan atensi mereka.
" Kalian tenanglah, uhuk... " Queen meludah untuk membuang muntahan darahnya. Keadaan tubuh nya sekarang sedang tidak baik-baik saja, terutama dengan matanya yang terus memburam dan terasa sakit.
" Sedikit lagi-... "
" Semuanya akan selesai "
Deg...
" QUEEN! "
" Oh tidak, kekuatan kita... " Mereka merasa keadaan semakin krisis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" ... "
Mo Tian menatap seseorang itu bingung dalam diam. Tiba-tiba ia merasakan perasaan yang sulit diartikan.
" Queen... "
Zrazh...
DUARR!!!...
" Oh tidak... " Zu Ling seketika menjadi panik dan mentelesportasi tanpa mempedulikan Mo Tian.
Sring...
" ... " Menatap kepergian Zu Ling tanpa kepastian.
Menghadap keatas memperlihatkan bulan perlahan-lahan berubah warna bagai gerhana.
" Pangeran Wei " Panggil Queen.
" ... " Menatap Queen yang memanggilnya.
" Jangan khawatir, rencana ini akan berjalan lancar "
Mo Tian terdiam ketika mengingat hal yang diucapkan Queen sebelumnya.
Bagaimana cara agar aku tidak khawatir kepadamu?...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Queen... " Lirih nya sambil menggendong Queen yang tak sadarkan diri.
Sring...
Tap...
Tiba-tiba muncul sosok wanita dengan aura yang penuh agungnya berdiri di hadapan Queen yang terbaring.
Wangi bunga sakura menusuk indra penciuman Queen yang masih tak sadarkan diri.
" Anak ini... " Sosok wanita itu tertegun.
Apakah ini anak 'anda'?...
Terbit senyum yang lembut menghiasi wajahnya.
Sangat cantik dan menawan...
Mendekati dan ingin mengelus rambutnya tiba-tiba sebuah tangan menghentikan pergerakan nya.
Deg...
Matanya melotot tak santai ketika manik gadis itu menusuk kepadanya. Aura agung memenuhi sekitar
nya, ia lagi-lagi tertegun ketika melihat manik gadis itu nampak sangat berbeda dari yang ia bayangkan.
" kau... " Diam-diam sosok wanita itu merinding ketika mendengar suara serak itu yang sangat dalam.
Deg...
" Buarkh.. uhuk... uhuk... " Queen terbatuk hebat dengan memuntahkan darah entah keberapa kalinya.
Sosok wanita itu menjadi sangat khawatir, ingin berbicara tetapi ia tahan agar tak mengeluarkan suaranya di hadapan gadis itu.
" Hei... " Panggil Queen membuat sosok wanita menjadi bingung ketika melihat tatapan datar dari gadis tersebut.
" Jika kau tak bersuara, bagaimana kau akan membantuku untuk menghadapi ini " Sosok wanita itu terdiam.
" Jika bukan karena takdir menunjuk ku, mungkin saya akan tetap menjadi manusia biasa " Queen menghela napas.
" Kau tau, ini... terasa sedikit... menyakitkan... " Tiba-tiba muncul sebuah cahaya tepat di kedua mata Queen.
" Duduklah dengan posisi lotus! " Tenang wanita itu menahan kepanikan nya karena sangat khawatir.
Queen menuruti dan mulai duduk, menutup matanya dengan tenang. Wanita itu memantau dari atas sana, menatap Queen dengan intens.
Gadis ini... tak biasa...
DUAR!...
Krak...
" ARRAY NYA! "
Pyarr...
" PECAH!... "
Kaisar Chen bingung tetapi pikirannya fokus kepada keponakannya.
" QUEEN!... "
**Drap...
Drap...
Drap**...
Duagh...
" Argh!... " Tubuh mereka terpental begitu jauh.
" Hah?! " Mereka terheran-heran dan menatap kedepannya.
" Array?!... "
" Ini berbahaya... "
" Raja siluman!? "
" Salam- "
" Ini perang bukan rapat " Potong Zu Ling dengan dingin. Mereka terdiam...
" Mo Tian... " Mata Zu Ling menajam ketika melihat siluet tak asing dari sana.
" ... " Mo Tian menatap Queen dalam diam. Dalam hati ia sangat khawatir dan bertambah ketika melihat sesuatu yang tak biasa didalam tubuh Queen.
*Organ-organnya...
Melebur*...