The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 51 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Hari terus berjalan, kehidupan Queen dikendalikan oleh Zu Ling setiap saat. Tapi Zu Ling sedikit kesulitan mengikuti gaya hidup Queen, bagaimana tidak...


Pagi-pagi dia harus melatih fisik dan atas perintah nya Queen, dan tidak boleh meminum berbasis memabukkan. Dan dia harus berada di ruang kerja dari pagi hingga petang, dia sangat kelelahan dan bosan setiap saat.


" AKH... SIAL... SIAL... SIAL " Pekik frustasi Zu Ling yang sudah sangat bosan.


" Cih, niat gaya mau ganti tapi begini jadinya " Decih Queen.


" Diam " Sentak Zu Ling, untung saja tidak ada orang-orang di sekitar nya.


" Berani " Dingin Queen tentu membuat Zu Ling gentar.


" Ti-tidak, maaf aku tak sengaja " Gagap Zu Ling ketika menyadari jika dirinya mengerasi suara kepada siapa.


" Apakah ini masih lama? " Lesu Zu Ling.


" Bersabarlah. Kau itu raja, seharusnya kau yang sudah di didik dengan keras tidak lembek seperti ini " Pedas Queen.


" Aku tidak di didik, aku langsung di angkat menjadi raja setelah orang tuaku mati " Cuek Zu Ling, Queen diam bebarapa saat.


" Tapi kau tetap saja didik, bagaimana kau mau mengurus para rakyat dan kerajaan. Bagaimana dengan kau mengikut campuri urusan politik yang penuh intrik? Kau sudah didik Zu Ling selama kau menjabat gelarmu dan, jadi kan pelajaran atas perjalananmu " Nasehat Queen.


" Ah satu lagi, kau tak boleh mengentengkan orang tuamu. Dia sudah melahirkan dirimu didunia, kau harus bersyukur karena sudah diberi kasih sayang walau hanya beberapa tahun dan kekayaan warisan turun temurun "


Zu Ling tertegun...


" ... "


" Berpikir lah dengan dewasa Zu Ling, kau sudah hidup selama beribu ribu abad masih tidak mengerti "


" ... "


Zu Ling berjalan ke arah jendela yang terbuka, dia menatap sejenak kemudian melompat keluar.


" Yang mulia " Zu Ling berbalik menatap datar seseorang yang memanggilnya.


" Apa anda baik-baik saja " Tanya seseorang yang memang tak sengaja melihat Queen aka Zu Ling itu melompat dari jendela yang setinggi hampir 4 meter.


" Sy tdk apa-apa " Dingin Zu Ling dan berbalik tanpa mau berbicara lagi. Sedangkan pelayan itu bingung, mengapa putri mahkota mereka menjadi sangat acuh seperti ini? Dia tak mengerti lagi, yang mulia mereka memang sifatnya berubah ubah.


Sedangkan Zu Ling membawa tubuh Queen ke sebuah danau pribadi pemilik tubuh nya ini ke atas pinggir jembatan. Dia menyandarkan tangannya dan menatap kedepannya entah apa artinya, dengan perasaan campur aduk.


Semakin lama waktu dia habiskan disana...


Tes...


Queen yang di dalam sedikit tertegun.


Tes...


Zu Ling menunduk kan kepalanya, dia mencengkram rambutnya dengan kasar. Queen bersiap memasang array ketika merasakan akan ada hal yang terjadi selanjutnya.


Sring...


AAARGH...


Zu Ling berteriak melampiaskan kefrustasiannya, Queen menahan array agar tidak pecah. Teriakan Zu Ling tidak main-main, dia berteriak menggunakan energi supernatural nya membuat dia sedikit kesusahan menahan pelindung.


Tak sampai situ, Zu Ling dengan tidak sadar mengeluarkan kekuatan energi gelapnya dan menghancurkan sekitar nya.


Krak...


Pelindung itu perlahan retak, dahan pohon-pohon di luar jangkauan array tampak bergoyang membuat para burung beterbangan. Langit di dalam pelindung perlahan mendung, keadaan angin pun tidak seimbang.


Tubuh Queen perlahan bertransformasi ke rambut putih dengan mata merah darah terang.


Kesedihan memenuhi array, hingga sesuatu terjadi...


Degh...


Bruakh...


" Uhuk... " Queen memuntahkan banyak darah.


" Ini berbahaya " Gumam Queen perlahan mengumpulkan energi nya sembari menatap semua gerak-gerik Zu Ling di luar sana.


Jika di luar array, taman itu tidak berubah. Tetap indah, namun di dalam array tersebut sudah hancur dengan api dimana-mana.


Zu Ling!


Zu Ling mengerjapkan matanya, dia linglung namun belum tersadar apa yang dia lakukan.


Zu Ling!


Suara itu...


Zu Ling mencengkram rambutnya kasar dan berteriak.


AKH...


" Zu Ling sadarlah! " Lirih Queen yang dapat didengar samar oleh Zu Ling.


Sring...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Yang mulia! " Terdengar suara serak dan mengerikan itu disebuah tempat, dia hormat kepada seseorang yang duduk dengan agung disana. Mata segelap malam itu memancarkan tatapan tidak minat, dia hanya acuh dan menatap kearah gulungan di tangannya.


Sebenarnya tidak ada yang mengetahui air wajah seseorang yang sedang duduk disana, namun mereka dapat merasakan dingin dibalik topengnya yang misterius.


" Keadaan putri mahkota Chen dalam darurat " Nampak seseorang itu mematung.


" Apa yang terjadi dengannya? " Dingin pria itu dengan tatapan yang menusuk kearah bawahannya menandakan dia butuh jawaban yang detail dan jujur.


" Hamba melihat dengan mata kepala sendiri, putri mahkota Chen melompat dari jendela dan pergi ke taman. Beliau berdiri di jembatan namun setelah itu hamba merasakan seseorang membuat array disana "


" Hamba tidak tahu selanjutnya karena array itu menutupi semua akses dengan sangat kuat membuat hamba kesulitan menembusnya, maaf yang mulia " Tegas bawahan pria itu yang memang melihat semua gerak-gerik Queen aka Zu Ling, dia sebagai pengawal bayangan pun merasa tidak berdaya ketika diberi tugas menjaga dan memantau calon ratu mereka dimasa depan, eh...


Pria bertopeng itu terdiam.


Degh...


Mata nya terbelalak dibalik topeng perangnya, tidak ada yang mengetahui ekspresi wajah nya. Tangannya diam-diam bergetar dengan sorot mata dan perasaan campur aduk.


Khawatir...


Marah...


Takut...


Sedih...


Tubuh nya mematung, dia menatap tajam bawahannya membuat sang empu bergetar karena merasakan pandangan dingin dan menusuk kearah nya.


" Kau pergi " Bawahannya mematung, mengapa suara itu tiba-tiba lebih mengerikan dari sebelumnya? Dia bergidik dan segera permisi.


" Hah " Aura mengerikan pun menguar keluar dari tubuhnya. Mata nya perlahan berubah menjadi merah darah gelap, sorot mata menyiratkan akan haus darah yang mengerikan dan perasaan yang membuatnya lemah.


Sial!


Gara-gara seorang gadis dia menjadi seperti ini!


" Yin' er "


Dia memang merasakan perasaan yang tidak enak sejak awal.