
2 Bulan kemudian...
Hari ini adalah hari ulang tahun sang kaisar Wu dan Queen akan menghadirinya tanpa cadar tapi masih dalam wujud penyamaran....
Hari ini ia dirias oleh anggotanya di Markas dengan cantik dengan sedikit periasan dikepala agar memudahkan dirinya bergerak nantinya. Mereka merias Queen mereka hingga tak menyadari bahwa wajah sang nona sudah masam namun terlihat datar. Ia menggunakan hanfu yang terlihat sederhana namun elegan tapi harga sangat fantastik dengan memperlihatkan leher serta setengah tulang selangkanya yang putih tanpa cacat, terlihat menggoda. Sebenarnya ia tak menyukainya namun bagaimana lagi, yang mendandani nya bukanlah dirinya sendiri melainkan anggotanya dan ia hanya menghela napas pasrah.
" Sudah selesai " Seru mereka semua dan Queen langsung berbalik membuat mereka tercengang melihat kecantikan bak dewi atau mungkin melebihi dewi dan dapat membuat mereka iri.
Mereka tahu bahwa Queen mereka melakukan penyamaran namun kecantikannya tidak berkurang walaupun sudah dikurangi dan berbeda dengan wajah aslinya dan Mereka belum mengetahui secara pasti wajah asli sang Queen mereka karena selalu menyamarkan wajahnya dengan topeng namun hari ini mereka melihat wajahnya namun belum menunjukkan wajah aslinya.
" Astaga anda sangat cantik Queen " Seru Anggota.
" Bahkan kita saja iri melihatnya " Ucap salah satu Anggotanya dan diangguki merek semua.
" Hm... " Dibalas gumaman namun mereka memakluminya karena mereka tahu ketua mereka orangnya pelit bicara namun baik. Queen kembali melihat wajah nya ke cermin miliknya yang bening itu dan melihat pantulannya...
' Astaga saya ternyata cantik juga ya walaupun harus menggunakan alat tempur wanita yang sangat merepotkan dan feminim ' Batinnya. Queen hanya menggunakan bedak tipis buatannya agar wajahnya masih terjaga ya walaupun ia tak memedulikan penampilannya asalakan membuatnya nyaman, Perona bibir yang ia gunakan hanya pelembap bibir karena bibirnya memang sudah alami namun terlihat menggoda, dan ia tak menggunakan perona pipi karena sudah terlihat rona tipis dan itu terlihat imut.
" Ingat rencana yang kita susun kemarin " Peringatan Queen ke mereka semua dan mereka mengangguk dengan tegas.
" Kalian boleh kembali, terima kasih " Mengusir mereka secara halus dan mengucapkan terima kasih dengan singkat. Dan mereka mengerti itu dan mereka keluar atau bisa dibilang menghilang menggunakan jurus telesportasi.
' Let's start this game ' Batinnya sembari menyunggingkan seringai tipis tapi itu terlihat imut. Dan ia menghilang menggunakan jurus telesportasinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ia sudah berada di gerbang istana yang sudah banyak orang dan mungkin ia terlambat dan terakhir datang. Ia hanya berjalan memasuki istana tersebut dan sampai di aula tempat peryaan tersebut dan Kasim yang ada didepan pintu menanyakan nama nya dan menyampaikannya ke semua yang ada didalam.
" PUTRI ANNCHI ANAK DARI MENTRI RONG TELAH TIBA " Teriak kasim mengalihkan perhatian semua orang dan masuklah seorang gadis dengan langkah anggunnya tetapi kalau dilihat lagi langkahnya tegas dengan wajah datarnya tapi membuatnya tambah imut.
' Apakah benar itu adalah putri sampah itu '
' Kenapa ia terlihat sangat berbeda '
' Mungkin cantik dari penampilannya tapi tidak dengan Kemampuannya hahaha... '
' Astaga dia terlihat sangat imut '
' Tapi dia pasti bisu '
Queen telah sampai didepan Kaisar ia hanya menundukkan kepalanya sedikit dan mengangkatnya sebagai tanda hormat nya kepada orang yang lebih tua bukan sebagai kedudukannya, tapi ia tidak sombong hanya saja ia akan lebih menghormati orang tuanya serta Tuhan, dan mereka semua mulai mencemohnya karena ketidak sopanan.
' Kenapa ia tak ber kowtow kepada kaisar apakah ia mau kehilangan kepalanya '
' Sungguh tidak sopan '
' Cih.. dia sombong sekali '
" DIAM ! " Lantang Kaisar Wu dingin agar membuat pencemohan berhenti membuat mereka diam seketika.
" Apa kau keponakan ku, Putri Annchi ? " Tanya Kaisar Wu lembut kepada Annchi dan dibalas dengan anggukan dan gelengan, Membuat Kaisar tidak mengerti tapi ia mempersilahkan Annchi duduk, Dan semua yang ada disana hanya melongo mendengar gaya bicara Kaisar yang terkenal dingin kecuali dengan keluarga itu dan sekarang berbicara lembut kepada satu orang, dan anggota keluarga Kaisar Wu hanya diam sembari tersenyum tipis yang tak disadari oleh orang orang melihat interaksi antara mereka.
Acara tetap berlanjut dan sedari tadi ada yang menatap dirinya intens dan ia mencoba terlihat biasa, mencari si empu dan ia melihat seorang pria yang tampan dan tatapan itu berubah jadi polos. Dia adalah Putra bungsu dari anak Kaisar Wei dari kerajaan terbesar ke 2 yang bersifat polos, idiot, kekanakan namun sayang ia sangat tampan dan itu membuat mereka terpesona tetapi sekalian mencemohnya menganggapnya sampah dan tak bisa berkultivasi dan hanya mempunyai wajah yang sangat tampan.
Annchi hanya menatap ia dengan datar namun lembut sebentar yang tak pernah orang lihat dan mengalihkan penglihatannya ke arah pertunjukan bakat putra putri. Pria yang tadinya menatap Annchi polos pun tertegun dengan melihat tatapan datar namun lembut membuat jantungnya berdegup kencang...
' Takdir Phoenix '
' Takdir Naga '
Batin mereka kompak dan mereka hanya menghiraukan seperti orang asing. Mereka sibuk dengan urusan masing masing, Pria itu hanya bertingkah polos didepan semua orang dan bermanja manja dengan ibu serta saudaranya sesekali melirik Annchi sedangan Annchi hanya makan kue yang terasa tidak enak didepannya, mau bagaimana lagi ia sungguh bosan dengan acara seperti ini karena ia sudah pernah beberapa kali menghadiri pesta di zamannya.
Sesampai ada seseorang yang berkata...
" Putri Annchi, kenapa anda tidak menunjukkan bakat anda didepan " Suara lembut mengalun namun itu membuat telinga Annchi gatal dan mau muntah dan semua mengalihkan perhatian mereka kesatu titik. Annchi mendongakkan pandangannya ke arah orang yang berbicara tadi dan ia tersedak kue nya kaget...
" Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " Suara batuk Annchi hingga membuat hidungnya memerah serta matanya berkaca kaca dan segera ia menghapus dan mencari air untuk meredakan sedakkannya dan itu terlihat sangat imut membuat semua orang yang ada disana memekik tertahan gemas dan mimisan dan segera mereka menghapusnya kecuali Pangeran bungsu itu yang masih bisa menahan cairan kental besi itu. Setelah batuk itu mereda...
' Anjirr badut ancol nyasar ' Batinnya Menatap nanar Putri yang wajahnya nauzubillah riasnya tebal sekali dengan pakaiannya yang terbuka memperlihatkan lekuk serta serta belahan dadanya yang mengembul keluar. Pangeran bungsu yang sedari tadi melihat tingkahnya menahan gemas dengan keimutan miliknya dan melihat tatapan nanar itu kepada Putri yang ia tahu anak dari Mentri Keuangan, ia mengerti tatapan itu yang biasa datar berubah menjadi tatapan seolah mengasihani dan ia ingin rasanya tertawa kecil.
" Ekhem... Baiklah " Singkatnya dan ia maju kedepan dan meminta pedang kepada Prajurit yang menjaga dipintu namun ialah salah satu anggota miliknya yang ia suruh untuk memantau pesta serta sekitar sedari kemarin. Pedang yang terlihat seperti pedang prajurit dan biasa tanpa energi spiritual tetapi memiliki ketajaman yanng sang tajam dan ringan sehingga mudah untuk di bawa kecuali orang yang tak dapat menggunakannya.
Annchi mengangkat pedang tersebut seperti tidak mengangkat beban membuat mereka semua kaget karena bisanya jika perempuan sepertinya membutuhkan 2 tangan untuk mengangkatnya dan itupun masih oleng. Sesampai di tengah aula, ia menyeringai seram membuat semua orang merinding namun terlihat imut dimata Pangeran bungsu tersebut....
" Heh.. Sepertinya ini akan seru " Gumamnya sembari menyeringai licik yang masih bisa dibaca oleh Pangeran Bungsu itu yang sedang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
' Kita lihat bagaimana kemampuanmu ' Batinnya sembari menatap polos namun didalamnya terdapat cahaya licik serta haus darah yang mengerikan.