The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 26 )



WOSH...


Kini mereka telah tiba ke kerajaan Jia.


Mereka bersorak karena telah memenangkan perang yang sangat langkah, yaitu melawan orang yang sedikit kuat menurut mereka


" Kalian boleh berpesta di barak, tetapi bersihkan kembali kalau sudah " Lantang Kaisar Chen.


" Dilaksanakan yang mulia, terima kasih " Teriak para Prajurit prajutit itu, dan Kaisar Chen hanya menggeleng karena teriakan itu.


Mereka segera ketempat masing - masing. Kaisar Chen, Permaisuri Tsu Zu, pangeran Hongli, serta Queen pun pergi ke depan gerbang dan disana sudah ada seorang pria baya yang sedang berdiri didepan.


" Queen " Teriak pria baya itu membuat Queen tertegun menatap pria baya itu saat sudah berada didepan gerbang.


" Kakek " Gumam Queen dan...


BRUK...


" QUEEN ! " Teriak Kaisar Chen dan lainnya. Mereka segera ke arah Queen dan melihat oemandangan didepannya, mereka melihat Queen yang bersimbah darah pada pinggang serta mulutnya keluar darah. Tunggu ada yang aneh...


" Dia terkena racun " Pekik Pria baya itu yang nyatanya disebut kakek itu dan segera pangeran Hongli menggendongnya ala Bridal Style dan berjalan cepat serta keluarga itu.


" Panggilkan tabib segera " Teriak Kaisar Chen memenuhi kediaman tersebut, dan itu dibuat seluruh kediaman lari kocar kacir mencari tabib dan segera membawanya ke kediaman Lavender


Mereka sampai dikediaman yang sudah disiapkan oleh Keluarga ini ditempat kediaman Lavender.


Dengan segera Hongli meletakkan Queen ke tempat tidur yang suhunya mulai dingin dan pucat.


" Permisi, tolong beri ruang karena dia nanti akan sesak napas " Tiba tiba tabib datang dengan wajah tenangnya. Bisa dilihat dari itu, wajahnya sudah seperti pria baya yang memiliki wajah tenang dan berpengalaman. Mereka semua menunggu diluar saja agar memudahkan tabib itu memeriksanya.


Didalam, Tabib itu segera memeriksa nadinya.


" Racun dingin " Gumam tabib tenang dan ia menyingkap pakaian atas Queen sampai pinggang karena ia tidak sebejat itu pada anak anak.


Melihat sebuah perban melilit pada pinggannya yang sudah kotor karena bercak darah, dengan segera ia membuka lilitan itu. Dia melihat sebuah tusukan seperti tusukan pisau yang masih baru. Alisnya dia tekuk, apakah ia menarik pisau itu dengan kasar tetapi kenapa tidak terlalu parah.


Ia segera mengambil alat pengobatannya seperti jarum Akupunktur. Menusuk ke beberapa bagian titik penting dalam akupuntur dan...


BUARKHH...


Queen memuntahkan darah berwarna kehitaman menandakan racun itu telah dikeluarkan namun efek racun itu masih ada yaitu racun dingin yang masih belum ada obatnya. Queen sekarang setengah sadar...


" Terima kasih " Lirihnya datar namun masih didengar oleh sang tabib yang dibalas dengan senyuman tenang. Queen kembali tak sadar kan diri, Tabib itu hanya menghela napas dan berjalan keluar.


" Bagaimana keadaannya tabib " Tanya Tsu Zu khawatir.


" Dia tidak apa apa tapi.. " Ucap Tabib itu terpotong.


" Tapi apa tabib " Kaisar Chen memotong.


" Tapi karena itu, efeknya masih ada dan itu belum ada penawarnya " Tenang tabib.


" Apa maksudmu hah, dia terkena racun begitu dan tak ada penawarnya " Bentak Kaisar Chen, dan tabib itu hanya tenang tenang saja.


" Benar, karena racun ini adalah racun dingin " Ucap tabib itu membuat semua disana kaget setengah mati.


" Ah kalau begitu, anda kembalilah. Terima kasih telah mengobatinya " Ucap Kaisar Chen berterima kasih dengan tulus.


" Sama - sama. Kalau begitu hamba permisi Kaisar Chen " Ucap tabib itu menunduk memberi hormat dan berlalu meninggalkan kediaman milik Queen.


Mereka masuk dan melihat seseorang dibalik tirai tersebut yang sedang terlelap karena lelah. Permaisuri Tsu Zu menyingkap tirai tersebut dan memperlihatkan seorang gadis yang terbaring tak berdaya membuat Tsu Zu tidak tega.


" Bisakah kalian diluar dulu, aku ingin membersihkan tubuhnya, dan tolong panggilkan pelayan untuk mengambilkan air hangat serta kain " Ucap Tsu Zu pelan tanpa mengalihkan penglihatannya dari wajah Queen. Dan Mereka mengerti dan berjalan keluar. Tinggal Tzu Zu serta Queen didalam.


Tsu Zu berjalan ke tempat untuk mengambil hanfu milik Queen yang sudah ia siapkan dari dulunya. mengambil yang sederhana namun elegan agar tidurnya tidak terganggu.


TOK..


TOK..


TOK..


" Masuk " Ucap Tsu Zu setengah berteriak tapi tak membuat Queen terusik karena tenaganya terkuras habis tadi. Masuklah 2 pelayan yang satu membawa ember yang sudah ada air yang sedikit mengepul menandakan airnya hangat dan satunya lagi membawa kain ditangannya.


" Permisi permaisuri, hamba membawa yang anda minta " Ucap keduanya sembari menunduk.


" Kalian bisa taruh disana dan pergilah, terima kasih " Datar Tsu Zu tapi tulus.


" Kami permisi " Ucap kedua pelayan itu pelan karena takut menggaggu orang yang ada ditempat tidur tersebut. Sebelum Tsu Zu membersihkannya, ia menutup tirainya agar orang tidak dapat melihatnya dengan jelas.


Tzu Zu pun dengan perlahan membuka semua pakaiannya agar tak membuatnya bangun. Setelah itu, ia mengambil serta mencelup kain di air yang masih hangat itu, memerasnya dan me lap seluruh tubuhnya.


Bisa saja ia menggunakan kekuatannya, tetapi ia enggan karena bukan ia berotak macam-macam tetapi ada alasan lain dari itu.