
Happy Reading...
πππππππππ
Chup...
Queen membelalakan matanya tak percaya, apalagi Tian.
Tian merasa manis pada mulutnya membuat ia merasa melayang. Mereka hanya terdiam tanpa disadari, Tian perlahan menggerakkan bibirnya ******* bibir Queen yang terasa sangat manis dan dingin. Aroma mint yang berasal dari napas Queen membuat Tian semakin gencar ******* walau kaku. Queen memberontak dan terlepas begitu mudah karena ini pengalaman pertama untuk Tian mencium seorang wanita, ternyata tidak terlalu buruk. Batin Tian sebari terkekeh nakal dalam hati, ada apa gerangan dengan iblis tampan satu ini.
" Apa yang kau lalukan " Dingin Queen berusaha tenang menahan amarahnya. Dia menggeram dalam hati.
" Mulut Yin' er dingin, lidah Tian terasa sangat sakit " Polos Tian dengan mata berkaca - kaca, berharap agar menciumnya lagi dan merasakan manis yang tak pernah ia dapatkan dari buah buahan maupun gula, terasa sangat berbeda. Berbeda dengan Queen, entah kenapa otaknya sekarang ngeblank.
" Jadi, apa yang harus kulakukan " Tanya Queen dengan polosnya membuat Tian merasa geli dihati. Ternyata Yin' er sangat polos dibalik sifat dingin dan acuhnya, benar - benar mengejutkan. Tian mendengar ucapan polos dari Yin' er pun langsung mempunyai ide untuk menjahilinya.
" Yin' er harus tempelkan bibir Yin' er ke bibir Tian dan tolong Yin' er hisap lidah Tian " Ucap Tian sembari menatap Queen memohon, cahaya samar lewat di maniknya yang dapat diartikan, mesum.
Queen yang belum ngeh pun mengangguk saja dan perlahan memajukan kepalanya dan...
Chup...
Hanya singkat dan sementara membuat Tian menaikkan alisnya sebelah.
" Kenapa tidak dilanjutkan " Tanya Tian dengan nada menggoda yang samar.
" Saya tidak tahu cara melakukannya "
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Brush...
Uhuk...
Uhuk...
" HAH " Pekik Seorang pria merasa kaget tak percaya apa yang didengarnya. Zhu Ling yang sedang meminum anggur merahnya tersedak langsung mendengar perbincangan antara pemuda dan gadis itu.
" Pembicaraan macam apa ini, terdengar sangat frontal dan ambigu, sedikit vulgar " Gumamnya namun tak ayal ia terkekeh geli merasa lucu melihat dua orang yang ia kenal. Tian yang ia tahu kepribadiannya menjadi bodoh tak berdosa didepan gadis yang ia kenal dengan sikapnya yang kasar, kejam berdarah dingin dan acuh kesemua orang. Sekarang bersikap polos dalam sekejap.
" Pria itu menang banyak " Gumam Zhu Ling sembari menyeringai geli.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
" Apa Yin' er tidak mengasihaniku " Lirih Tian sembari menundukkan kepalanya dan menjulurkan lidahnya yang terlihat berbintik bintik dan memerah.
" Hah... baiklah " Pasrah Queen sembari memajukan wajahnya dan kembali...
Chup...
Ciuman yang tadi nya singkat pun perlahan ia **********. Dengan insting, mencoba memasukkan lidahnya yang imut kedalam mulut Tian dan berhasil. Memang Queen tahu, air liurnya itu juga adalah sumber yang bermanfaat mengandung kekuatan Yin. Dan aroma napasnya berbau mint itu memang alami, ditambah dengan ia selalu mengunyah permen karet dengan rasa mint tanpa diketahui oleh orang - orang. Memang Queen adalah pecinta permen karet dengan rasa mint.
Tian diam - diam menyeringai nakal pun membelalakan matanya merasakan sesuatu masuk kedalam mulutnya. Menatap mata Queen yang juga menatapnya tatapan polos. Dalam hatinya menggeleng tak percaya, mengapa gadis didepannya ini tidak sadar dan dengan gampangnya menyetujui permintaan aneh darinya, kapan gadis ini tersadar dari kelakuannya yang aneh. Namun ia tak menyesal.
Tian yang ingin membalas pun terlambat. Queen tersadar pun langsung menarik kembali kepalanya dan segera meminta maaf.
" Maafkan saya " Ucap Queen sembari menunduk berulang kali karena menyesal walau sedikit, karena ia kesal dengan pemuda di depannya yang membuat ia blank dan melakukan permintaan aneh tersebut. Seberusaha mungkin untuk menyembunyikan kekesalannya dengan wajah tenang.
" Hahaha... Yin' er sangat lucu " Ucap Tian tak berdosa.
" Hah " Helahan napas dari Queen.
' Kenapa pria ini sangat menyebalkan '
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Maaf sedikit karena author banyak tugas sekolah jadi jarang up atau ngetik. Juga otak author juga ngeblank. Jadi, I'm sorry all of you have been waiting for the sequel. Tapi author akan berusaha dapat ide yang bagus dan menarik ketertarikan kalian. Maaf Chap ini masih di awal belum yang di tengah dan mungkin author akan buat konflik yang seru seperti action. Author itu pecinta genre Action yang ada romantisnya hehe... jangan lupa fantasy dan masih banyak lagi. Kalian mempunyai ketertarikan tersendiri kan...
Ok gitu aja, thank you verry much all.
Jangan lupa...
Like...
Come...
Subcribe...
eh salah...
Dukungan...
and
vote π