
Happy Reading...
๐๐๐๐๐๐๐๐
Lanjut...
" Apa kau penasaran dengan kaligrafi ini " Datar Queen.
" ... " Pria itu hanya diam dan Queen mengerti.
" Akan saya artikan dan dengarkan baik - baik " Dan Mo Tian mengangguk.
ๅ่ช
" Ini dibaca Meiyo. Meiyo diartikan menjadi sebuah kehormatan. Kau tahu kami selalu menjaga kehormatan kami, agar tahu bahwa betapa tingginya harga diri kami. Walau kami bukan gila akan hormat, tapi tetap kami jaga "
็จฎ้ก
" Yang ini dibaca Shurui. Shurui di artikan menjadi kebaikan, Ya, jika kita berbuat kebaikan itu artinya kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Begitu juga melakukan keburukan. Kebaikan lebih baik dari keburukan "
็ ็ฒ
" Gisei, diartikan sebagai sebuah pengorbanan. Kami lebih baik mengorbankan diri untuk ' mereka ' dari pada harus melihatnya mati. Itu akan membendung kesedihan yang sendu "
" Yang terakhir...
ๆใใ
" Aisuru. Kaligrafi ini diartikan menjadi cinta. Arti ini sebenarnya hampir punah untuk kami, penghianatan serta kebohongan selalu mereka hadapi dikala mereka mengenal cinta. Membuat mereka tak lagi mengerti akan cinta, prinsip mereka ' kami tak akan mencintai secara berlebihan karena ini sakit ' tapi berbeda dengan ayah dan ibuku. Mereka saling mencintai dan mereka serta alam pun mendukungnya. "
" Sampai situ saja " Datar Queen.
' Gadis ini sedikit misterius ' Batin Mo Tian sembari menatap selidik kearah gadis itu tapi tak dapat dilihat karena tertutupi oleh topeng peraknya. Bukan sedikit misterius bahkan sangat misterius melebihi rahasia didunia ini.
Sring...
" Jangan melamun " Datar Queen. Mo Tian sedikit tersentak dengan mata pisau yang sudah beberapa senti di kulit lehernya.
Sring...
Tak...
" Baik " Ucap Mo Tian dengan seringainya.
Mereka pun saling bertarung dan membuat disekitarnya hancur karena tebasan dari Queen maupun Mo Tian. Banyak juga spirit beast yang lari dari jangkauan mereka karena merasakan aura agung yang berasal dari Queen dan Mo Tian.
Mungkin jika pemimpin hutan ini mengetahui bahwa hutannya sebagian rusak, pasti akan sangat murka. Tapi sepertinya tidak, karena Pemilik hutan ini adalah Mo Tian sendiri. Itulah mengapa ia menyeringai, karena Queen akan bertelesportasi di wilayahnya.
Khawatir dia saat ini sangat khawatir akan gadis itu entah sejak kapan tumbang begitu saja disana sembari meremas dadanya dan berkata sesak dan dingin.
" Yin' er " Spontan Mo Tian berteriak dan bertelesportasi ke sebelah Queen dan memegang pergelangan tangan sambil memeriksa nadi dan tertegun. Ia lupa kalau gadis ini terkena racun dingin dan kutukan tak sengaja dari nya membuat ia merasa bersalah.
" Tian ini dingin " Lirih Queen sembari menatap sayu pria bertopeng itu.
Deg...
Entahlah, ada perasaan sakit dihatinya kala Queen memanggil nama itu dan pilu karena gadis ini mengatakan dingin membuat ia merasa sangat bersalah.
Tiba - tiba dadanya terasa sangat sesak dan merasa panas disekujur tubuh.
" AKH... " Teriak Mo Tian dengan memegang dadanya yang terasa sangat panas. Walaupun ia raja dari neraka tapi tetap tidak dapat memungkinkan ia kepanasan lebih panas dari pada harus di sekitar pekarangan istananya yang gotnya bukan air kobokan.
Queen yang masih dalam keadaan kesadaran 100% pun melihat Mo Tian yang kesakitan dan menyadari.
' Racun panas, itu lebih parah dari racun api bahkan racun api biru ' Batin Queen. Queen mendekati Mo Tian dan memegang kedua pundaknya.
" Tian sadar " Sentak Queen membuat Mo Tian tersadar dan menatap dalam mata violet yang baru baru ia ketahui tadi.
" Yin' er ini sangat sakit " Tanpa sadar Mo Tian mengeluarkan suara rengekan yang terdengar tidak asing bagi Queen dan reaksinya hanya biasa saja.
' Pria ini bodoh sekali '
Queen pun langsung nyosor ke bibir Mo Tian membuat pria itu tertegun. Ingat, air liur Queen itu bersumber energi Yin. Walau Queen tak tahu cara berciuman dengan benar tapi ia tetap membiarkan diri untuk mencium karena nalurinya menariknya untuk menolong.
Mo Tian menggerakkan bibirnya dan membuka mulutnya karena ia tahu kalau air liur gadis itu bermanfaat. Memasukkan lidahnya dan mengecap bibir manis yang entah sudah kapan menjadi candunya walau ini kedua kalinya.
Napas mereka saling bertubrukan. Napas dingin dari Queen dan napas panas dari Mo Tian menimbulkan asap yang terasa biasa saja seperti tanpa suhu.
Queen yang sedari tadi hanya terdiam dan menatap Pria itu yang menikmati ciuman dengan garis hitam diwajahnya. Tapi ia merasakan suhu serta dadanya yang sesak kembali normal, begitu juga dengan Mo Tian yang merasakan kenormalan akan tubuhnya tapi tidak semudah itu ia lepas dari jeratan ciuman ini.
Ciumannya memanas bagi Mo Tian, wajah keduanya merona.
' Pria ini sangat liar dan cabul ๐ข๐ข '
Bukh...
Queen mendorong pria itu dan menonjoknya dengan keras tapi tidak sangat.
" Sialan beraninya " Umpat Queen menggeram dan menatap tajam Mo Tian yang mengusap bibirnya sembrono.
Tatapan tajam itu kenapa justru terlihat menggemaskan bagi Mo Tian, tapi ia tetap tenang tak ingin dibilang pria bejat dan brengsek oleh gadis itu. Bisa bisa harga dirinya terjatuh begitu saja.
" Maafkan saya dan soal kutukakan itu akan berakhir jika umurmu mungkin 10 tahun " Datar Mo Tian tapi dilihat dimatanya terlihat pancaran bersalah yang begitu pekat di mata hitam legam Mo Tian. Dan tanpa menunggu pria itu menghilang menyisakan dedaunan serta angin dan gadis disana dalam keadaan kesunyian bahkan suara jangkrik pun tak ada.