The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 34 )



Happy Reading....


" Sudahlah, saya lelah berdebat dengan kalian " Ucap seorang gadis dingin. Queen sekarang berada di dimensi roh nya dan datang untuk menumpahkan kemurkaannya karena berani menghinanya.


Flashback


" Qu.. Queen 😰 ! " Gugup mereka merasa takut dengan gadis yang sudah berada di hadapan mereka dengan tatapan tajam yang menusuk + dingin membuat mereka merinding takut.


' Aura momentum yang sangat kuat, mengalahkan tuan kita dulu ' Batin mereka merinding.


" Apa kalian tidak ada kerjaan selain menghinaku " Ucap Queen geram.


" Ma.. maaf " Gugup mereka bergetar.


" Apa kalian bosan hidup hah, apa kalian juga sudah bosan berkontrak denganku sampai - sampai kalian menghinaku dibelakang. Kalian seharusnya mengerti diriku, aku mempunyai sifat yang kasar, kejam, bringas, sensitif dan mempunyai sifat yang membuat kalian merasa tidak nyaman. Kalian juga mengenaliku, saya keturunan dari ayahku.


Kalian mengenalnya kan, Pada masanya, dia adalah raja penguasa yang kejam berdarah dingin, sifatnya dingin sepertiku. Aku adalah duplikatnya dan mungkin aku lebih buruk lagi dari itu. Jadi kumohon kalau kalian sudah tidak mau berkontrak dengan ku, saya akan melepas ikatan kontrak kita dan mengembalikan kalian ke alam roh " Datar Queen serius namun ucapan itu berasal dari hati bukan dari jantung.


Tanpa diduga mereka menangis merasa sakit karena perkataan dari sang tuan mereka yang selalu membuat mereka tertawa atau merasa nyaman karena memperlakukan mereka seperti teman yang istimewa dari pada budak. Walau perlakuannya kadang membuat mereka tersiksa, tapi mereka diperlakukan dengan tulus baik.


" Sudahlah aku lelah berdebat dengan kalian " Ucap Queen dingin dan segera keluar dari dimensi roh dan menguncinya tanpa mempedulikan mereka yang sedang menangis dan berusaha berbicara kepadanya.


Flashback off


' Hei Queen apa itu tidak terlalu kejam ' Ucap Zu Ling dengan ledekan.


' Ini pantas untuk mereka ' Acuh Queen.


' Wah ternyata kau memang kejam yah ' Ejek Zu Ling


' Inilah saya, wanita kejam berdarah dingin ' Dingin Queen.


Queen menutup komunikasi antara dia dan Zu Ling.


' Gadis ini benar - benar menarik ' Batin Zu Ling sembari menyeringai.


" Hah sepertinya aku harus mandi " Gumam Queen sebari mengendus ketiaknya tanpa memedulikan seorang pria yang duduk dikasurnya dengan tatapan polosnya.


" Yin' er " Girang Tian Mo yang tidak meninggalkan kediaman lavender sedari tadi. Queen sedikit tersentak garis bawahi, tersentak hanya 0, 1 %.


" Kau belum kembali " Acuh Queen sembari melangkah kearah pria polos itu.


" Belum karena Tian tidak tahu dimana jalan pulang " Ucap Tian dengan senyuman polosnya serta idiot.


" Hah... tunggu saya selesai mandi " Ucap datar Queen sembari berjalan bukan kekamar mandi tapi kepintu keluar.


" Queen mau kemana " Tanya Tian. Queen mengacuhkannya dan Tian hanya mengangkat bahu acuh dan berdiri mengelilingi kamar pemilik ia panggil Yin' er tersebut.


Cklek...


Tatapannya yang awalnya polos menjadi dingin dengan aura momentum tertahan memenuhi seisi kamar Queen. Untung saja kediaman sepi tanpa pelayan di kamar Yin' er. Sebuah bayangan hitam masuk menerobos jendela dan sosok itu telah berlutut dengan satu kaki yang ditekuk ke lantai dan satunya memposisi berdiri dengan kedua tangan dikepal ala orang china kuno.


" Jelaskan " Dingin pria yang itu dengan suara yang berbahaya bahkan pengawal bayangan nya tak berani menatap pria itu yang menjadi tuannya itu.


" Identitas nona Mei Yin adalah dia seorang anak tanpa orang tua dan dirawat oleh sepasang suami istri yang berkerabat dengan nona yang menjadi bibi dan pamannya yaitu Yang mulia Kaisar Chen dan Permaisurinya Tsu Zu, hanya itu yang hamba temukan yang mulia ! " Jelas pengawal tersebut dengan tegas dengan sorot mata yang datar. Mungkin tertular dari sang tuannya tersebut.


" Hm kau bisa pergi " Acuh Pria itu dan pengawal tersebut menghilang tanpa jejak. Menghela napas dan mengubah tatapannya menjadi polos dan idiot lagi.


Cklek...


" Duduk " Titah Queen tak terbantah dan dituruti sang Tian.


" Makanlah ini, saya akan pergi bersih bersih dan mengantarmu ke kakakmu " Datar Queen sembari memberikan cemilan yang ia buat sendiri berasal dari jaman modern, sate sapi, ayam dan wedang teh.





( Wedang tehnya itu bercampur dengan jahe )


" Cobalah " Singkat Queen.


" Makanan apa ini " Bingung Tian karena ia belum pernah melihat makanan dan minuman seperti ini. Aroma dari makanan tersebut membuatnya tertarik untuk menyicipi.


Tian mencoba sate ayam. Matanya membulat karena terkejut akan rasa unik yang belum ia rasakan sebelumnya.


" Yin' er... " Ucap Tian terhenti karena tak melihat gadis yang membawakannya makanan dan minuman. Mungkin Yin' er sudah pergi bersih - bersih, batinnya cemberut. Tian memakan sate sambil menunggu Queen keluar dari kamar mandi.


Tak lama setelah itu, Queen keluar dengan keadaan yang sudah segar



' Sangat sederhana, berbeda saat hari perayaan di kerajaan Wu ' Batin Tian terpesona namun segera ia menarik kesadarannya.


" Apa enak " Datar Queen sembari duduk di kursi tak jauh dari Tian.


" Ini sangat enak, terima kasih Yin' er " Riang Tian dengan senyuman polosnya dan mulut yang mengunyah.


" Minumlah teh ini, itu akan membuatmu hangat " Datar Queen sembari mengangkat cangkir yang berisi teh tersebut. Tian tanpa berpikir panjang langsung meneguknya dan tiba tiba tersedak.


" Uhuk... Uhuk... " Batuk Tian karena tehnya masih panas.


" Ini sangat panas huhu... " Ucap Tian dengan mata yang mulai berair karena lidahnya terasa dibakar. Ia tak mengindahkan rasa dari wedang teh tersebut.


Queen hanya tenang karena mau di peringati namun tertelan saat pemuda itu sudah meneguk teh tersebut dan sekarang pemuda itu mengadu terasa panas dilidah. Dia menghela napas kemudian dengan perlahan ia sudah berpindah duduk di kursi sebelah Tian dan mengulurkan kedua tangannya guna untuk memegang wajah pria itu menghadap ke wajahnya.


Queen merasa lucu sendiri melihat tingkah Tian seperti anjing yang lidahnya di keluarkan dan di kipas - kipas menggunakan tangan. Betapa naif nya pria didepannya ini, jelas - jelas jika dikipas tidak akan mempan karena sumber angin yang diciptakannya hanya kecil dan terasa samar dan tipis, ditambah dengan rasa jahe yang pedas itu membuat pemuda itu rasanya terisak sekarang.


Queen menyingkirkan tangan Tian dan mendekatkan mulutnya dengan mulut Tian yang lidahnya masih keluar. Jarak mulut dan bibir atau lidah Tian adalah 6 meter ah tidak lebih dekat lagi dari itu, 6 cm yang sudah diukur oleh author menggunakan penggaris πŸ˜….


Quen dengan lembut meniup lidah Tian membuat pria itu tertegun. Wajahnya memanas seketika bahkan mungkin merona merah dari leher hingga telinga. Meneguk susah salivanya karena properti nya dekat dengan properti gadis didepannya itu membuat dia harus menahan godaan yang sangat menggiurkan.


' Sial, apa yang dia lakukan. Apa dia berniat menggodaku... kenapa aku yang niatnya hanya berpura pura sakit akan rasa panas itu agar Yin' er tidak curiga padaku karena tak merasa sakit. Malahan aku yang terpojok oleh siksaan yang sangat menggoda ini '


Menurunkan pandangannya dan melihat wajah Queen dari jarak dekat. Wajah yang tak pernah di taburi dan dipolesi macam macam pewarna dan bedak yang biasa digunakan oleh wanita wanita lainnya ( make up ), terkesan sederhana dan alami natural akan kecantikan yang dapat mengalahkan kecantikan sang dewi dari kayangan, kulitnya yang putih susu bersih serta rona yang terdapat pada pipinya yang seperti mochi atau bakpao itu membuat dirinya terlihat imut. Meski ia tahu fakta mengenai Mei Yin bahwa gadis itu bukan dalam jati dirinya yang permanen alias jati dirinya yang sejati. Pasti wajah aslinya sangatlah lebih cantik dan imut dari ini, batin Tian Mo.


Tian tanpa sengaja menurunkan kembali penglihatannya dan menatap bibir yang berwarna pink lembut alami terlihat sangat manis. Menatap bibir yang meniup lidahnya, ah kenapa Yin' er terlihat sangat manis dan imut. Tak bisa menahan, dengan refleks ia memajukan wajahnya membuat Queen yang tidak menyadari Tian pun langsung membolakan matanya terkejut tidak percaya.


Cup...


Terlihat pemandangan ke 2 insang yang sedang berciuman ditambah dengan suasana kamar yang indah karena angin sepoi yang berasal dari jendela yang terbuka lebar menampilkan pohon sakura milik Queen. Pemandangan yang terlihat aesthetic, sangat indah untuk dijadikan sebuah lukisan.