The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 61 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


.


.


.


5 Hari telah berlalu...


Saat itu juga banyak fenomenal yang terjadi, sejak 3 hari yang lalu hujan tiba dan sampai saat ini belum juga terhenti entah apa sebabnya.


Begitu pula dengan keadaan seorang pria dengan topeng peraknya.


" ... " Tak ada yang mengetahui suasana hati serta pikirannya. Raut wajah yang sulit diartikan dengan manik menatap rintikan air hujan bukan menenangkan nya seperti biasa tetapi memperburuk firasat serta perasaan nya.


Mengalihkan tubuh nya yang ingin duduk dan menyibukkan diri dengan gulungannya, tetapi...


" Apa kau sibuk? "


Degh...


" ... " Waktu seakan-akan berhenti. Seorang berjubah menutupi seluruh tubuh nya dengan tudung menutupi wajah nya.


Mengangkat kepalanya menampilkan manik semerah darah yang pekat dengan rambut unik dengan hitam ke perak keputihan bagai gradasi. Menampilkan wajah pucat dengan bibir yang merah, sangat cantik tetapi...


" Chen Mei Yin " Manik merah itu menatap manik Mo Tian yang berwarna hitam pekat itu dengan sangat dingin.


" ... "


" Ada apa kau datang kesini? " Dingin Mo Tian menahan sesuatu di dalam dirinya.


**Drap...


Drap...


Drap**...


Langkah itu terasa asing bagi Mo Tian...


Mei Yin membuka tudung nya memperlihatkan wajah nya yang berubah total itu. Lebih dewasa, tegas, cantik dan lebih dingin dari sebelumnya.


" Apa kabar Wei Mo Tian " Dingin Mei Yin.


" Baik " Balas Mo Tian tak kalah dingin nya.


" Baguslah "


Srak...


" ? " Menaikkan sebelah alisnya disebelah, gulungan dengan segel 4 formasi bintang mengunci akses gulungan tersebut.


" Saya tidak bisa memberi mu petunjuk lebih " Ucapan nya yang begitu banyak makna didalamnya dan Mo Tian tidak bisa mengetahui apa maksud nya.


" Saya datang sebelum peperangan terjadi " Mei Yin membalikkan badannya dan perlahan menjauhi Mo Tian.


" Sampai kan salam ku kepada keluargaku "


**Sri-


Tap**...


" ... " Mei Yin membalikkan kepalanya.


" Jangan pergi " Datar Mo Tian.


" Bahaya? " Monolog Mo Tian bingung.


" Banyak yang mengincar saya yang notabene nya orang yang dari klan kabut darah yang mengalami pusaran darah "


" Apa maksud- "


" Berita telah sampai ketelinga beberapa orang bahwa darah ku adalah darah murni "


" ... " Darah murni? Ia baru mengetahui hal itu, tentu ia sangat terkejut.


" Tubuhku saat ini sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar, jadi lepaskan tangan ku raja kegelapan " Ucap Mei Yin dengan nada intimidasi. Sungguh tidak masuk akal...


Degh...


Tanpa sadar cengkraman itu melonggar dan Mei Yin bisa leluasa pergi begitu saja.


" Jangan menahan ku Karena itu akan susah bagi ku untuk meninggalkan kalian " Lirih nya sebelum menghilang.


" ... "


Tap...


Tap...


Tap...


Mo Tian mengambil sesuatu yang disimpannya dan ia jadi kan menjadi pembatas buku.


Ya, bunga spider lily yang tempo hari menggemparkan aula kini ia jadi kan menjadi pembatas buku entah karena apa.


Degh...


Jangan kalian mengharapkan sesuatu karena sesuatu itu akan tetap hilang suatu saat nanti...


" Apa saya harus berhenti berharap? " Gumamnya sangat lirih.


**Tok...


Tok...


Tok**...


" Salam yang mulia, maaf mengganggu. Ada seseorang yang ingin mengunjungi anda "


" Salam raja kegelapan, kematian, ah raja neraka bukan raja- " Seorang pria tiba-tiba bersuara namun bingung dengan sebutan apa ia berikan untuk Mo Tian.


" Zu Ling diamlah dan ada apa kau kemari? " Ucap Mo Tian dengan suara rendahnya. Zu Ling tersenyum miring dan menyuruh pengawal Mo Tian keluar dari ruangan.


" Aku hanya berkunjung " Santai Zu Ling.


" Seperti nya kau kembali tidak normal " Zu Ling mendelik tak terima.


" Bukan berarti aku harus berlarut-larut terus. Itu menyedihkan... " Sarkas Zu Ling.


" Sadar diri juga " Gumam Mo Tian namun masih didengar oleh Zu Ling.


" Kau... hah sudah lah aku datang untuk membahas sesuatu bersama mu " Ucap Zu Ling yang sudah lelah berbasa-basi.


" Jngn berbasa-basi " Dingin Mo Tian membuat Zu Ling menghela napas sangat sabar. Diam-diam raja ini memiliki sifat yang sangat menyebalkan ternyata, menurut Zu Ling tetapi sebenarnya Mo Tian biasa saja.


" Ini mengenai 2 Hari kedepannya "


" Ini permintaan Putri Mahkota Chen "