
Setelah berperang, mereka berdiam diri dengan melihat gadis yang berdiri ditengah tengah lapangan yang terlihat seperti lautan darah. Gadis itu adalah Queen.
Queen memasukkan pedangnya ke sarung dan berbalik berjalan ke arah Kaisar Chen dan lainnya. Penampilannya kini seperti malaikat maut dengan baju yang terdapat cipratan darah kecuali wajahnya yang mulus mulus saja.
Sebelum Sesampainya disana...
" Terima kasih Putri telah membantu melindungi kerajaan ini dan juga penyampaian terima kasih Kaisar Wu juga karena telah melindungi para rakyatnya serta maaf karena ini merepotkanmu " Ucap seseorang dengan tegas membuat Queen berbalik.
" Hm.. tak masalah, tapi tanya ke dia jangan terlalu baik kepada orang yang salah karena itu akan membuat dia sendiri yang tertekan. Bukan begitu Jendral Bao " Ucap Queen dingin sembari terkekeh pelan, menyeramkan membuat mereka merinding ketakukan. Jendral Bao, kenapa mereka ? padahal ia tadi adalah seorang penghianat...
FLASHBACK ON !
TOK..
TOK..
TOK..
" Masuk " Teriak seseorang yang tak lain adalah Kaisar Wu. Dan masuk lah 2 orang yang sebelahnya gadis dan disebelahnya lagi pria.
" Salam Kaisar Wu " Tegas pria tersebut sembari berlutut ala prajurit perang berbeda dengan gadis disebelahnya hanya menunduk sedikit tanpa mengucapkan sepatah kata apapun dengan tatapa datarnya.
" Silahkan duduk ! " Ramah Kaisar Wu.
" Pelayan siapkan teh yang enak " Suruh Kaisar Wu kepada pelayan dan di kerjakan segera.
" Ada apa gerangan Jendral Bao datang ke kediaman Zhen disini dan siapa gadis yang ada disebelahmu itu " Tanya Kaisar Wu penasaran.
" Menjawab yang mulia, hamba datang ingin menyampaikan sesuatu dan disebelah hamba adalah Putri Annchi anak dari Mentri Rong juga ingin menyampaikan sesuatu " Jelas Jendral Bao dengan tegas membuat Kaisar terkejut merasa tak asing dengan nama yang disebut oleh pria didepannya ini.
" Annchi bukankah dia adalah keponakanku " Gumamnya kecil yang hanya didengar olehnya saja.
Ya, yang datang tadi adalah Jendral Bao serta Annchi/ Queen.
" Emm bolehkah aku bertanya padamu putri " Ragu Kaisar Wu.
" Hm.. Slhkn " Singkat dan datar oleh Queen membuat Kaisar Wu melongo tak percaya, rumor yang dikatakan oleh banyak orang ia adalah putri yang bisu, pemalu, dan lemah dan kini dia sendiri melihat dengan mata kepala sendiri. Putri ini bisa berbicara tapi dingin, datar, dan emm pemberani dan kuat dilihat dari matanya ada kekuatan yang tersembunyi dibaliknya.
" Ah..Emm.. itu.. apakah kau keponakanku " Tanya Kaisar Wu ragu ragu setelah mengembalikan kesadarannya. Yang dibalas anggukan dan gelengan membuat Kaisar Wu bingung apa maksud dari itu.
" Permisi yang mulia, tehnya sudah jadi " Ucap pelayan tiba tiba datang membuat Kaisar kembali menelan ucapannya.
" Ah.. iya taruh saja disini " Ucap Kaisar Wu dan menyuruh pelayan kembali ke pekerjaannya.
" Jadi informasi apa yang akan kau sampaikan " Kaisar Wu mengalihkan pembicaraan dan melanjutkan ucapan yabg tertahan di tenggorokan nya
" Jadi................. " Queen menjelaskan tentang rahasia serta rencana Mentri Rong serta keluarganya tetapi ia tak menjelaskan bahwa ia keponakannya atau bukan dan Jendral Bao juga menjelaskan bahwa pasukannya di suap agar mengikuti perintah Mentri Rong tentang agar bergabung dengan sekte hitam agar menguasai dunia tengah.
Mendengar informasi itu membuat Kaisar Wu menggeram marah dan ia berusaha meredamnya agar tidak membuat orang disekitar tidak nyaman.
" Jadi langkah apa yang kita ambil selanjutnya " Tanya Kaisar Wu lembut kepada Queen.
" Kau hanya hanya perlu berpura pura tidak mengetahuinya dan bertingkah seolah olah kau terlihat biasa saja agar rencana tetap aman sisanya serah kan padaku " Ucap Queen datar dan santai.
" Dan Jendral Bao, beritahu semua prajurit dalam pimpinanmu tentang semua ini dan jangan pembicaraan ini didengar oleh orang orang dan keluargamu Kaisar Chen " Lanjut Queen.
" Baiklah putri " Tegas Jendral Bao.
" Kapan Zhen akan memberitahu tentang ini ke keluarga " Tanya Kaisar Wu.
" Sampai permainan ini selesai " Datar Queen sembari tersenum miring membuat mereka merinding.
'Sungguh aku tak pernah melihat senyuman yang semenyeramkan ini dan anak ini memilikinya ' Batin mereka berdua, Kaisar Wu dan Jendral Bao.
FLASHBACK OFF !
" Berikan ini ke Kaisar " Ucap Queen sembari melemparkan sebuah gulungan yang terdapat segelnya ke arah Jendral Bao.
" Baiklah Putri " Tegas Jendral Bao tak menanyakan isinya karena ia yakin bahwa isinya tidak boleh diketahui orang orang. Keluarga Kaisar Chen hanya diam sembari melihat pembicaraan mereka. Queen berjalan mendekati Keluarga Chen.
" Aku pamit " Singkat Queen membelakangi Jendral Bao serta pasukannya dan menghilang beserta Keluarga serta Prajurit Kerajaan Jia.
Suasana sekarang terasa kosong dan Jendral Bao kembali ke Kerajaan Wu dan memberitahu bahwa perang telah usai.
Tanpa sadar bahwa kejadian tersebut dilihat oleh Pria bertopeng perak dengan tatapan tajamnya. Pria itu menyeringai, dingin...
Dia menghilang dan tak meninggalkan jejak tapi membawa sebuah pikiran?....