
" Iya dek kalau begitu kita taruh di ruangan kakak saja berkasnya " sambil membereskan berkas dimeja. Lalu mereka keluar dari ruangan CEO ke ruang SECRETARY dan menaruh berkas dan pulang kerumah.
...****************...
Sampai Manshion Alvero masuk terlebih dahulu dengan cepat, lalu Queen masuk Manshion di sambut dengan para pengurus mansion dan penjaga
" Selamat malam Queen " ucap semua para pengurus manshion dan penjaga.
" Malam juga " ucap Queen dengan lembut namun masih dingin.
" Kenapa kalian semua keluar dan memberi salam pada kami sedangkan ini sudah malam " ucap Queen heran namun tetap dingin.
" Kami hanya ingin mengucapkan " salah satu pengurus manshion menjeda, lalu
" KAMI SEMUA MAU MENGUCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK TELAH MEMBANTU KAMI DARI MASA KETERPURUKAN DAN MEMBANTU MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK LAGI KAMI AKAN MENGENANG JASA NONA QUEEN YANG TAK MEMANDANG KAMI BAWAHAN DAN MEMANDANG KAMI BERKELUARGA DAN KAMI SANGAT BERTERIMA KASIH ATAS ANDA MENGANGGAP SAMA SAMA MAKAN NASI DAN TERIMA KASIH ATAH KASIH SAYANG NONA QUEEN PADA KAMI SEBAGAI KELUARGA " Ucap mereka semua terharu sampai ada yang nangis sambil ketar - ketir mengelap cairan deras favorit lubang hidung keluar sesegukan, 2 pemuda di sampingnya juga memerah menahan tangis . Salah satu dari mereka adalah Alvero.
Queen jangan di tanya lagi bagaimana expresinya. Datar + naikkan sebelah alisnya dan sebuah kata terlontar di bibir sexy dengan suara dingin membuat mereka kesal sedangkan mereka dari tadi mewek eh malah ngatain...
" Kalian ngapain teriak berkoar - koar seperti mau perang dunia dan kedengar tetangga kan yang malah tetangga yang kalian ajak perang " ucap Queen terkekeh pelan.
Lalu mereka mendengus saja lalu mereka keruang keluarga bersama ketiga pemuda yang sedari tadi mengintip mereka. Queen hanya melihat mereka tersenyum tulus dan berkata.
" Terima kasih kalian semua yang sudah menyayangi, membantu, merawat Queen seperti anak sendiri dari kecil hingga sekarang karena semangat kalian membuat Queen bangkit dari keterpurukan yang sudah di alami orang tua ku dan meninggalkan Queen di alam sana. Ayah ibu terima kasih kalian sudah menjadi orang tua Queen. Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah, bukannya diri ini tak terima kenyataan. Hati ini hanya rindu kalian yang berada disamping Queen dan jadi sosok yang menyayangi walau hanya angan - angan tapi Queen sudah merelakan kalian di alam lain semoga kalian tenang disana πππ’π"
Ucap Queen sendu menundukkan kepala menyembunyikan air mata nya namun Queen adalah sosok tegar jadi air mata ia tahan namun suara tak dapat membohongi semuanya. Mengangkat wajahnya yang kembali datar dan melangkah seribu kekamar. Namun tanpa ia sadari sedari awal banyak mata yang memandang sendu sang penyelamat mereka terlihat sangat rapuh namun seperti terhalang dengan wajahnya yang dingin dan datar
' Hiks kasihan sekali nona ia terlihat seperti gadis pada umumnya namun dunianya sangat keras diusianya masih mudah sudah menjadi CEO termuda pada umur 11 tahun sampai sekarang bahkan ia sampai lupa makan jika mengerjakan berkas menumpuk yang dimeja dan kekurangan tidur untuk itu ' Batin semua pengurus Manshion dan penjaga
' Dia hanya melakukan semua ini untuk kami bahagia sedangkan dia sendiri tdk mementingkan kebahagiaan nya maafkan kakakmu ini yang tdk bisa menjagamu dengan baik adik kecil dan tak pernah mengerti perasaan mu kamu memang sosok sangat tegar dan tangguh karena tak pernah mengeluh dan membagikan rasa yang engkau rasakan kepada orang lain terutama pada kami semua.' Batin 3 Kakaknya
Niat mereka ingin mengejutkan dan memberi selamat ulang tahun kepada Queen namun niat ter urungkan melihat kondisinya kurang baik jadi tidak tega jadi mereka merayakannya besok namun dikamar Queen dengan diberi hiasan lalu mereka kekamar masing - masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah kelelahan.
(Maaf jelek...!!π)
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Dipagi hari, seorang siluet wanita tertidur lelap di tempat tidur. Namun tidak dengan semua orang yang sudah bersiap untuk memberi kejutan sang pemilik kamar tersebut.
" Tit..Tit..Tit..! " Suara bunyi jam Wecker Digital berbunyi diatas nakas menandakan pukul 07. 00 am membuat sang empu menggeliat di bawah selimutnya dan terbangun dengan setengah nyawa melayang kemana - mana dengan wajah bantal nya namun terlihat imut dan manis dilihat tanpa menyadari ada orang - orang diruangan selain dirinya. Meregangkan otot - otot badan agar lebih rileks dan tidak kaku. Saat kesadarannya sudah penuh orang yang ada disana bersiap dengan saling tatap dan mulut komat - kamit menghitung mundur
" 3 "
" 2 "
" 1 "
" DUARR " Balon diletuskan
" Tuuuuttt... " Peluit pesta ultah
" SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 16 THN NONA QUEEN / ADIK KECIL...! "