The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 40 )



Happy Reading...


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Lanjut...


" Ah, Tian rindu Yin' er " Tian memeluk Queen dengan erat dari belakang.


" Bisakah kau melepaskan pelukannya " Ucap Queen sedikit risih dan Tian langsung cemberut.


" Tidak mau " Ucap Tian menolak dengan mentah - mentah.



Sedangkan Queen hanya menghela napas pasrah dan hanya diam.


Sedangkan Tian memeluk erat sembari memasukkan wajahnya ke ceruk leher Queen yang tertutupi helaian rambutnya. Aroma alami dari tubuh Tian membuat dirinya merasakan ketenangan dan kehangatan yang belum ia rasakan sebelumnya.


Kruyuk...


Queen tertegun, begitu pula dengan Tian yang sudah kikuk.


" Queen " Ucap pelan Tian.


" Hm " Queen menajamkan matanya.


" Lapar " Ucap Tian dengan polosnya.


Sring...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Queen mengajak Tian ke ruang makan kediamannya.


" Duduk " Titah Queen.


" Dimana " Tanya bodoh Tian.


" Disana " Ucap Queen sedikit geram dan Tian hanya tersenyum polos dan berjalan ke mana tadi di tujukkan Queen.


Sedangkan Queen hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan ke dapur tak jauh dari ruang makan. Tian hanya menatap Queen yang sudah ada dapur dengan tatapan dingin.


" Yang mulia " Ucap pelayan disana dengan tegas dan menundukkan badannya memberi hormat kepada Queen.


" Hm, saya akan gunakan dapur " Singkat Queen.


" Apa mau dibantu yang mulia ? " Tanya beberapa dari mereka.


" Seperti biasa, tidak " Mereka hanya tersenyum dan permisi dari hadapan Queen.


Queen menggunakan celemek dan mengikat rambutnya sanggul memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih.


Tian yang ada disana hanya meneguk susah salivanya. Queen mengambil kayu dan dimasukkan kedalam tungku api. Ia tak menggunakan kekuatan spiritual melainkan menggunakan kayu kering untuk membuat api alami.


Cukup semenit api itu menyala, Queen memasukkan sedikit minyak kedelai. Saat panas, Queen menumis bawang bombay dan bawang putih yang sudah ia siapkan hingga harum. Kemudian, masukkan potongan bakso sapi yang pernah ia masak sebelumnya dan aduk rata.


Note : Minyak kedelai banyak digunakan oleh warga atau bangsa Tiongkok saat memasak karena khasiatnya dan bermanfaat untuk kesehatan.


Masukkan semua sayuran, bumbu, penyedap rasa Kaldu Ayam, dan air. Masak hingga matang.


Tambahkan larutan tepung jagung dan minyak wijen, kemudian aduk sampai rata. Masak hingga kuah mengental dan angkat.


Queen menyajikannya dan membawanya ke meja makan.




Lanjut masak Char Siu, Soya sauce Chicken, Char Kuay Teow, dan jangan lupa nasi yang sudah diikukus dengan daun pandan.






Abaikan tulisannya πŸ˜….


Back to Topic!


Tak butuh beberapa jam, Queen telah menyajikan makanan yang menggugah selera, aromanya bertebaran dimana mana termasuk aroma alami dari tubuh Queen yang berkeringat karena sedari tadi dekat api.


Tian menatap Queen entah artinya apa. Yang pasti ia tak mengindahkan sejenak makanan tersebut.


" Tian " Panggil Queen ke Tian yang melamun dan seketika tersadar dan menatap makanan yang terhidangkan.


Matanya langsung berbinar ketika melihat makanan yang menurutnya unik karena tak pernah melihat jenis makanan seperti ini sebelumnya dan aroma makanan itu membuat ia tambah lapar.


Queen yang duduk didepan Tian hanya menatapnya geli.


' Pria ini seperti anak kecil saja '


' Diamlah ! '


" Makan ! " Datar Queen sebari memberikan mangkok kecil berisi nasi yang asapnya masih mengepul.


Tian memegang sumpit dan mencoba yang berkuah terlebih dahulu.


Nyam...


' Makanan ini tidak buruk ' Tian makan dengan lahap sedangkan Queen hanya menatapnya tanpa mau meminta.


Tian yang menyadari sesuatu, menatap Queen yang menatapnya dengan tatapan yang entahlah tapi itu membuatnya berdebar dan salah tingkah.


" Yin... Yin' er, mau coba " Ucap Tian gugup sembari menyodorkan ayam kecap itu. Queen hanya diam dan perlahan memajukan wajahnya.


Tian menutup matanya dan tangan yang memegang sumpit pun bergetar.


" Ada apa denganmu ? " Tian membuka matanya dan melihat Queen yang menatapnya aneh sembari memakan ayam yang ada disumpitnya. Dia menjadi malu sendiri.


" Tidak apa - apa " Tian kembali memfokuskan ke makanannya untuk menutupi kegugupannya.


Setelah makan mereka pun berjalan berkeliling kediaman Queen.


Perlahan Tian mendekatkan diri ke Queen dan memeluk erat Queen dengan nyaman.


" Biarkan dulu sebentar saja " Tian berbicara ketika Queen mau membantah.


" Hm " Diam, itulah keadaan saat ini.


" QUEEN !...