The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 62 )



Happy Reading...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


.


.


.


Krak...


" SALAM KAISAR, SELURUH PARA KAUM MULAI HILANG KENDALI DAN PORTAL DIMENSI HĒI'ÀN SUDAH TERBUKA! "


" SIAPKAN PERSIAPAN KITA, SESUAIKAN RENCANA SEGERA! " Lantang Zu Ling dan penasehatnya dengan segera melaksakannya.


Sring...


Wujud Zu Ling perlahan berubah...


" Sudah lama tak melihat anda menggunakan seragam ini "



( Begitu meresahkan😌🔥🔥🔥🔥 )


Da Jinhu, sang tangan kanan Zu Ling sekaligus Kaisar agung ras kaum macan yang sangat disegani setelah Kaisar ras kaum rubah, Zu Ling.


" Hmm... tentu aku harus kembali kan " Sudut bibirnya tertarik.



" Kuharap hari ini tidak begitu mengecewakan, dan... "


" Gadis berdarah murni "


" Kau tak berubah, raja " Sedikit senyum dari Jinhu.


" Heh... kau tak akan mengerti, aku sudah berubah " Ucap Zu Ling sambil tersenyum miring menatap ekspresi tangan kanan nya yang sama sepertinya.


" Semoga seperti itu "


BLARR!!!...


" Sudah dimulai "


Sring...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" KALIAN SUDAH SIAP!? " Teriak Kaisar Chen lantang kepada pasukannya.


" SIAP YANG MULIA! "


" Berpencar "


Srak...


" Hah, secepatnya kita harus mengalahkan sepertiga dari mereka, akan bahaya jika kekuatan spiritual menghilang tepat pada bulan purnama darah berada diatas dan kita kewalahan melawan mereka " Kata Kaisar panjang kali lebar.


" Benar "


" Ayo berpencar sesuai rencana "


" ... " Sosok bertudung menatap didepannya tanpa ekspresi.


" GRAAA!!... "


" AWOOO! "


" GRRR... "


" Tak akan aku biarkan mangsaku lolos dariku " Suara geraman yang menyeramkan berasal dari salah satu siluman dengan aura spiritual tinggi yang menguar dari sana.


Tap...


Tap...


Tap...


" ... "


" Sial manusia, kau berani sekali menginjakkan kakimu didaerah kekuasaanku " Sosok itu tak peduli dan tetap melangkah dengan arogannya membuat makhluk siluman itu bertambah menggeram marah.


" AROGAN SEKALI KAU, GRAAOWW!!!... " Berangnya dan tanpa diduga, tangan makhluk tersebut sudah berada diatas kepala sosok tersebut tanpa bisa dilihat mata telanjang.


Mata semerah darah gelap itu menyala di kegelapan, menatap tangan tersebut dengan tenang.


BRAKH...


KRAK...


" Grrr... "


Swosh...


" ... " Tubuh makhluk itu mematung, rautnya menjadi pias.



" Ucapkan salam pada kematian "


SRING...


" GRAAA!!! "


BOOM!...


" ... " Sosok itu menatap raut para makhluk yang sangat menyakitkan itu tanpa ekspresi hingga meledakkan dirinya dengan kekuatan spiritual nya karena sudah tak tahan akibat siksaan tersebut.


Berbalik dan ingin meninggalkan tempat tersebut namun...


Deg...


Bruakh...


" Cuih... "


" Sialan uhuk... ini sedikit menyakitkan " Umpatnya sambil terbatuk darah.


" Hah... " Menghela napas berat, menatap langit yang masih ada matahari namun langitnya begitu gelap mendung, begitu mengerikan.


" Masih ada 19 jam lagi "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sial " Berang sosok itu dengan mata merah gelap nya yang menyinari kegelapan.


" Maafkan aku, tapi ini demi kedamaian dunia " Ucap seorang pria berambut putih disana seolah merasa bersalah.


" Siluman sialan, katakan apa alasanmu mengikatku dengan rantai ini " Rendah nya tenang namun mengandung banyak sekali kemurkaan yang terkandung.


" Hmm... aku sudah mengatakannya bukan, ini untuk perdamaian dunia " Balasnya dengan tekanan.


SKRIIK...


Suara sentakan membuat rantai itu berbunyi sangat nyaring.


Pupil nya membentuk corak kurva yang melonjong atau bisa dibilang berbentuk oval, rambut nya perlahan berubah menjadi putih.


( Ilustrasi pupil nya )



" Segel ini begitu kuat, ini segel yang diwariskan turun temurun dari rasku dan hanya aku yang berhasil menggunakan nya " Tenangnya sambil meneguk anggur merah di tangannya dengan elegan.


" Heh, kau terlalu meremehkanku " Sudut bibir itu tertarik menjadi sebuah seringai.


" Hmm?... masih bisa mengatakan hal tersebut. Tubuh barumu itu masih belum sempurna untuk kau tempati karena kekuatanmu yang tak dapat menampunginya dan itu membuat tubuhmu lemah dan itu menghambat kekuatanmu Dewa "


" Sial "


Skrrk...


Tap...


Tap...


Tap...


" Kau begitu angkuh Kaisar Yǐnshēn, Zu Ling... "


" Kau... " Zu Ling terkejut.


" Ternyata sudah datang ya... " Sedetik kemudian sudut bibirnya tertarik membentuk senyum miring.


" ... " Sosok itu hanya diam dan menyentuh rantai yang membelenggu seseorang itu.



Mata Zu Ling terbelalak merasa terkejut...


" Entah apa yang kau rencanakan tapi... "


" Sepertinya kau terkena juga " Sosok itu melihat manik Zu Ling yang nampak asing baginya.


" Haha... aku tak akan terkena begitu mudahnya " Kekehnya pelan.


" Hanya saja, aku... " Menatap seseorang itu yang perlahan berdiri.


" Ingin melihat betapa kuat nya De- ah tidak Wei Mo Tian dengan tubuh palsunya itu "


' Ini benar-benar di luar skenario ' Batin Sosok itu.


" Sudah lah Zu Ling, kau lihatlah para kaum mu itu. Sepertinya sudah gila sepertimu akibat tertular olehmu " Pedas sosok itu berucap.


" Kau jahat sekali Queen " Rengeknya membuat Queen terasa ingin muntah.


" Cih... berhenti memasang wajah menjijikan seperti itu sebelum saya tak segan-segan mengulitinya " Ketusnya membuat Zu Ling merinding dan lebih memilih diam.


" Mo Tian bersiaplah, saya membutuhkan kekuatan mu "


" ... "